TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

Waktu terus berjalan jarum jam berputar dengan cepat meningalkan angka - demi angka


Dengan gelisah rani telf zubair berulang - ulang tidak kunjung jua di angkat hinga larut malam sang anak tak ada kabar berita


kecemasan kini melanda seorang wanita menunggu anak semata wayangnya belum pulang


'' coba kamu telfn rusni barang kali dia tau sekarang zubair ada di mana''


'' kenapa dari tadi aku tidak kepikiran ya ''


Rani masuk kamar ambil hp ketika di cas mensrol nama kontak rusni sambil jalan di ruang keluarga ahmad menemani rani dengan setia


tut tut tut


'' halo tante ada apa malam - malam telfn ''


'' rusni zubair belum pulang apa kamu tau dia ada dimana ''


Deg rusni teringat pertengkaranya tadi pagi dengan zubair membuat sang kekasih marah


'' terlalu kejam kah aku membuat kekasihnya ngambek sampai tidak pulang '' isi hati rusni


'' saya tidak tau tante zubair ada di mana nanti aku telf teman - teman barang kali ada yang tau lebih baik sekarang tante tidur ini sudah larut '''


'' baiklah nak tolong bantu tante ya ''


'' iya tante akan aku bantu semampu saya sekarang saatnya tante tidur ''


Rani menutup telfn mengantuk berat tidak bisa di tahan meraih tangan ahmad ajak masuk kamar tidur


Rusni tidak bisa tidur lagi mencoba menghubungi zubair tersambung tidak di angkat


Tidak ada kata berhenti telf zubair terus - terusan sampai zubair angkat telf


Zubair lagi tidur merasa tergangu bunyi hpnya tidak berhenti dengan malas menerima telf sebelum di angkat lihat layar hp tertera nama kekasihnya


Zubair tersenyum puas berhasil membuat orang - orang yang menyayangi dirinya tidak bisa tidur dengan pura - pura masi ngantuk angkat telf


'' halo siapa kamu kenapa gangu tidurku saja ''

__ADS_1


'' mas zubair aku rusni mas sekarang ada di mana ''


'' apa urusanya sama kamu peduli amat sama aku ''


'' mas ke rumahku sekarang ya aku kangen tidak bisa tidur ni ''


Rengek rusni dengan suara manja agar kekasihnya tidak marah mau menuruti ucapanya zubair tidak tega membuat pacarnya gelisah


'' aku ke sana sekarang bukain pintu ya ''


'' tentu saja mas aku menunggu kamu '' Rusni mengakhiri telf


Zubair tersenyum perasaan bahagia terpancar dari raut wajah kekasih hati menyuruh dirinya berkunjung ke rumah padahal sudah tengah malam


Rusni berdiri di teras rumah menunggu kedatangan zubair mondar mandir dengan gelisah was - was takut pacarnya tidak datang


Dirinya terlalu sayang takut zubair berbuat di luar batas tidak biasanya zubair membuat ulah srperti ini hanya masalah sepele ngambeknya bikin orang emosi


Tin tin tin


Bunyi suara klakson menyadarkan lamunan rusni bergegas membuka pintu pagar terlihat di pos satpam pak amir lagi tidur


Benar saja zubair menghambur kepelukan rusni keduanya berpelukan lama rusni merasakan pundaknya berat terlihat zubair tidur


hatinya mendengus kesal bingung bagaimana cara mindahin pacarnya dengan posisi berdiri lihat satpam bangun rusni memangil pakai isyarat


Satpam lihat anak majikan memangil begitu mendekat terkejut mendapati pacar rusni tidur di pundak dengan posisi berdiri


Tanpa banyak bicara satpam faham apa yang harus di lakukan tanpa banyak tanya langsung memindahkan zubait di kamar tamu


'' terima kasih pak ''


'' sama - sama nyonya ''


Pak amir kembali di pos jaga rusni menyelimuti zubair lalu keluar kamar menuju kamar pribadinya di lantai dua melanjutkan tidur yang sempat tergangu


rusni bangun kesiangan begitu juga zubair di balik selimut rusni bermalas - malasan berniat tidak kuliah juga ke kantor mata baru mau menutup suatu ketukan membuatnya kesal


'' tidak tau waktu amat masi mau tidur di gangu ''

__ADS_1


gerutu rusni beranjak dari kasur menuju pintu membukanya di ambang pintu zubair berdiri dengan sebuah senyuman manisnya


'' ada apa kamu senyum - senyum begitu macam orang gila saja ''


'' rusni sayang masa aku harus nangis bila di depan kamu kan ''


zubair menatap mara rusni terlihat masi ngantuk merasa bersalah gangu tidur kekasihnya


'' kamu lanjut saja tidurnya aku pamit mau pulang ''


Zubair berlalu dari hadapan rusni jalan menuruni tangga dengan pelan - pelan berharap rusni mencegahnya pergi ternyata benar baru sampai tiga tangga rusni bertetiak


'' mas zubair tunggu dulu ''


Rusni kini di depan zubair dengan nafas tesengal - sengal habis lari takut zubair sudah sampai pintu depan


zubair berhenti membalikan badan mendapati rusni lagi mengatur nafasnya pelan - pelan dengan memegangi kaki - kaki capek lari


'' ada apa kenapa nafas kamu seperti habis ngejar maling saja ''


Rusni tidak memperdulikan ucapan zubair malah selonjoran dekat tangga kakinya tidak mampu berdiri lama takut tergelincir


Zubair mendekati kekasihnya mijitin kaki rusni


'' kalau tidak kuat lari jangan lari bisa bahaya jika di paksakan nanti cedera kaki kamu ''


Bersambung


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Terima kasih readers terkasih


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2