TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

Zubair setelah dapat kabar dari satpam selama 4 hari berturut - turut sudah tidak ada lagi mata - mata kembali pulang.


Rani merasa sedih kini tidak ada lagi menantu yang selalu setia menemani makan siang olah raga taman selama rusni tingal terawat nanti terbengkalai lagi terlihat suram tidak seperti tidak bertuan.


Sudah 5 hari rusni di rumah sendiri bebas beraktifitas tidak ada yang melarang ini itu.


Zubair juga bekerja seperti biasa tanpa khawatir lagi dengan istri di rumah.


hari - hari di rumah sendiri dan di rumah orang tua berasa beda sekali saat ingin bercengkrama dengan istri terasa romantis seperti waktu masi pacaran dulu.


Rusni sekarang makin manja tapi zubair senang dengan perubahan rusni dulu pemalu sekali.


setahun sudah usia pernikahan rusni dan zubair kabar bahagia telah datang rusni di nyatakan hamil.


Zubair bahagia akan jadi seorang sampai lupa memberi kabar papa mamanya besok hari minggu ingin kerumah orang tuanya.


Tepat hari minggu pagi rusni telah bangun menyiapkan makanan kesukaan mertua untuk di bawah.


Zubair masi sembunyi di balik selimut bermalas - malasan enam hari kerja membuat badanya gampang lelah.


'' mas belum bangun katanya ke rumah mama kalau siang panas ''


'' kasi penyemangat dulu ''


Rani mencium sekilas bibir suami rasa malu hilang sudah bila di depan zubair dulu malu tapi banyak mau.


Zubair nyelonong ke kamar mandi rusni merapikan kasur juga siapkan baju untuk di pakai zubair.


Tak lama zubair keluar dengn memakai handuk sepingang saja mendekat ke rani duduk depanya supaya mengeringakan rambut.


'' sudah kering mas pakai baju ayo berangkat ''


Rusni mengaitkan tangan di lengan zubair dengan manja keduanya masuk mobil tidak lupa membukakan pintu untuk rani sang istri tercinta.


zubair mengemudi dengan hati - hati takut terjadi hal yang tidak di inginkan pada bayi dalam kandungan rusni.


Biasanya 15 menit sampai rumah mertua kini 30 menit karena mobil merayap bukan lari jadinya lama sampainya.


'' mas yang kita naiki mobil apa keong sih lama amat jalanya ''


'' tentu saja mobil kamu lihat aku yang mengemudi ''


'' cara jalanya seperti pengantin baru setahun sampai rumah mama ''


'' setahun apanya cuma 30 menit ''


Rusni turun dari mobil duluan lihat mama mertua lagi siram bunga dengan senyum mengembang mendekat.


'' mama ''


Rani dengar ada suara memangil namanya menoleh mendapati menantu ada di hadapan seketika memeluk menantu.


Rusni hanya bisa diam tidak bisa membalas pelukan mama mertua karena membawa sesuatu


'' ma lihat aku bawa apa ''

__ADS_1


Rani lihat rantang di tangan rusni mencium aroma makanan kesukaanya namun berkata lain


'' mama hanya butuh kamu tidak butuh makanan ini ''


merebut rantang di tangan menantu tangan satunya gandeng rusni di ajak ke dalam rumah.


Zubair geleng - geleng lihat rusni bila sudah bertemu mama rani lupa sama suami begitu pula mamanya.


Yang di sambut no satu menantu bukan anak zubair hanya pasrah dengan perlakuan dua wanita kesayangan.


Rani baru sadar begitu duduk di ruang keluarga tengok kiri kanan mengingat sesuatu.


'' mama cari apa ''


Tanya rusni lihat sikap mertuanya seperti orang bingung.


'' kamu ke sini naik apa ''


pertanyaan rani terdengar di telinga zubair langkah terhenti tepat belakang rani kemudian berkata.


