TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
8


__ADS_3

kasih sayang sama saudara tidak akan pudar selama silaturahmi terjalin


'' kamu hormat siapa dalam rumah tidak ada bendera ''


voni memukul ahmad bertubi - tubi.


'' adek kakak yang cantik sudah nanti badan kakak kurus ''


'' aku pukul seribu kali tidak akan kurus ''


ahmad menangkap tangan voni memeluk sang adik penuh kasiih sayang.


'' aku cuma punya satu adik ''


'' berapa tahun kamu tak pulang kakak mama kangen banget ''


'' maafkan voni bertahun - tahun tidak pulang ''


hiks hiks


'' sudah jangan nangis kakak ingin lihat kamu bahagia ''


tiba - tiba keisengan voni muncul tanganya mencupit pingang ahmad,


'' voni berani ya cubit kakak ''


voni mengelitiki pingang ahmad hingga tawa terpingkal - pingkal.


ahmad mencubt pipi voni.


'' kakak balas dendam ya ''


voni balas cubit pipi ahmad.


ahmad mencium pipi voni


'' kakak jangan cium voni pipi ini tuk suami bukan buat kakak ''


'' sebelum ada suami maka kakak berhak mendapatkan lebih dulu ''


'' tapi aku tidak mau bikin najis ''


'' najis emang kakak kotoran babi apa ''


perdebatan dua saudara lama tak jumpa harus berakhir karena sudah malam ahmad voni ke kamar masing - masing.


terdengar adzan mengema bangunkan orang terbuahi mimpi.


rani beraksi kucek baju sambil bernyanyi ria


tanpa sadar suaranya terdengar ahmad sedang di dapur ambil minum


" suaramu merdu sekali ngapain jadi babu kenapa tidak jadi penyanyi saja''


" terserah aku bukan urusanmu "


jawab rani dengan ketus bila ahmad mendekati pasti akan usil.


" dasar babu sialan "


rani dan ahmad berdebat tiada henti tak ada yang mau mengalah.


voni datang melerai pertengkaran mereka hinga akhirnya rani mengalah pergi meningalkan ahmad sama voni.


" kakak kenapa suka banget usilin sama art ''


'' atau jangan - jangan kakak suka sama mbak rani "


" ngawur kamu mana ada art jadi nyonya"


" siapa tau terjadi di rumah ini mas "


" voni jaga bicaramu aku pastikan itu tak kan terjadi titik "


" pakai titik kek koma kek bila sudah takdir kak mau apa ''


'' sudahlah kak kalau suka bilang saja nanti buru di embat orang ''


ahmad berlalu meninggalkan voni, males meladeni voni yang tiada ujungnya


entah mengapa ahmad suka sekali mengomeli rani.


tiap hari suka memerintah sesuka hati melayani ahmad layaknya istri padahal ia hanya art.


tiap hari rani emosi jika sudah di pangil ahmad.


" bik rani mana "


" rani lagi cuci di belakang den "


" pangil dia suruh ke depan "


bibik tanpa bicara bergegas memangil rani takut kena marahi sama ahmad

__ADS_1


" mbak rani di pangil calon suami "


rani bengong mendengar ucapan bik pur.


" maksud bibik apa siapa calon suami yang mana "


" itu aden ahmad cari kamu biasa melayani keperluannya "


" aku tidak akan mau jadi istri den ahmad "


''siapa juga mau menjadikan kamu istriku jangan ge er ''


sahut ahmad begitu dengar celotehan bik pur dan rani


bik pur serta rani terkejut segera menoleh ke arah suara.


" ayo cepat ke depan ku tunggu dari tadi malah asyik ngobrol "


ahmad meningalkan dapur menuju ruang tamu menunggu rani.


rani berjalan mengikuti ahmad dengan mengerutu.


" rani kalau jalan cepat dikit jangan kayak keong"


" seperti biasa kamu tahu kan maksudku "


rani hanya mengangukan kepala


memasang sepatu ahmad seperti biasa.


begitu selesai rani pergi meningalkan ahmad.


