TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

indahnya sinar matahari kala senja mata tak jub memandang keindahaan ciptaan sang pencipta


Burung - burung terbang menghiasi langit berkicau riang bak sebuah lagu kesunyian


Rani dan rusni usai olah raga bermandi keringat terlentang di tepi kolam renang sambil bermain air


Mata keduanya menatap langit begitu luas mengelilingi seluruh alam jagad raya,


besar kuasa allah sang pemberi nikmat pada semua umat manusia di sela - sela keheningan terdengar suara orang memangil


'' sayang kamu di sini rupanya ngapain rebahan di sini nanti masuk angin menantu berdiri ''


Rusni berdiri begegas masuk rumah malu di lihat mertua selain itu juga sang mertua selalu kemesraan tak pandang tempat


Rani terkejut dan hampir terjatuh ke kolam renang ahmad dengan sigap menarik biar tidak jatuh


'' aduh mas bisa tidak suara di pelanin sedikit bikin orang jantungan saja ''


Tanpa pikir panjang ahmad gendong rani di dapur berpapasan dengan bibik rani malu sembunyi di balik dada suaminya.


Langkah kaki ahmad dengan pasti membawa istri masuk kamar mandi rani hendak protes kedahuluan suami mengecup bibir nya.


'' kalau protes aku cium ''


Rani hanya diam seribu bahasa ahmad tersenyum terlihat kali ini istrinya patuh


'' aku mandi duluan bantu sabunin ''


'' aku seperti memandikan bayi besar ''


Rani sambil sabuni badan ahmad ngoceh dan mengerutu


'' sayang kalau bibir kamu tidak diam aku cium beneran mau ''


Rani selesai sabunin ahmad kini gantian tapi ahmad sudah pakai handuk


20 menit berlalu keduanya keluar posisi rani masi dalam gendongan ahmad


'' mas ada angin apa ini tumben romantis ''


'' Lebih romantis mandi berdua di parang tritis ''


Jawaban ahmad menohok bikin rani hanya geleng - geleng

__ADS_1


'' sini rambut kamu aku keringin ''


rani bisa nurut apa ucapan suami hanya duduk manis nunggu rambut kering


10 menit ahmad selesai mengeringkan rambut rani lalu menyisir dengan hati - hati takut rontok


di sisi lain rusni membersihkan badan hinga rapu suami masi terlelap mendekat meniup mata zubair


'' bangun mas bentar lagi waktunya makan malam bila tidak makan nanti kamu kelaparan ''


Cup cup cup


zubair mengecup rani sekilas lalu bangun menuju kamar mandi rani menyiapkan baju untuk suami


15 menit telah lewat zubsir baru keluar menatap rusni hari ini sangat cantik beda dengan hari - hari yang lain


Meraih baju memakai depan istri rusni sendiri cuwek sudah terbiasa lihat itu setiap hari


Bahkan membantu suami pakai baju seperti anak bayi di bajuin ibunya bagi zubair dan rusni hal biasa


'' ayo mas di tunggu mama papa ''


Zubair gandeng tangan rusni menuruni tangga bareng


Zubair lihat kedua orang tuanya bengong lalu bertanya apa yang membuat mereka menatap dirinya dan istri sampai segitunya


'' papa mama lagi melamunin apa hayo ''


Rani dan ahmad tersentak bingung mau jawab apa hanya senyum - senyum sendiri malu ketahuan anak sama menantu


'' mas mama dan papa teringat masa jadi pengantin baru duu ''


Bisik rusni pada telinga zubair tapi ahmad dan rani masi dengar


'' nak rusni tau saja apa kamu seorang paranormal yang bisa membaca pikiran orang ''


'' tidak juga ma hanya asal tebak saja ''


'' asal tebak tapi kenapa bisa betul semua apa kamu terlahir indigo nak''


'' kapan makanya kalau bicara terius tidak usah makan saja sekalian ''


'' nak rusni suami kamu dahulukan biar diam dari tadi ngobroll apa tidak capek tu mulut ''

__ADS_1


Zubair ambil nasi sediri tidak mau merepotkan rusni


'' mama ngajari menantu tidak benar yang lebih tua harusnya faham sama ysng muda ''


Rani tidak membantah ucapan zubair hanya diam saja bisa runyam bila meladenni perkataan samg anak


'' mama besok jadi kerumah alif ''


tanya rusni mengalihkan pembicaraa ''


'' sayang kamu tidak sopan memotong pembicaraan suami ''


'' dari pada akhirnya bertengkar ''


''kamu emang menantu idaman sayang ''


puji rani pada menantunya yang selalu membuat hati adem


'' rani di puji mulu aku sebagai anak tidak perna sama sekali ''


''coba kamu kroscek lagi ucapan kamu zubair ''


zubair kecewa istrinya di sanjung di puji puluhan kalu dirinya belum perna sekali pun di puji


Biasa rasa iri akan muncul pada siapa pun, manusia di ciptakan banyak kelemahan


Di dunia ini tidak ada super hero yang jadi super hero hanya tuhan mengatur segala alam, alam duniawi dan alam surgawi, tidak seorang pun mampu menandingi kekuasaanya.


Zubair menunduk lesu menatap tajam mamanya yang mengagung - agungkan rusni sang menantu bak dewi dari kayangan


'' sudahlah begitu saja iri tidak pantas laki - laki iri sama wanita nak''


'' begitu kah pa ''


'' laki - laki harus kuat biar bisa menjaga dan melindungi baik itu mama adik istri atau mbk bila punya kakak perempuan ''


'' tapi zubair tidak bisa bela diri papa selama ini papa tidak perna mengajari ''


'' kamu sudah besar bisa cari guru sendiri kenapa sekarang papa yang di salahkan ''


Bersambung


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2