
bahagia tidak harus mahal lihat senyum orang tercinta juga bahagia
rani reflek memukul ahmad begitu dengar bisikan ahmad
ahmad tersenyum dengan menaik turunkan alisnya
rani melotot memalingkan muda pergi meningalkan ahmad
berdiri di ambang pintu langkah kaki terayun ke garasi mobil
selama perjalanan ahmad senyumnya selalu mengembang bila ingat wajah rani
sementara rani ke belakang hendak cuci baju lalu menjemurnya.
rani lanjut bersih sampai kinclong tak ada debu sedikit pun
" rani sini makan bareng " ajak bibik lihat rani hendak minum
" bentar bik " bik pur dan rani selesai tugas makan berdua di halaman belakang.
" terima kasih mbk rani setelah ada kamu pekerjaanku terbantu "
" sudah jadi tugas saya bik "
" seharusnya bersihin rumah kan di kerjakan berdua malah kamu borong sendiri "
" tidak papa bik dari pada cuma duduk manis.
mending kan mengeluarkan keringat "
" ayo makan malah bicara terus kapan makan nya "
makan sambil bicara telah menghabiskan waktu 30 menit
" mbk rani kerjaan beres semua enak nya ngapain ayo lihat tv sama ngobrol "
bik pur serta rani di ruang keluarga mereka duduk di karpet rak berapa lama bel rumah berbunyi.
" biar saya saja yang buka "
rani melangkah menuju pintu utama begitu terbuka nampak seorang wanita muda cantik seksi
" mbak cari siapa "
" kamu siapa kok tanya begitu seharusnya aku yang tanya kamu siapa ''
" minggir jangan berdiri tengah pintu aku mau masuk "
" maaf , silahkan "
" sepi amat pada ke mana, mama di mana mbak "
" ibu keluar kota 3 hari lalu "
" apa kaka tidak pulang "
" aden kerja "
begitu selesai tanya jawab voni naik tangga.
menuju kamar sudah 3 tahun meningalkan rumah masuk kamar tak berubah sedikit pun masi sama.
sementara rani lagi tanya sama bibik.
" bik bu sita punya anak berapa "
" anak bu sita punya 2 anak den ahmad dan non voni ''
kamu buka pintu tadi ada tamu siapa "
" wanita cantik dia sudah naik ke atas "
" ibu sudah datang "
" bukan ibu bik "
'' kamu tidak tanya namanya ''
rani geleng kepala '' lupa tidak tanya nama , dia masi muda mirip bu sita " ujar rani
" kamu itu ya itu non voni "
" suda ayo istirahat entar kalau non voni lapar pangil kita "
mereka mengakhirin obrolan menuju kamar masing - masing
untuk istirahat, ibu sita tak perna marah jika artnya tidur siang selama kerjaan kelar.
menjelang sore sebuah mobil datang ternyata itu ahmad masuk rumah teriak.
__ADS_1
" bibik "
" iya den " sahut bibik
ahmad mengeryitkan dahi karena yang datang bik pur bukan si rani sialan.
" ke mana si rani sialan "
" mbk rani lagi nyertika den "
" pangil dia suruh ke sini "
" baik den "
bik pur berlalu memangil rani
" mbak rani di pangil aden suruh ke depan"
rani bergegas menuju ke depan ada apa den ahmad pangil.
" ada apa den "
" ada apa buruan.copotin sepatuku "
rani bersimpuh di kaki ahmad tuk melepas sepatu.
" buruan lepas lelet amat , kerja tu yang bener jangan cuma tidur saja "
dengan cekatan rani melepas sepatu ahmad menaru di tempatnya.
