
hari yang melelahkan bagi rusni dari bagun hingga tidur kembali
'' selamat siang bu ini berkas yang harus ibu tanda tangani ''
Asisten rusni menyodorkan berkas rusni meraihya membaca dengan teliti
'' tolong bacakan agenda besok ''
Rusni selalu tanya agenda esok hari takut bentrok antara jadwal kuliah dan meeting harus diatur sedemikian rupa
'' untuk besok ada pertemuan di resto xx dengan klain jam 3 sore ''
'' terima kasih besok aku tidak ke kantor pagi sampai siang kuliah untuk pertemuan kita ketemuan di resto saja biar kamu tidak bolak balik jemput aku ''
Asisten angukan selanjutnya undur diri keluar dari ruangan rusni
'' kapan kelarnya pekerjaan ini setiap hari berhadapan setumpuk ''
Gerutu rusni mulai jenuh menghadapi pekerjaan ingin istirahat tidak bisa otaknya di peras dengan tugas kuliah dan.pekerjaan kantor
'' mungkin benar apa yang di katakan zubair setelah lulus lebih baik di rumah jadi ibu rumah tangga tidak perlu repot - repot kerja ''
'' baiklah zubair akan ku tantang dirimu tidak perlu menunggu wisuda tiga bulan lagi kamu ajak menikah aku mau '' suara hati rusni
Hari makin gelap rusni masih berkutat di ruanganya belum beranjak sedikitpun hingga terdengar suara ketukan
Tok tok tok
'' masuklah ''
Jawab rusni dari dalam ruangan terdengar langkah kaki mendekat ke arah meja kerja rusni
'' sayang ini jam.berapa kamu belum pulang ''
Suara yang selalu memanjakan dirinya kini ada di ruangannya sontak rusni angkat kepala menatap laki - laki yang selalu ia cintai
'' mas zubair kamu kesini menjemputku ''
suara rusni bergetar merasa terharu baru kali ini zubair menjemput dirinya di kantor
'' aku telfn tidak kamu angkat ke rumah kamu belum pulang ya aku ke sini ''
__ADS_1
Rusni membuka tasnya di layar tertera 20 pangilan tak terjawab merasa bersalah rusni berdiri memeluk zubair
'' maaf mas hpnya aku silet takut ada yang gangu lihat pekerjaanku setumpuk belum nanti kalau sekripsi apa otak ku mampu menampung begity banyak tugas kantor dan kuliah ''
'' mas yakin kamu mampu dan kuat ''
Rusni memeluk zubair seharian kerja kini dirinya butuh sandaran zubair membalas pelukan rusni keduanya berpelukan lama
rusni merasa nyaman dalam pelukan zubair membuat dirinya tertidur zubair melihat rusni tidur merebahkan di sofa
Zubair membereskan meja meraih tas rusni lalu di selempangkan mengendong rusni merasa kasian melihat sang kekasih berjuang sendiri
Zubair menuju lif menekan tombol begitu terbuka segera masuk begitu sampai bawah menekan tombol saat keluar lif melihat ada satpam zubair minta tolong
'' maaf pak bisa minta tolong ''
'' apa yang harus saya lakukan pak ''
'' tolong ambilkan mobil saya bawah ke sini ''
Satpam jalan ke arah parkiran begitu menekan tombol lampu mobil menyala satpam masuk menjalankan mobil ke depan lobi
Begitu sampai segera turun membukakan pintu depan agar bosnya di tidurkan dengan posisi nyaman
Zubair menyodorkan uang warna merah sebanyak 2 lembar pada satpam
'' terima kasih tuan ''
'' sama - sama ''
Zubair meningalkan kantor rusni melajukan mobil ke arah rumah rusni
Tak butuh waktu lama kini mobil zubair terparkir depan rumah rusni melirik kekasihnya sekilas tidurnya masi nyenyak tidak tega membangunkan
Mengendong rusno kembali satpam melihat itu membantu membuka pintu rumah lalu menutup pintu mobil
Bibik melihat zubair gendong rusni begegas memgikuti bantu buka pintu kamar
'' tuan mau minum apa atau makan akan bibik siapkan ''
'' tidak perlu repot - repot bik bikinin teh hangat saja ''
__ADS_1
Zubair kini duduk di ruang keluarga menunggu bibik buatin teh sambil otak atik hp
'' tuan ini minumnya dan camilanya ''
'' terima kasih bik habis ini aku langsung pulang tolong rusni di jaga''
zubair menengak teh hinga habis pamit pulang
Bibik antar zubair hingga pintu depan
Zubair masuk mobil melajukan mobil menuju rumah orang tuanya baru satu langkah memasuki pintu ada yanh memangilnya
'' zubair dari mana saja kamu nak ''
yang di pangil menoleh ke arah suara mendapati papanya duduk manis di kursi ruang tamu sedang menatapnya
'' papa zubair kira siapa ''
'' kamu kira aku ini hantu hmm ''
Tanpa bersalah zubair terkekeh sambil mengaruk kepala yang tidak gatal mendekati sang papa duduk di sampingnya
'' tumben papa duduk di sini sendiri mama mana biasa nempel di manapun papa berada ''
'' mama kamu sudah tidur papa kesepian nunggu kamu lama pulangnya ''
'' emang ada yang mau papa omongin sama zubair atau ''
'' papa cuma butuh teman bicara tidak ada lainya zubair ''
'' papa kan bisa duduk di teras ajak bicara pak kunto satpam bukan untuk jaga rumah saja pa bisa juga teman bicara kala kesepian ''
Bersambung
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
__ADS_1
Terima kasih readers terkasih
💖💖💖