
hari berganti kini sudah mulai terlihat makin sepi orang orang pada pulang
rumah Rani kembali sepi dari sanak saudara.
Alif dan mama belum pindah ke rumah Rani harus mengemasi barang yang akan di bawa ke rumah Rani.
tidak banyak barang yang di bawa hanya baju peralatan makeup yang akan di bawa.
Zubair yang hampir sampai ke rumah via telepon.
'' halo ''
'' kakak sudah sampai mana ''
'' kami sudah siap untuk di jemput ''
'' tunggu sebentar lagi akan tiba''
sambungan telepon tersebut terputus Alif menunggu kakak datang duduk di kursi teras rumah minimalis.
tidak lama mobil yang di kendarai Zubair tiba kini sudah di depan rumah via.
'' kakak lama sekali aku tidak sabar menunggu kakak.
'' sabar adik jalan raya rame banget ''
via lihat perdebatan kakak beradik itu juga jengah sendiri akhirnya melerai pertikaian antara mereka yang hampir selalu aneh.
Zubair memasuki barang yang akan di bawa ke rumah Rani.
mereka masuk mobil yang di kendarai Zubair memasuki rumah Rani.
Zubair mengeluarkan barang yang mereka miliki di bawa masuk ke kamar.
Rani menyambut kedatangan keluarga yang akan tinggal di rumah Rani.
__ADS_1
Zubair pamit pulang karena sebentar lagi akan ke kantor urusan kerjaan yang hampir telat datang.
dalam perjalanan menuju kantor Zubair tiba tiba gelisah hati pikiran tidak tenang teringat istri di rumah sendiri pembantu izin pulang.
dalam sekejap mobil yang di kendarai Zubair putar balik tak lama kemudian tiba di rumah sendiri.
kekhawatiran pada istri begitu kuat sehingga pada saat memasuki rumah istri tidak sadarkan diri.
segera mengangkat badan Rusni yang terkulai lemah di lantai ruang tamu.
terburu-buru memindahkan tubuh Rusni ke dalam mobil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
hanya dengan waktu singkat tiba di rumah sakit Zubair memasuki rumah sakit dengan teriakan.
para perawat dengan tergesa-gesa mendorong brankar ke arah ruang UGD untuk di periksa dokter.
Zubair dengan setia menunggu istri di ruang tunggu hati dan pikiran gelisah tidak menentu seperti orang bingung.
sampai tidak sempat menghubungi mama tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan memanggil nama keluarga pasien.
Zubair segera mendekat ke arah dokter
'' istri anda mengalami pendarahan kondisi tubuh tidak ada masalah hanya butuh istirahat yang cukup sebentar lagi akan sadarkan diri.
'' terima kasih dokter ''
Zubair ke ruang dokter lalu duduk menunggu istri di bawa ke ruang perawatan.
mengengam tangan Rusni dengan mengusap kepala istri dengan kasih sayang.
beberapa menit berlalu Rusni membuka mata dan menatap suaminya tersenyum manis.
'' mas bagaimana keadaan anak kita apakah baik - baik saja ''
'' tenang kan pikiran kamu sayang anak kita kuat dia masih di sini ''
__ADS_1
Zubair mengelus perut istri yang sudah besar ajak anak bicara
seminggu kemudian karena kondisi tubuh Rusni membaik boleh pulang selama seminggu Zubair tidak memberikan kabar pada mama nya.
'' mas tidak kasih kabar Mama .
'' tidak nanti ngerepotin aku kan bisa menjaga kamu sayang.
Rusni bahagia mempunyai suami seperti Zubair perhatian pengertian dan sabar tidak terasa air mata keluar begitu saja.
Zubair menghapus air mata yang keluar dengan tangan.
'' kamu menangis kenapa ? ''
'' bahagia mempunyai suami seperti kamu sayang ''
Rusni mengemasi barang-barang Zubair mengurus biaya administrasi setelah selesai keduanya keluar dari ruangan menuju parkiran mobil.
selama perjalanan suami istri itu diam saja dan tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi mendarat di rumah sendiri.
bibik menyambut kedatangan majikan mendengar kabar bahwa hari ini sudah pulang
dengan sigap pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah Zubair ambil barang yang di bagai membawanya masuk ke dalam rumah.
'' bubuk masak apa ''
'' masak sup ayam goreng kremes kesukaan anda ''
'' terima kasih bik ''
'' sama-sama nyonya ''
pasangan suami istri duduk di kursi karena lapar segera menyantap makanan kaya serat untuk tubuh Rusni.
tiba tiba bibik datang menyodorkan sebuah undangan kepada majikannya.
__ADS_1
Zubair menerima tapi belum membaca hanya menaruhnya saja di meja makan
bersambung