" ni tas bawain ke ruang kerja, awas jangan sampai lecet "
tanpa banyak bicara rani hanya patuh bergegas di suruh ini itu takut marahi.
setelah menaruh tas kembali lanjut setrika baju.
dari atas tangga voni turun karena lapar
" bik aku lapar , ada masakan apa "
" non voni mau di masakin apa "
" yang sudah matang saja bik "
" bentar bibik panasin dulu "
" gak usah di panasin dinggin gak papa penting nasinya hangat "
voni melahap makanan yang tersedia
seperti belum makan dua hari dengan asyik nikmati tak menyadari ada yamg duduk di sebelah
'' berapa hari tidak makan. seperti tidak makan 2 minggu saja ''
'' kakak jahat sama aku ''
'' kapan kamu datang ''
'' tadi siang kenapa ''
'' tidak ada apa - apa. pulang karena liburan atau kangen mama ''
'' kangen kakak dan mama lah ''
voni selesai makan memeluk kakaknya dengan manja.
'' sudah besar jangan manja ''
'' manja sama kakak sendiri gak boleh''
''nanti jika kakak sudah nikah bukan punya aku saja ''
'' maksudmu kakak tidak boleh nikah gitu biar kamu bisa manja terus sama kakak ''
'' aku tak bilang begitu kakak sensitif amat sih ''
'' sudah kakak mau mandi gerah ''
ahmad meningalkan voni lagi menikmati makan.
pergi ke arah kamarnya saat hendak naik tangga melihat rani bantu bibik masak, ahmad melihat sekilas kembali menaiki tangga.
selesai mandi sholat maghrib turun ke bawah hendak makan malam
melihat voni sudah duduk di meja makan.
'' mau makan lagi bukanya tadi sudah makan ''
'' tidak ada larangan makan kedua kali, terserah aku perut - perut aku
__ADS_1
'' nanti kamu gendut masak perawan gendut''
'' bukan gendut kakak tapi makin montok ''
'' dari pada kurus krempeng kayak gini ''
'' terserah kau saja makan tidak makan terserah ''
'' kakak tidak suka kan punya adik perempuan ''
'' dari mana kamu tau ''
voni menatap ahmad dengan sinis
'' kakak pinggin punya adik laki - laki kan makanya jika bicara padaku tak ada manis - manisnya ''
'' karena itu kau pergi ke luar negri menetap di sana ''
'' iya dari pada di sini ribut mulu sama kakak ''
ahmad mendekati voni memeluknya dengan sayang
'' adik kakak yang cantik adik tau gak kakak kangen banget sama kamu.
di rumah in kakak berasa hidup sendiri ''
'' kakak kesepian karena tak ada voni atau karena tak ada yang di jahilin ''
'' bicara kenapa begitu berapa lama di indo ''
'' mungkin 2 minggu ''
'' kenapa tidak tinggal di indonesia saja kamu perempuan.
dik bahaya di luar negri sendirian ''
'' aku ingin mandiri kakak bila di sini aku hanya duduk manis tidak boleh melakukan ''
''adik cantik kakak jika kamu di sini akan di manja seperti ratu ''
'' aku tak suka itu kak ''
'' menetap di sana tidak papa hati - hati selama di negara orang ''
'' iya kak. ayo makan bicara terus di sambung nanti selesai makan ''
senyap kemudian keduanya makan dengan nikmat.
tanpa bicara ahmad melihat cara adiknya makan melonggo
'' banyak sekali makanmu dulu kau makan sedikit sekali sekarang segunung ''
protes ahmad lihat pola makan sang adik bikin geleng - geleng
'' kalau makan malam banyak agar bisa tidur ''
selama di sana bila malam tidak bisa tidur ''
'' kenapa kangen kakak sampai tak bisa tidur atau mikirin pacar ''
goda ahmad jiwa usilnya kambuh ada yang jahilin
voni mulai kesal memukul lengan ahmad
plak
'' adik sudah sebesar belum punya pacar atau tidak laku ''
'' bukan tidak laku kak aku tak mau pacaran mau serius sekolah dulu ''
'' sekolah yang pintar kakak biar tak rugi biayain sekolahin kamu ''
'' siap kak, akan ku buktikan aku bisa sukses tanpa bantuan kakak''
'' bagus kakak suka cara berfikir kamu buktikan omonganmu ''
'' oke ''
voni hormat depan kakaknya
BERSAMBUNG
jangan lupa
like
komen
vote
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹 terima kasih 🌹🌹🌹🌹