
Begitu di depan ke 2 istrinya ahmad menunduk takut.
Via dan rani saling pandang yang suka usil rani sejurus kemudian rani berucap
'' mas apa lantai itu istri kamu ''
Ahmad mengangkat kepala menatap rani penuh tanya di liriknya via sekilas
karena tidak di jawab rani mengulang pertanyaannya
'' istri kamu siapa lantai atau kami berdua ''
Ahmad makin melotot ke arah rani ketahuan menikah lagi
'' mas nyalimu menghadapi 2 istri begini begitu di tanya tidak bisa jawab ''
'' apa maksud kamu ''
'' dia istri kedua kamu kan jawab mas ''
Dengan menunduk ahmad angukan kepala.
'' mas aku butuh jawaban dari mulut kamu bukan dengan isyrarat atau suaramu hilang gara - gara ''
Ucapan rani terpotong karena suaminya berkata.
'' stop sudah jangan di lanjut perkataan kamu.
'' Iya dia istriku aku menikahinya 18 tahun yang lalu ''
'' apa 18 tahun cuma menghasilkan satu anak sana bikin lagi 2 atau 3 anak lagi ''
Mendengar ucapan rani ahmad seketika gendong via di ajak ke kamar tamu.
Via yang dalam gendongan ahmad memukul dada suamiya agar di turunin.
Rani hanya geleng - geleng saja maklum suaminya puasa hanpir 6 bulan.
'' hai mas ahmad ''
Teriak rani membuat langkah ahmad terhenti seketika
'' apalagi katanya di suruh bikin anak banyak - banyak ''
Gerutu ahmad lagi on di pangil mulu dari tadi
'' mau bikin sekarang lalu aku kamu biarkan tanpa ada yang menemani kalau gitu turunkan via nanti malam saja ''
rani hendak ngerjain suaminya lihat eksoresi ahmad lagi on telihat lucu membuatnya tertawa
__ADS_1
Haaa haaa haaa
Via dan ahmad saling pandang ketika rani tertawa dalam hati keduanya bertanya - tanya
'' sayang nangung sebentar saja ya ''
Rengek ahmad seperti anak kecil minta beli mainan.
'' aku kasih waktu 5 menit mau ''
Ucapan rani bikin ahmad bingung hanya memberi waktu singkat lalu ahmad minta negosiasi
'' 5 menit baru pemanasan belum inti pendinginan ''
Via dan rani tertawa dengar penjelasan suami mereka seperti hendak senam
'' masi untung bisa pemanasan 5 menit ''
ahmad begitu dapat kode langsung semangat
'' ya sudah sana cuma 30 menit nanti aku telf via harus ke sini ''
Ahmad menurunkan via mengecup bibir rani sekilas
'' mas masa di kecup doank cium dong ''
Via berucap mengkode ahmad
'' meski kami sekongkol kamu yang untung banyak sini via batalkan kencan di atas kasur ''
Jawab rani tidak terima di katain sekongkol dengan madunya
'' jagan di batalin sayang aku mohon maaf deh tidak akan ku ulang lagi ''
'' sudah sana keluar nanti malam saja di atas kasurnya ''
'' sayang kamu tidak kasian sama aku lihat adik ku minta di sayang ''
Rani dan via menatap sesuatu yang di tunjuk ahmad barusan karena kejahilan rani
'' main solo saja sana ''
'' mana enak boleh nya via aku pinjam sebentar 30 menit sesuai janji tadi ''
Rani akhirnya memberi izin dengan semangat ahmad menarik tangan via karena tak sabar mengedongkan langkahnya begitu cepat karea hasrat sudah sampai ubun - ubun
Rani senyum senyum sendiri bila ingat suaminya memohon seperti bukan ahmad yang di kenal dulu
'' mas dulu kamu menduakan aku dengan sahabatku risti sekarang via teman anak kamu perempuan yang sangat di cintai anak kamu ''
__ADS_1
guman rani dalam hati kali ini tidak bisa marah apalagi egois karena madunya masi muda dan labil
Hanya bisa merestui agar suaminya bahagia kedatangan bibik membuyarkan lamunan rani
'' nyonya ayo makan dan minum obat biar cepat sembuh ''
Rani menyuap nasi yang di bawa bibik dengan lahap
Bibik tersenyum lihat nafsu makan seperti sedia tidak seperti kemarin - kemarin malas makan badanya lemas kini bertenaga
'' nyonya mau nambah apa ''
'' ikan sama sayur ''
Dengan sigap melayani majikan pergi ke dapur ambil apa yang di butuhkan sang majikan
'' terima kasih bik ''
Rani selesai makan ahmad datang via sembunyi di balik punggung suami malu di lihat rani rambutnya basah
'' sayang sudah makan ''
'' via mana mas ''
Ahmad putar badan karena dari tadi via di belakangnya
'' ngapain sembunyi terus di cari mbak yu kamu ''
Ahmad geser badan biar kelihatan rani tersenyum lihat via malu
'' via sini kamu keluar mas aku mau bicara berdua saja ''
'' lho sayang aku di sini saja ya ''
'' mas kamu sudah dapat vitamin dari via sekarang keluarlah aku ingin berdua dengan via ''
'' baiklah via kalau dia jahil sama kamu pangil aku ''
Rani melempar bantal ke arah ahmad tepat kena mukanya
'' istri - istri kalau sudah kumpul begini amat aku di lupakan ''
'' bukan di lupakan malah makin lengket ''
Haaa haaa haaa
Tawa rani mengejek suami keluar kamar
Bersambung
__ADS_1
💖💖💖