TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

Menantu dan mertua asyik lihat tv berdua lihat acara komedi membuat keduanya tertawa lepas tanpa ada beban


'' sebelum ada kamu mama tertawa sendiri seperti orang gila kalau ada temanya kayak gini seru ''


'' mama suka lihat komedi ''


Tanya rusni karena diriya tidak suka sekarang suka membuatnya tertawa


'' dari pada lihat sinetron atau film bikin orang tegang saja ''


Rani mengeluarkam unek - unekya bila lihat sinetron atau film biki emosi saja


'' kamu pasti suka drakor kan? ''


Tanya rani pada menantunya hanya asal tanya tidak rau benar atau salah


'' aku jarang lihat tv ma suka berkebun atau fitnes ''


Rusni dengan malu - malu menjawab kegemaranya setiap hari bila suami tidak ada di rumah


'' nanti mama bilangin papa biar di buatin tempat fitnes rumah ini kan besar kamu setuju tidak ''


Rani mengusulkan biar ada kegiatan baru selama di rumah ada rusni


'' ini rumah mama ya terserah mama saja ''


Jawab rusni dengan polosnya membuat rani gemes


Sore hari pun tiba ahmad baru memasukan mobil di garasi di susul berikutnya zubair


Ahmad baru keluar dari mobil lihat zubair datang memasukan ke garasi di sebelah mobil ahmad


'' assalamu alaikum papa ''


'' wa' alaikum salam nak jemput rusni atau tidur sini ''


'' tidur sini beberapa bulan pa rumah rusni di pantau seseorang ''


'' cuma beberapa bulan selamanya juga tidak apa, papa malah senang ''


Papa dan anak masuk rumah beriringan ketika kaki akan melangkah lebih dalam terdengar tawa rani dan rusni.


Ahmad dan zubair saling tatap lalu mencari sumber suara yakni di ruang keluarga.


'' Kalian menertawakan apa suami datang sampai tidak di sambut ''

__ADS_1


Ucap zubair jika di rumah rusni stanbay menunggu suami pulang menyambutnya dengan senyum mengembang sekarang di sambut sebuah tawa


'' maaf tidak dengar suara mobil mas ''


Jawab rusni dengan perasaan bersalah


'' gimana bisa dengar kamu tertawa seperti itu ''


Sewot zubair tetap mencuri sebuah kecupan


cup cup cup


'' mas jangan malu di lihat mama papa ''


Ahmad dan rani tersenyum lihat rusni selalu malu dalam hal apapun malu.


Ahmad dan zubair mendekati pasangan masing - masing duduk di sebelahnya ikutan lihat tv ikut tertawa juga.


Suasana ruang keluarga jadi riuh penuh canda tawa zubair dan ahmad hinga lupa mandi.


Rusni mencium bau keringat mengangu indra penciumanya


'' mas mandi sana bau keringat gini ''


'' dari tadi baru mencium aroma tubuhku ''


'' sana mandi biar segar ''


Rusni mendorong badan suami agar menjauh hidungnya terlalu peka dengan bau - bau apapun itu bila mencium lama - lama bisa muntah


Usir rusni rani juga mengusir ahmad kedua laki - laki itu pergi ke kamar menyegarkan badan


Hanya 15 menit keluar kamar dengan wangi parfum yang semerbak


Sore berganti malam kini 2 pasangan suami istri duduk di meja makan di layani istri masing - masing


" mas mau ikan apa "


Tanya rusni pada suami dengan lemah lembut dan sabar


ahmad lihat rusni cara melayani anaknya berkata


" sayang selama kita menikah kamu jika melayani aku tidak perna lemah lembut seperti menantu kita "


Rani sewot di bandingkam dengan menantunya emang pembawaan begitu

__ADS_1


'' papa gimana kabar alif kenapa tidak perna kasi kabar ''


Zubair mengalihkan topik pembicaraan agar mamanya lupa akan emosi sudah sampai ubun - ubun.


" kapan kita agendakan ke rumah via"


Tanya rani sebenarnya kangen alif anak yang ceria


" papa akan tlf via dulu biar tidak terkejut di serbu rame - rame


'' kapan kita ke sana pa "


tanya rani tidak sabar ingin ketemu anak perempunya


" hari minggu kita ke sana agak siang sekalian makan siang di sana"


" SANGAT SETUJU "


" Siapa yang ajak kamu kita hanya berdua saja "


Seloroh ahmad membuat zubair ysng tadinya semangat sekarang lemas tidak berdaya


Rani memukul lengan ahmad dengan keras sampai kesakitan


" apa masi kurang mengoda anak darkecil sekarang sudah dewasa punya istri masi juga kau goda "


Gerutu rani membuat zubair makin senang lihat istri bisa ceria lagi cerewetnya kambuh


" Sudahlah apa tidak malu berantem depan anak dan menantu "


" iya sayang maaf "


Makin malam makin pekat lalu lalang kendaran berkurang suara kodok dan jangkrik bersautan


Ahmad dan rani masuk kamar henda tidur begitu juga zubair gandeng istri karena rusni tidak terbiasa tidur larut malam


Dua pasang insan manusi terlelap bersembunyi di balik seilimut tebal menghantarkan dalam buaian


Cuaca dinggin membuat empat orang malas bangun padahal hari makin siang


Zubair membuka mata yang di lihat pertama kali adalah jam dinding menunjukan jam 9 pagi matanya membola lihat antara jarum dan angka seakan tidak percaya


Dengan buru - buru mandi rusni tidur di biarkan jam 10 ada rapat


Bersambung

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2