" rani aku belum menyuruhmu pergi "


" apa lagi den ahmad tugasku kan sudah selesai "


" sebelum aku berangkat kamu jangan pergi dulu "


" mana ada peraturan seperti itu lagian saya bukan istri anda "


" kau berani membantah perintahku "


" kenapa tiap hari mengomeli aku sepertinya harimu tidak akan lengkap tanpa berdebat denganku "


ahmad pergi tanpa menjawab pertayaan rani.


rani mengerutu kesal tiap pagi selalu debat sama ahmad.


berlalu dari ruang tamu menuju belakang lanjut cuci baju yang tertunda tadi


perintah bibik pada rani sedang jemur baju


tugas selesai bergegas menuju dapur menemui bibik makan bersama.


" sudah beres bik dapurnya "


tanya rani menatap dapur sudah rapi bersih


" sudah setelah ini kita bersihin rumah "


" oke siap bik pur ''


dengan memberi hormat


bik pur tersenyum lihat tingkah rani merasa lucu.


senang ada teman bicara saat kejaan kelar siang berganti sore.


ahmad pulang lebih cepat dari biasanya.


'' voni di mana bik ''


'' di kamar den ''


ahmad ke kamar voni di ketuk pintu kamarnya.


tok tok.


'' bentar sahut voni ''


voni memutar knop pintu nampak sang kakak berdiri


'' ada apa kak''


'' jam segini baru bangun cepat mandi ikut kakak ''


'' kemana kak ''


'' jangan banyak tanya buruan, sebelum kakak berubah pikiran '' '


'' oke kakak '-


voni mengecup pipi ahmad dengan cepat.

__ADS_1


buru - buru tutup pintu tak lupa di kunci sebelum di omelin ahmad meraih handuk ke kamar mandi.


sedangkan ahmad meraba pipi bekas kecupan voni.


''di kecup adik rasanya begini gimana jika di kecup pacar ''


ahmad melamun membayangkan di kecup pacar


voni keluar kamar keadaan sudah rapi cantik dengan dandanan modis.


saat hendak turun tangga ahmad memangil sang adik


'' voni sudah siap belum ''


'' kakak tak usah teriak - teriak voni di sini da siap dari tadi ''


'' wiihh adik kakak cantik sekali ''


jari ahmas mentoel dagu voni


'' iihh kakak genit deehh geli tau ''


'' kakak belajar genit sama kamu ''


'' siapa tau nanti bisa rayu perempuan cantik''


'' uda ayo jadi berangkat apa tidak ''


'' jadi donk bila tidak jadi kecantikan adik kakak hilang nanti ''


voni mencubit pinggang sang kakak dari tadi goda melulu.


'' lebih baik goda pacar kakak ''


'' pacar apaan mau cari saja tak sempat kakak ni tugasnya kerja kerja kerja dan kerja '


'' belum punya istri saja kerja terus ''


'' justru itu nanti bila punya istri waktu kerja di kurangin ''


'' di kurangin apanya makin sibuk hinga tak ada waktu buat istri ''


'' huss tak boleh bicara seperti itu ayo masuk mobil bicara mulu kapan berangkatnya ''


voni ahmad segera masuk mobil dalam perjalanan voni hanya diam saja tak berani bicara


sang kakak bila lagi nyetir tak mau di gangu berapa lama mereka sampai tujuan.


'' ayo turun '' perintah ahmad.


keduanya turun ahmad gandeng tangan voni.


meraka masuk ke sebuah resto hari ini teman ahmad ulang tahun sengaja ajak voni biar tak ada yang mengoda dirinya.


'' kak ini acara apa ''


'' ulang tahun teman kakak ''


''oohh ''


ahmad dan voni tiba di sebuah ruangan


'' brow saya kira tidak datang ''


'' ya datang lah ''


ahmad beralih berbisik pada voni jangan banyak bicara


'' voni hanya mengagukan kepala ''


'' brondong baru brow ''


'' ya begitul lah '' jawab ahmad


ahmad terus gandeng tangan voni takut adiknya ada yang goda.


voni berbisik di telingga ahmad.


'' kapan kita pulang ''


'' bentar lagi ''


ahmad hendak pamit pada temanya yang lagi ulang tahun


BERSAMBUNG


Jangan lupa


like


komen


vote

__ADS_1


🌹🌹🌹 terima kasih 🌹🌹🌹


__ADS_2