'' naik mobil mau naik apalagi pesawat rumah mama tidak ada halaman seluas bandara ''


Rani dengar suara anak laki - lakinya mencari begitu putar badan menabrak dada putra semata wayangn berdiri depan mata.


'' kamu bikin mama jantungan saja ''


'' mama jika ketemu rusni lupa sama aku tidak tanya apa lagi mencari ''


Rani memeluk putranya semingu tidak jumpa membuat kangen.


Rani berkeluh kesah pada zubair sembari memeluk badan kekar anaknya.


'' mama sebentat lagi tidak akan kesepian saat ini rusni hamil ''


Dengan raut gembira melepas pelukan dari zubair beralih pada meantu memeluknya juga.


Ahmad baru keluar kamar dengar kabar kehamilan dengan langkah cepat ke ruang keluarga.


'' siapa yang hamil ''


Suara sopran ahmad mengagetkan tiga orang seketika ketiganya menatap ahmad bersamaan.


'' papa pelankan suara kamu bikin orang pingsan saja ''


'' tadi aku dengar ada yang hamil siapa kamu ya sayang ''


'' mas menantu yang hamil bukan aku ''


'' kamu hamil juga aku bahagia ''


Zubair dan rusni saling menatap tidak percaya begitu dengar ucapan ahmad hanya geleng - geleng saja.


'' papa jika mama hamil juga tidak bisa gendong cucu sadar papa masa tidak mau kalah sama anak ''


Zubair kesal masa mertua dan menantu hamil bersaman bikin repot saja orang tua waktunya gendong cucu bukan anak.

__ADS_1


Rusni lihat ekspresi zubair menghampiri menenangkan biar tenang tidak marah lagi.


'' sudahlah mas kalau mama benaran hamil nanti anak kita ada teman main tiap hari ke sini ''


Zubair menepuk dahinya binggung harus jawab apa ke rusni masa tidak faham juga maksud bicara tadi.


'' ayo pulang saja sayang ''


'' kalian baru datang masa mau pulang ''


'' aku marah kalau mama benar - benar hamil ''


Zubair meraih tangan istri mengajak pulang rusni hanya menurut saja tidak banyak tanya takut jadi runyam bila salah faham.


Mobil melaju tidak melambat seperti tadi tapi arah jalan bukan ke rumah rusni lihat sekeliling jalan seperti arah ke taman kota dan benar saja 15 menit kemudian sampai taman kota.


Zubair keluar mobil begitu juga rusni langkah keduanya beiringan tangan zubair merangkul bahu istri seperti sedang pacaran saat masi kuliah dulu.


'' sayang kamu ingat dulu saat pulang kuliah selalu mampir ke sini ''


'' itu kenangan yang tidk akan ku lupa ''


Sepanjang jalan zubair dan rusni mencari tempat duduk kenangan setelah keliling menemukan tempat yang di cari.


'' mas bangku ini penuh memori kita berdua tapi sekarang beda bukan berdua lagi tapi bertiga ''


Zubair mengecup pipi rusni sekilas tangan kanan mengelus perut rusni dengan sayang.


Rusni merebahkan kepala di bahu zubair kedua tangan memeluk pingang suami.


'' meski kita sebentar lagi punya anak keromantisan ini jangan sampai pudar di makan waktu ''


'' sayang kamu tidak ingin makan apa gitu ''


'' aku belum lapar tapi ingin makan pentol pak dul ''


Zubair tengok kiri kanan akhirnya menemukan apa yang di inginkan rusni.


'' kamu tunggu di sini aku belikan pentol pak dul di sana ''


Zubair menunjuk penjual pentol tidak jauh dari tempat mereka duduk


'' pak dul pentol ''


Penjual pentol pun menoleh ke arah suara begitu terkejut bisa berjumpa kembali dengan pelangan lamanya.


'' mas zubair apa kabar ''


'' alhamdulilah sehat pak ''


'' sendirian atau dengan mbak rusni ''


'' sama rusni dia duduk takut capek karena sedang hami ''


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2