
Sebenarnya dari kemarin alif ingin pulang karena tidak enak hati pada rani akhirya di tuda.
Sebelum berangkat ke rumah sang papa alif merasa ada kejangalan, namun ia tepis takut akan hal - hal aneh ternyata benar firasat tempo hari terjadi tadi malam.
'' alif jangan melamun lagi ingat pesan pak ustadt semalam ''
'' iya mama rani maafkan alif sudah merepotkan banyak orang ''
'' mama tidak merasa di repotkan malah senang alif datang ke sini tiap hari bila perlu tingal di sini ''
Alif dan via saling pandang kata tersebut sering di ucapkan rani dia serta sang mama hanya tersenyum saja tidak menangapi.
ahmad sendiri bingung kedua istri baik - baik saja tapi kalau di kumpulkan jadi satu tidak masalah tapi salah satu tidak mau.
'' sudahlah jangan di paksa semiggu sekali mereka menginap di sini nanti kalau cucu kita lahir kan rame ''
Via merasa kasian lihat rani setiap hari sendirian tidak ada kegiatan apa - apa semua serba pembantu yang mengerjakan.
Sedangkan ia melakukan pekerjaan rumah sendiri sebenarnya suami menawari pembantu di tolak.
'' alif kita pulang nanti sore saja ''
'' baiklah ma ''
Rani memeluk alif dengan kasih sayang walau bukan darah dagingnya walau begitu itu anak suami juga.
'' terima kasih kalian berdua emang sangat baik ''
'' mama rani juga sangat baik sayang sama alif ''
alif membalas pelukan rani ketiga wanita berpelukan.
'' kurang lengkap teletubis berpelukan sebanyak empat ''
Menghambur memeluk ketiga wanita tercintanya, alif dan rani jadi sesak nafas akibat pelukan ahmad terlalu kuat.
'' papa lepas tidak bisa nafas ''
Ahmad melepas pelukanya rani dan alif seketika balik badan berkacak pingang menghadap ahmad.
'' papa sengaja memeluk kami dengan kuat, mau membunuh aku dan mama rani biar bisa berduaan dengan mama via ''
Ahmad melonggo tidak percya dengan ucapan alif barusan, tiba - tiba muncul ide di otaknya.
__ADS_1
'' kalau iya kenapa biar bisa bikin adik banyak - banyak ''
alif melotot menatap ahmad dengan mata nyalang hendak nyerang papanya tapi di tahan sama via.
'' alif dia papa kamu nak tidak baik berkata begitu, wanita itu harus lemah lembut bukan bar bar begitu ''
'' sekalian alif jadi lelembut biar bisa menghantui kalian ''
'' berdebatnya di lanjut setelah papa berangkat kerja ''
Ahmad mengecup pipi ketiga wanita di depanya dengan cepat lalu masuk mobil, alif melongo mendapat perlakuan papanya mengusap pipi.
'' papa apaan sih aku kan bukan istrinya kenapa pipiku di kecup juga''
Via rani tertawa mendapati alif marah - marah akibat ulah suami mereka merasa lucu seperti kehilangan sesuatu yang berharga.
Capek tertawa para mama masuk rumah meningakan alif masi mengoceh tidak karuan padahal cuma kecup pipi.
ahmad dalam mobil tertawa membayangkan aksi anak yang tidak mau di pegang papa sendiri.
Supir heran lihat tawa majikan seakan bahagia tidak perna mendapati majikanya tertawa lepas seperti hari ini.
Mobil yang di tumpangi ahmad berhenti di sebuah gedung besar di tengah - tengah kota.
'' ada apa pagi - pagi sudah sampai sini ''
'' rapat pagi papa aku juga termasuk''
Ahmad menepuk dahi karena lupa kalau anaknya memegang perusahaan menantu juga ikut kerja sama.
'' maaf papa lupa ngapain masi berdiri di sini ''
'' nunggu papa ''
'' ayo masuk ''
Ahmad merangkul bahu anak, papa dan anak jalan beriringan memasuki gedung perkantoran dengan elegan keduanya melewati loby masuk lif khusus.
Asisten ahmad mengetuk pintu ruang kerjanya.
'' masuk ''
'' maaf pak semua dewan direksi sudah berkumpul di ruang miting ''
__ADS_1
ahmad keluar dari ruang kerja anak mengikuti dari belakang, arah mereka sama yakni ruang miting.
Semua telah terkumpul ahmad membuka rapat hari ini membahas kinerja para karyawan yang kurang baik di bidang masing - masing.
Bahkan beberapa karyawan di pecat karena merugikan perusahaan, rapat berjalan alot karena beberapa banyak yang tidak setuju dengan ide ide yang di ajukan beberapa orang.
Ahmad sebagai pimpinan menutup rapat karena tidak menemukan solusi.
Dirinya sudah tua masi bekerja dengan masalah perusahaan yang membuatnya pusing.
'' minggu depan kita agendakan miting kembali dan di pimpin anak saya terima kasih ''
para dewan berbisik dengan keputusan bos mereka ada yang berfikir positif ada yang negatif.
Itulah manusia tidak ada yang sempurna apalagi ahmad hanya manusia biasa banyak salah dan lupa.
Di ruang kerja ahmad menghempaskan badan di sofa sedang sang anak duduk di sofa satunya.
'' bagaimana menurut kamu dengan masalah yang di hadapi perusahaan kita ''
'' lebih baik saran pak yuda di pakai pa perusahaan bisa berjalan semestinya tidk tergantung dari hasil penjualan ''
'' papa alihkan pada kamu saja papa makin pusing ''
'' tidk bisa begitu papa yang pegang kendali perusahaan ini sukses tidak nya ada di tangan papa ''
Ahmad termenung memikirkan nasib perusahaan ada beberapa tender yang kecolongan.
Bagian keuangan juga tidak bisa di percaya selalu uang perusahaan hilang.
'' papa mau pulang saja dari pada pusing pangilkan asisten papa ''
tak lama datang asisten pribadi yang selalu setia menemani sejak pertama perusahaan ini berdiri.
'' din bapak mau pulang tolong urus perusahaan kalau ada apa - apa telfn saja ''
'' baik pak, besok ada janji ketemu klain di resto xxx pak ''
'' kamu atur saja jamnya ''
Ayah dan anak pergi meningalkan perusahaan mengendrai mobil sendiri - sendiri.
jalur arah mereka berlawanan anak ke kanan sedang ayah ke kiri.
__ADS_1
Bersambung