TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

Ahmad pulang ke rumah sedang anaknya ke arah kantor rusni di mana dirinya bekerja mengelolah perusahaan istri.


Ahmad tiba sampai rumah segera turun dari mobil jalanya tidak stabil bukan karena habis minum karena kurang enak badan.


Supir lihat jalan majikan dengan cepat turun lalu memapah masuk dalam rumah.


Rani lihat suami jalan di pegangi supir segera mendekat menempelkan tangan ke dahi ahmad panas.


'' pak tolong antar sampai kamar ''


'' baik nyonya ''


Ahmad di bimbing ke kamar sang majikan begitu masuk lalu merebahkan di kasur supir undur diri.


'' mas kalau sakit kenapa kerja istirahat dulu kan bisa ''


'' rani alif sama via mana ''


'' mereka ada di taman belakang pa''


'' ku kira sudah pulang ''


'' belum, lebih baik mas tidur ''


Rani menyelimuti ahmad lalu keluar kamar hendak memberi kabar pada via dan alif.


Sampai taman belakang rani berkata pada dua wanita yang sedang melakukan yoga.


'' via boleh bicara sebentar ''


Via mengakhiri gerakanya mendekat ke arah rani duduk sebelahnya.


'' ada apa mbk rani ''


'' mas ahmad sudah pulang sekarang lagi sakit apa kamu tetap pulang atau masi menginap di sini ''


'' aku tetap di sini mbk alif biar pulang besok sekolah lagi pula seragam ada di sana ''


'' alif rencana pulang jam berapa biar di antar pak edi ''


'' nanti aku tanya lagi mbk ''


'' aku ke kamar dulu mau lihat keadaan mas ahmad ''


Via angukan kepala menatap rani jalan ke arah kamar hinga tidak terlihat, lalu ke taman belakang menemui sang anak.


'' alif sini nak mama mau bicara ''


'' mama di sini beberapa hari atau minggu tidak tau karena papa sakit, kamu pulang jam berapa ''


'' jika papa tidak tidur alif pamit sekarang agar bisa bersih - bersih rumah ''


'' seperti tidur coba lihat barang kali tidak tidur ''


Alif jalan ke kamar rani sebelum masuk mengetuk pintu.


Tok tok tok


'' masuk pintu tidak di kunci ''


Setelah ada jawaban dari dalam alif meraih handle pintu membuka pelan - pelan, melihat ahmad terlelap tidak berani mengangu istirahatnya.

__ADS_1


Rani sedang menutup jendela balik badan melihat ada alif mendekat mengajak duduk di sofa berbincang ringan.


'' mama rani aku hendak pulang sekarang mau pamit papa masi tidur''


'' mau nunggu sampai papa kamu bangun lama nak, kalau mau pulang sekarang pulanglah barang kali ada yang ingin kamu kerjakan di rumah ''


'' nanti papa mencari alif ma ''


'' nanti mama akan menjelaskan pada papa ''


Alif menghambur ke pelukan rani hatinya bahagia punya dua mama sangat pengertian dan sayang pada dirinya.


Alif memeluk rani sangat lama, rani juga membalas pelukan alif membelai rambut hitam nan indah bak gelombang.


Alur jam berputar rani dan alif posisi masi berpelukan sambil melihat laki - laki terkulaih lemah di atas ranjang.


Tak lama alif melepas pelukan meraih tangan rani mengecup dengan khikmat.


'' mama alif pamit pulang kasih kabar alif jika ada apa dengan papa''


'' iya sayang do'ain saja semoga papa cepat sembuh ''


Alif meningalkan kamar orang tua mencari mama via mau pamit ternyata yang di cari duduk depan tv.


Dengan langkah lebar alif mendekat duduk sebelah kiri seketika memeluk membuat via terkejut.


