TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

Zubair seketika membuka mata kala merasakan kepalanya mendarat di sebuah tangan.


'' mas kenapa tidur di lantai ''


'' harusnya tidur di mana kalau pintu di kunci ''


Rusni merasa bersalah setelah zubair menjawab atas pertayaan dirinya


Meraih tangan zubair memapahnya agar berdiri lalu di ajak masuk zubair dengan patuh mengikuti rusni masuk dalam kamar


rusni duduk di sisi ranjang zubair mengikuti duduk sebelahnya merebahkan kepala di pangkuan rusni wajah menghadap perut istri memeluk pingangnya


Naluri seorang istri tanganya bergerak mengelus rambut suami sambil berkata - kata


'' mas zubair maaf bukan maksudku meniggalkan mas ''


'' mas yang salah tidak bisa menjaga perasaan kamu sayang, mas selalu menyakiti dengan ucapan pedas ''


Zubair bangun dari atas pangkuan rusni meraih tangan istri mengecup berkali - kali


'' sayang tidak marah lagi kan sudah memaafkan mas apa belum sayang''


Rusni tidak dapat berkata - kata menghambur dalam dekapan suami menangis sesengukan


zubair membelai rambut dengan kasih sayang mengecup rambut rusni membiarkan istri menangis sepuasnya


Rusni capek menangis melepas pelukanya menatap zubair


'' mas apakah suatu saat kamu akan menduakan aku ''


'' aku tidak bisa berjanji karena tuhan membolak balikan hati manusia mas takut tidak bisa menepati janji jikalau nanti mas nikah lagi cintaku hanya untuk mu ''


Rusni menunduk lesu dengar jawaban suami tidak bisa berkata - kata lagi apa yang di ucapkan zubair benar adanya

__ADS_1


'' bila suatu saat mas menduakan aku bersikaplah adil dan satu lagi mulai bulan depan perusahaan akan di kelolah pak rudi orang kepercayaan papa ''


'' sayang kenapa mendadak begini ''


'' itu keputusanku selaku pemilik perusahaan mau aku apakan bukan urusan mas lagi tapi urusanku ''


'' aku mengerti terserah kamu yang berhak mengelola kamu aku hanya karyawan bukan pemilik ''


Zubair sadar dia hanya membantu rusni menikah denganya hanya membawa kolor saja pada saat itu belum bekerja sudah nikah hanya numpang makan dan tidur di rumah rani


'' sayang jangan lupa minggu besok ke rumah tante voni kamu ikut kan ''


'' iya mas aku ikut kita jadi menginap di rumah mama apa tidak''


'' tentu saja jadi mama kangen sama kamu ''


rusni merasa tidak enak mengeser posisi suami dengan orang lain sebelum menikah dengan zubair sudah memprediksi akan segala kemungkinan sudah memikirkan jauh - jauh hari


'' mas cepat mandi sebentar lagi waktu maghrib ''


Rumah yang dulu tingkat kini tidak lagi rusni tidak mau pembantunya kecapean membersihkan rumah setelah papa mamanya meningal merenovasi ulang rumah kini jadi miliknya itu


Rusni tidak suka hidup mewah baju yang di kenakan pun bukan brand ternama apalagi harganya wah kadang beli baju di pasar tradisional tanpa sepengetahuan zubair


Bukan pelit atau pun medit karena tidak suka foya - foya sedari kecil tidak perna di manja tapi di sayangi mama papa kepribadian yang di ajarkan neneknya di terapkan dalam kehidupan sehari - hari


Zubair keluar kamar menemui rusni lagi duduk lihat tv acara sore hari tidak suka film atau sejenisnya yang di sukai reality show sama berita bukan berita gosip - gosip ya


'' sayang kamu di sini rupanya lihat acara apa ''


'' lihat berita sini mas lihat musibah banjir melanda di negara kita ''


'' biasanya wanita suka film percintaan dan sejenisnya kenapa kamu lihat berita ''

__ADS_1


'' dengan melihat berita kita akan tau apa yang terjadi di propinsi paling ujung, mas sendiri suka lihat apa ''


'' berita seputar bisnis sekarang baranh apa yang paling di butuhkan masyarakat itu yang harus di produksi karena di pasaran belum ada akan cepat laku ''


'' aku kurang faham soal bisnis mas''


'' kalau tidak faham kenapa waktu kuliah ambil jurusan bisnis ''


'' memenuhi tuntutan papa karena aku anak satu - satunya dari pada perusahaan tidak bertuan aku nurut saja sekarang buktinya aku tidak perlu ke kantor cukup di rumah pundi - pundi rupiah mengalir sendiri''


'' enak jadi seorang rusni jadi bos tanpa harus kerja ''


'' dari pada aku yang pegang tidak tau apa - apa lama - lama bangkrut ''


'' aku nikah sama kamu tidak punya apa - apa sayang ''


'' mas kamu seorang laki - laki kepala rumah tangga harus punya sesuatu masa mengandalkan perusahaan istri saja ''


Zubair tidak sakit hati sedikitpun dengan ucapan rusni kenyataan bicara begitu


'' mas akan berusaha kamu doain mas punya perusahaan sendiri malu dong istri punya perusahaan suami cuma sebatas karyawan saja ''


rusni mengalihkan pembicaraan agar zubair tidak merasa terpojok


'' mas besok ke rumah mama berangkat jam berapa''''


'' setelah maghrib saja jangan lupa bawa baju ganti ''


'' iya mas zubair aku tidak lupa''


Bersambung


Terima kasih

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2