
Keluarga ahmad duduk santai dengan melihat pantai, ombak besar menghantam batu karang nan hitam
zubair nempel terus pada rusni tak mau jauh - jauh takut kehilangan seperti barusan itu karena kelalaianya meningalkan sembarangan
alif bergelayut manja pada ahmad membuat mama via mengalah demi anak tersayang
'' ayo kita foto keluarga ''
Zubair meminta tolong orang lewat untuk memotret mereka semua merapatkan barisan untuk mendapat foto yang bagus
Selesai di foto zubair melihat hasilnya senyum - senyum sendiri
'' mana mama lihat ''
Rani merebut hp anak lalu tekan klik tercengang lalu berucap
'' zubair mama hapus ya nanti kita foto lagi ''
'' iya terserah mama saja ''
Zubair hanya pasrah dengar ucapan mama rani karena lihat posisi foto itu tidak pas menurut zubair
Ahmad mendekati rani hendak lihat hasil foto bersama tadi
'' jangan di hapus dulu aku belum lihat ''
Rani selesai hapus ahmad merebut hatinya bahagia yang lain belum sempat lihat
Alif merebut hp zubair dari tangan ahmad ketika di otak atik tidak menemukan hasil foto barusan
'' kakak mana hasil foto tadi kenapa tidak ada ''
'' di hapus mama nanti kita foto lagi tenang saja ''
Zubair menenangkan alif biar tidak cemberut
'' aku belum lihat sudah di hapus apa ada yang salah dengan posisinya '' Bisik alif
'' kamu sadar gitu masi tanya posisinya aneh kakak di tengah di himpit 2 wanita begitu juga ayah kesanya kaya apa gitu ''
'' sudah jangan di bahas lagi untung aku sama mama yang lihat bagaimana orang bisa - bisa di tafsirkan aneh - aneh ''
__ADS_1
Zubair alif ngobrol tiba - tiba di pangil ahmad
'' kalian tidak makan bicara terus dari tadi membahas apa sih serius amat ''
'' RAHASIA ''
ucap alif berbisik di telinga ahmad
'' sama papa pakai rahasia segala ''
Sebenarnya ahmad tidak mau tau urusan anak - anaknya membiarkan mereka dengan kesibukan dan urusan masing - masing jadi tidak terlalu kepo juga
Alif jalan mengikuti langkah kaki papa sama kakak ada di depan
'' kalian bicara terus apa tidak bosan''
Ucap rani pada kedua anaknya bila bertemu selalu rame layaknya tom dan jery.
via tersenyum bahagia tidak mengira sambutan istri pertama suami begitu hangat tidak menyimpan dendam apalagi kebencian karena ada orang ketiga
Seoranh anak perempuan yang sangat di dambakan ahmad kini sudah punya walau harus poligami rani
rani tidak mempersalahkan suami itu karena ulahnya sendiri tidak mau hamil lagi menjadikan dia sakit - sakitan
'' kita pulang jam.berapa mas kasian bibik di rumah sendirian ''
'' itu sudah jadi tugasnya sayang ''
'' iya aku tau mas setidaknya hargailah bibik biar segan sama kita''
'' papa mama tadi aku di marahi sekarang malah bicara sendiri kapan makanya ''
Kini semua makan tidak ada lagi yang bicara ini itu
Waktu terus berjalan saatnya mereka pulang capek bermain air hinga basah semua
'' kakak kapan - kapan ke sini lagi ''
'' iya kalau kakak tidak sibuk ''
'' tidak ada kata tidak sibuk selalu sibuk ''
__ADS_1
Rusni berkata karena tau suaminya akan menyibukan diri bila sudah di kantor apa lagi sekarang pegang dua perusahaan
Selama perjalanan alif tidur bersandar pada bahu papanya tidak mau jauh - jauh nempel seperti perangko
'' kalau aku amati alif sangat manja selama 6 bulan tidak mendapat perhatian papa''
zubair berucap sambil mengemudikan mobil istrinya juga tidur
Semua wanita pada tidur hanya ahmad dan dirinya yang tersadar
'' pa apa via dan alif akan tingal di rumah utama ''
'' itu kemauan mama kamu tidak tau mereka mau apa tidak, papa juga mikir kalau tingal bersama pada saat malam papa ada di salah satu kamar mereka apa hati mereka tidak sakit ''
zubair memikirkan ucapan papanya barusan lalu berkata dalam hati
'' semoga via dan alif tidak mau kasian sekali via bila papa tidk bisa adil pada ke dua istrinya ''
'' zubair kamu lagi melamunkan apa''
'' tidak ada papa zubair lagi mengemudi kan bahaya ''
Perjalanan yang di tempu lumayan jauh tidak membuat zubair lelah bisa kecelakaan bila tidak konsenteasi
Dua jam kemudian mobil yang di kemudikan zubair sampai rumah dengan selamat
Sampai rumah malam hari semua turun dari mobil begitu juga zubair masuk kamar masing - masing mungkin pada ngantuk
'' mas kita nginap lagi ''
'' iya sayang aku capek mengemudi pulang pergi besok pagi saja kita pulang ''
'' tidak papa yang penting tidur di manapun tempatnya itu kan yang selalu mas ucapkan ''
'' masi ingat saja kamu yang ''
'' tentu saja ingat perkataan mas itu seperti sebuah kata keramat ''
Zubair mengerjitkan dahi memandang rusni
'' kenapa mas menatap aku seperti itu ''
__ADS_1
Bersambung
💖💖💖