
Hati zubair tidak menentu sepagi ini mamanya memangil ke ruang kerja papanya
Memikirka apa yang terjadi apa yang membuat dirinya seperti di sidang pengadilan
Kaki gemetaran saat akan memasuki ruang kerja papanya atau lebih afdolnya di sebut ruang sidang
'' ada apa mama memangilku ''
'' semalam pulang jam segini belum bangun ''
'' jam 1 mama ''
'' kamu ngapain saja di luar sana jam satu baru pulang mama ''
'' menolong teman semasa sma di keroyok preman ''
'' laki - laki atau perempuan ''
'' perempuan nananya santi dia tingal di jl xxxx ma dari mana aku tau alamatnya karena aku mengantarnya pulang ''
'' kamu apa - apain santi kan ''
'' maksud mama apa aku tidak melakukan apapun hanya menolong lalu mengantar pulang itu saja tidak lebih ''
'' sekarang kamu keluar ''
Zubair mendengus kesal di bangunin pagi - pagi cuma introgasi saja
'' mama bangunin aku cuma tanya itu saja ''
berdiri hendak keluar sari ruang kerja papanya baru mendorong pintu belum keluar rani berucap
'' tolong turup kembali pintunya ''
Zubair hanya angukan kepala lalu ayunkan kaki melewati pintu tidak lupa menutup kembali
Dengan gontai menuju meja makan makanan sudah siap segera ambil nasi lauk dan sayur melahap dengan kasar
emosinya belum reda karena ulah mamanya makan sampai habis 3 piring
Begitu kenyang naik masuk kamar mandi badan segar muka fres ambil tas berangkat ke kampus
Menuruni tangga mama papa terlihat lagi makan tidak mendengar suara zubair menuruni tangga sakung asyiknya
Terdengar suara mobil keluar rumah ahmad dan rani saling pandang
'' suara mobil siapa pa ''
__ADS_1
Ahmad tidal tau apa - apa di tanya hanya angkat bahu saja
'' bik barusan yang keluar siapa ''
tanya rani pada bibik yang baru saja lewat
'' den zubair nya ''
'' oohh aku kira siapa eehh tumben sudah berangkat kenapa tidak sarapan bareng kita ''
'' tadi den zubair keluar dari ruang kerja lalu makan duluan ''
Zubair mengemudi dengan kecepatan tinggi karena jalan masi agak sepi tidak butuh waktu lama sampai kampus
Tidak masuk ruangan tapi ke musholah tidur di sana mencari posisi agar tidak terlihat siapapun
Di pojokan zubair mendengkur karena terhalang bangku tidak kelihatan orang - orang keluar masuk musholah tidak ada yang tau sepatunya juga ikut mendengkur di sampingnya
Lain lagi di halaman dan ruangan kuliah zubair pada heboh
'' kalian lihat zubair ''
tanya seseorang pada mahasiswa yang berkumpul di kantin karena tidak mendapat jawaban keliling kampus mencari zubair
Materi kuliah segera di mulai dosen belum datang dalam ruangan saling bertanya - tanya
'' kalian pada lihat mobil zubair di parkiran lalu kemana tu anak menghilang tanpa kabar berita ''
Celetuk salah satu mahasiswa seketika mendapat timpukan sana sini
'' jaga itu mulut jangan asal ngomong ''
Dosen seketika hening tidak ada suara sama sekali
'' zubair mana mobilnya ada orangnya tidak ada ''
Tanya dosen tanya pada semua mahasiswanya
'' kami tidak ada yang tau bu ''
Jawab salah satu mahasiswa
'' jangan berisik materi akan di mulai''
Sholeh yang biasa duduk jejer dengan zubair penuh tanda tanya hingga tidak konsen setiap di tanya jawaban selalu salah
'' sholeh ngapain kamu mikirin anak jenius macam zubair dalam sebulan masuk 2 kali pertemuan saja nilainya masi oke beda sama kita mau belajar sampai seratua kali tidak bisa menandingi dia ''
__ADS_1
Celetuk yang duduk di belakang sholeh
Sebelum materi kuliah selanjutnya sholeh hendak ke wc menoleh ke musholah samping kiri
matanya menyipit melihat zubair pakai sepatu lalu mendekat
'' kamu habis sembunyi di mana baru kelihatan ''
'' tidur di musholah ''
Jawab zubair asal membuat sholeh melonggo tidak peecaya dirinya keluar masuk musholah berkali - kalu tidak melihatnya
'' kalau jawab itu jangan asal buka mulut maksud kamu apa dari tadi aku keluar masuk musholah tidak melihat kamu ''
'' rahasia dong nanti kalau kamu cari aku lagi bakal ketahuan donk ''
Sholeh memukul lengan zubair
Plak plak plak
'' Sekarang kamu mau ke mana ''
'' pulang kemana lagi ''
Sholeh memukul dahinya anak jenius macam mana kuliah buat mainan
'' kamu lupa masi ada jam kuliah jam pertama kamu melewatkan sekarang ke dua mau pulang kuliah macam begini nilai kamu paling tinggi apa kamu menyuap guru ''
'' biapun orang tuaku kaya tapi dosen di sini tidak ada yang tau asal usulku ''
'' karena papa tidak ku inzinkan menginjakan kaki di kampus ini biar nanti saat wisud saja kejutan buat dekan ''
sholeh tidak bisa berkata apa - apa lagi begitu dengar jawaban zubair
'' nama papa kamu siapa sih ''
'' setelah aku kasih tau tutup mulut jangan koar - koar dengerin baik - baik nama papaku ahmad mustofa ''
Bersambung
Jangan lupa
Like
komen
Vote
__ADS_1
Terima kasih readers terkasih
💖💖💖