
Ahmad sekeluarga siap - siap berangkat ke rumah adiknya istri anak menantu masuk dalam satu mobil kali ini ada supir.
dalam mobil selama perjalanan ahmad bercanda saat seperti ini jarang di temui semua sibuk.
perjalanan yang di tempuh hanya 1.30 menit sekarang tiba di rumah adiknya voni nina begitu lihat sepupunya zubair seketika heboh.
menyambut dengan riang sudah lama tidak jumpa kumpul - kumpul pun jarang.
Semenjak zubair menikah sekarang tidak perna main sama nina lagi membuat adik sepupu kangen berat.
Nina lihat mamanya hendak memeluk zubair dengan cepak mendekat ke arah kakak sepupunya
'' mama mingir aku duluan yang tua ngalah ''
Rusni lihat ulah nina hanya senyum serta geleng kepala zubair menimpali ucapan nina.
'' hai nina yang aku kangeni no satu tante kamu harus sabar no antrian kamu berapa''
nina mendengus kesal tidak berhasil mendekati zubair menghentak - hentakan kaki ke lantai.
'' jika polah kamu seperti itu nanti rumahnya roboh kamu gagal nikah ''
'' zubair kamu yang lebih tua jangan meledek adik seperti itu '' tegur rani menengahi perdebatan anak dal ponakan.
voni lihat nina merajuk mendekati sang ponakan merangkulnya.
'' dasar ponakan nakal sukanya usilin anak tante saja ''
Zubair melangkah ke arah nina memeluk membelai rambut adik sepupu dalam dekapan zubair nina berucap.
'' kakak sekarang lupa sama nina tidak perna tanya kabarku sudah laku apa belum? ''
Zubair dengar ocehan nina seketika tertawa yang di sekitar lihat tawanya binggung apa yang sedang di tertawakan'
'' zubair tante kangen, sekarang tidak perna ke sini lagi mentang - mentang sudah punya gandegan tante di lupakan '' celetuk voni
kali ini zubair di berondong pertanyaaan sama tante dan sepupu hanya bisa diam tidak bisa jawab apa - apa.
__ADS_1
'' kakak jadi orang jangan sombong - sombong keluarga sendiri tidak perna di kunjungi sama sekali, bila nina tidak lamaran tidak akan ke sini kan''
Zubair hanya cengar cengir tidak menghiraukan ucapan nina bingung mau bicara apa? Takut salah omong nanti dapat omelan lagi.
'' mbk rusni ayo ikut nina saja biarin kakak sendiri ''
Nina ajak rusni ke kamarnya walau jarang bertemu tapi cepat akrab dalam kamar keduanya bicara banyak kadang juga tertawa suaranya sampai terdengar di dapur.
'' rusni sama nina menertawakan apa suaranya mengelegar begitu '' ucap zubair saat akan ke dapur membuat dirinya berhenti sejenak karena kaget.
Zubair berdiri termangu berpapasan dengan bibik lalu mencoleknya hingga terkejut.
'' aden butuh apa kenapa berdiri saja''
'' saya mau ambil air minum bik ''
'' sebentar bibik ambilkan ''
Bibik berlalu dari hadapan zubair menuju dapur ambil air dalam teko.
' terima kasih bik''
Bibik ke dapur melakukan tugas seperti biasa zubair sendiri ke taman samping di sana papa sama omnya di sana bercengkrama membahas pekerjaan biasa laki - laki di manapun berada yang di bahas cuma satu kerja.
sedangkan para mama di ruang keluarga membahas acarsa rencana buat besok lamaran nina
'' mbak rani mohon masukanya untuk acara lamaran besok ''
berunding selama satu jam menentukan kesepakatan
'' aku lega mbak akhirya nina akan nikah juga ''
'' aku juga bahagia dik ngomong siapa nama con menantu kamu? anak siapa dia ''
Voni menimpuk dahi karena lupa nama calon nina
'' waduh itu dia masalahnya mbk aku lupa namanya ''
__ADS_1
''gimana sih dek nama calon menantu bisa lupa ''
'' masalahnya dia datang kenalan sama aku dan suami langsung melamar ''
Rani mendengar perkataa voni terkejut bukan main tidak habis fikir kenapa jodoh sang ponakan misterius sekali
'' yang bener kamu voni ''
'' mbak rani tidak percaya amat sama aku ''
'' bukan tidak percaya tapi mengejutkan sekali ''
'' mbk saja terkejut apalagi aku mamanya voni lebih terkejut ''
ibu - ibu kalau sudah bicara tidak ada habisnya sampai lupa waktu begitu juga adanya rani dan voni yang jarang ketemu
'' nyonya makan siang sudah siap ''
'' tolong pangil bapak sama nina bik''
Bibik ke taman samping pangil majikan serta tamunya baru ke atas pangil nona nina
Kini meja makan voni kursinya full lengkap sudah makan bareng kali ini nina duduk samping kiri zubair samping kanan sang istri rusni
Makan siang dengan tenang tanpa ganguan apa pun hingga makan usai, semuanya ambil wudhu sholat berjama'ah yang jadi imam kali ini zubair.
Para penghuni masuk kamar masing - masing hendak tidur siang begitu juga calon pengatin tidak boleh kelelahan, badan harus fit tidak lucu saat lamaran pihak wanita sakit siapa yang akan menerima cincin.
Hari h yang di tunggu tiba nina di rias seorang mua terkenal atas rekomendasi teman voni.
'' mbak nina cantik sekali ''
adik nina nungguin saudaranya di rias terus menatapnya tanpa berkedip sama sekali
Bersambung
💖💖💖
__ADS_1