
usia kehamilan Rusni kini memasuki 9 bulan hanya tinggal menunggu hari saja detik detik yang sangat di tunggu Zubair dengan tidak sabar lagi
mengelus perut rusni yang sudah membesar mengajak anak dalam perut berbicara tidak lama sebuah berkecil di perut istri tersayang.
'' mas apapun jenis kelamin anak kita harus bersyukur atas Rizky yang Allah berikan kepada kita.
'' iya sayang mas tidak memperdulikan jenis kelamin anak kita nanti yang penting dia lahir dengan selamat.
'' terima kasih mas sudah mau menerima aku apa adanya walaupun tanpa orang tua yang ada di sisi.
'' mas akan menjaga kamu segenap jiwa raga dan sekuat tenaga.
rusni menghamburkan diri sendiri dalam pelukan suaminya Zubair pun menyambut pelukan hangat istri tersayang.
keduanya berpelukan cukup lama kemudian sebuah panggilan hp membuat Zubair melepaskan pelukannya pada istri.
'' siapa yang telfon mas ''
'' orang iseng sayang biarkan saja lagipula aku tidak kenal dengan dia ''
'' sayang nanti saat proses melahirkan operasi saja aku tidak kuat menahan kamu kesakitan.
'' mas semua wanita ingin melahirkan normal kenapa aku tidak boleh.
''aku terlalu sayang pada kamu tidak ingin membuat kamu menangis.
'' jangan lebay semua wanita kalau melahirkan normal ya sakit tidak ada yang tak sakit.
__ADS_1
'' tapi aku tidak kuat lihat kamu kesakitan saat melahirkan anak kita nanti.
'' sudah jangan bahas itu terus seharusnya aku di semangati bukan di takuti kamu bagaimana sih mas
Zubair hanya tersenyum tipis tidak menanggapi ucapan istri tersayang.
hari hari berlalu begitu saja tanpa ada batasan waktu untuk melakukan hal yang sama seperti yang telah ditetapkan tuhan.
hari ini Rusni sudah di ruang bersalin di temani suami tercinta mendampingi dengan sabar menanti buah hati lahir ke dunia ini.
Rusni merintih menahan rasa sakit di perut dokter memeriksa sudah pembukaan berapa hampir satu jam tapi pembukaan tetap sama.
dokter memberi saran agar operasi saja karena kasian ibu dan anak dalam kandungan.
'' pak Zubair ini sudah satu lebih tapi pembukaan tetap sama bagaimana kalau operasi saja.
'' harap tanda tangan di sini .
setelah Zubair membubuhkan tanda tangan dokter dengan sigap melakukan operasi pada pasien.
dari ruang bersalin kini pindah ruang operasi Zubair dengan berdebar debar menunggu lampu ruangan b
operasi meredup.
setelah menunggu hampir satu jam kini terdengar suara tangisan bayi hati Zubair begitu lega anaknya selamat.
tak lama kemudian dokter keluar memanggil Zubair untuk masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
'' pak Zubair silahkan masuk istri anda akan bicara sesuatu pada anda.
dengan langkah gemetar hati berdebar-debar kencang Zubair masuk menemui istrinya masih di atas meja operasi Zubair mendekati.
'' mas maafkan aku tidak bisa merawat anak kita hingga dewasa nanti.
suara Rusni tercekat dalam tenggorokan sehingga tidak bisa bicara dengan lancar.
'' jangan bilang begitu kamu kuat sayang kita rawat bayi kita sama-sama.
'' aku tidak bisa papa dan mama sudah menunggu.
selesai bicara Rusni menutup mata untuk selamanya Zubair menangis memeluk jasad Rusni.
'' sayang kenapa kamu tinggalkan aku secepat ini aku tidak bisa merawat bayi seorang diri tanpa adanya kamu di sisiku.
air mata Zubair menetes membasahi jasad Rusni menutup mata untuk selamanya.
'' maaf pak harap anda keluar kami akan mengurusi jenazah istri anda.
dengan langkah gontai Zubair keluar ruang operasi kini duduk di kursi tunggu menangis sesenggukan.
seorang perawat mendekati supaya keluarga pasien menyelesaikan administrasi dulu biar jenazah segera di bawah pulang.
'' pak Zubair harap menyelesaikan administrasi dulu.
suara suster mengangetkan Zubair yang sedang menangis.
__ADS_1
Bersambung