'' alif kebiasaan deh membuat mama kaget gimana kalau jantungan ''


'' mama via sehat selalu tidak ada penyakit apapun ''


'' terima kasih do'anya sayang ''


Setelah pamit alif begegas pergi di antar supir dalam perjalanan hatinya gelisah tapi di tepis karena besok sekolah harus mempersiapkan apa saja pelajaran esok hari.


Hanya 15 menit mobil yang di tumpangi sampai rumah terlihat halaman kotor banyak debu daun - daun berserakan di tingal 2 hari seperti si tingal seminggu.


Mobil yang mengantar kembali pada pemiliknya dia sendiri masi termenung pikiran entah kemana hati semakin tidak karuan dengan berat hati meraih hp menelfon via.


Tut tut tut


'' halo alif mobil baru di parkir kamu sudah telfon ''


'' di sana tidak terjadi apa - apa kan mah ''


'' di sini tidak ada apa - apa tenangkan hatimu sekolah yang pintar belajar yang rajin selama mama di sini ''


'' iya ma, aku kan anak penurut sudah ya ma via mau bersih - bersih''


Telfn terputus via tidak mengabari alif takut selama sekolah tidak konsentrasi.


Setelah alif pergi ahmad sang suami di larikan ke rumah sakit badanya mengigil panas suhu badanya tinggi.


Sekarang via dan rani ada di rumah sakit menunggu hasil pemeriksaan dokter.


2 sampai 3 jam duduk di ruang tunggu akhirnya dokter keluar rani segera mendekat begitu juga via.


'' dok bagaimana keadaan suami kami ''


Dokter menatap dua wanita depan silih berganti ternyata pasien yang di rawat punya 2 istri.


'' mari bu ikut ke ruangan saya ''

__ADS_1


Kedua istri ahmad mengikuti langkah dokter menuju ruangan pribadi.


'' silahkan duduk bu ''


Setelah dua wanita duduk dokter baru mulai pembicaraan menjelaskan dengan detail lalu berkata.


'' pak ahmad menderita penyakit jantung bu sel darah putih juga kurang jadi pal ahmad harus di rawat ''


'' lakukan yang terbaik buat suami saya dok ''


'' baik kami akan berusaha semampu kita ''


Setelah mendapat penjelasan dari dokter rani dan via keluar menuju ruangan di mana ahmad di rawat.


'' via apa alif tidak kamu kasih kabar''


'' tidak aku kabari sekarang dia baru sampai rumah bersih - bersih pasti capek ''


Rani mencerna ucapan via barusan lalu angukan kepala pertanda faham maksud dari perkataan via.


'' rusni dan suami tidak mbak telf ''


'' oiya terima kasih sudah di ingatkan ''


Rani ambil benda pipi dalam tas lalu telfn rusni dulu bila telf anak takut ngangu karena lagi kerja.


Tut tut tut


Rusni lagi lihat tv meraih hp di samping tanpa melihat layar siapa yang telf mengeser saja tanpa melihat.


'' halo ''


'' rusni ini mama rani ''


'' iya ma ada apa ''


'' papa di rumah sakit nanti kalau suami kamu pulang kabari ''


'' papa sakit apa ma ''


'' sakit jantung sudah begitu saja akabar dari mama ''


'' iya ma ''


Tetlf terputus rani menyimpan kembali hp dalam tas.


'' mbak rani ayo kita cari makan jangan sampai nanti suami kita asembuh ganti kita yang sakit "


rani menyetujui ucapan via keduanya keluar dari ruangan ahmad di rawat.


Lorong rumah sakit nan panjang di lewati dengan santai kedua istri ahmad mencari kantin.


Rani dan via duduk memesan nasi gudeg untuk rani via sendiri rawon dengan nikmat melahap sampai tandas.


Makan telah usai segera membayar kembali ke ruang ahmad di rawat jalan sambil bercanda melewati lorong yang tadi di lewati.


begitu sampai depan kamar rani meraih handle saat kaki akan masuk ada yang memangil sontak kaki kembali mundur mencari arah suara.


Bersambung


... ...

__ADS_1


__ADS_2