TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

zubair melanjutkan makan tidak memperdulikan mama papanya entah kenama perginya


Satu jam berlalu kini zubair siap berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil ke sayangan hadiah ulang tahun dari papanya


mobil melaju di tengah keramaian dengan kecepatan sedang zunair mengemudi


Tatapan mata ke arah depan tanpa menoleh sedikitpun tidak sengaja melihat santi di halte menunggu angkotan


'' santi ''


Pangil zubair santi menoleh mencari arah suara zubair mengeluarkan kepala memangil lagi


'' santi kamu mau kemana ''


''' zubair kamu kah itu ''


Santi seolah tidak percaya bisa bertemu zubair lagi setelah kejadian beberapa minggu lalu


'' ayo bareng ''


'' tidak perlu zubair kita beda arah ''


'' gak papa ayo ku antar dari pada nungu angkot lama ''


Tanpa pikir panjang santi medekat ke mobil zubair membuka pintu duduk depan samping zubair


'' kamu mau kemana ''


'' Ke rumah tante di jln xx tidak apa ni kamu antar aku dulu nanti telat sampai kampus ''


'' tidak papa kamu tenang saja orang pintar mah bebas tidak masuk juga tidak masalah ''


'' zubair kuliah dengan masa sma jangan kau samakan meski kamu jenius sekalipun tidak boleh kau sepelekan ''


Nasehat santi seolah di angap angin lalu tidak menghiraukan ucapan santi tetap tenang mengemudikan setir

__ADS_1


Santi sudah tau karakter zubair cuma diam saja tidak melanjutkan ucapanya percuma toh zubair masa bodoh dengan ucapanya barusan


'' terima kasih zubair sudah repot antar aku ''


'' sama - sama aku pergi dulu ''


arah zubair kini kampus melajukan mobil dengan kecepatan tinggi tidak perduli umpatan para penguna jalan mengatainya


Tidak lama hanya beberapa menit mobil zubair sudah terparkir dengan cantik mobilnya tidak terlalu mewah meski orang tuanya mampu


Orang tuanya tidak mengajarkan kemewahan hanya kesederhanaan iti pun tersirat dari cara berpakaian tidak terlihat mencolok


Makanpun tidak harus di resto jika makan suka di warung pingir jalan tidak ada yang tau siapa itu zubair karena identitas di tutupi sedari lahir


Ahmad tidak mau bila zubair besar nanti anaknya di manfaatin para wanita di jadikan atm berjalanya wanita matre banyak berkeliyaran bahkan tidak segan - segan menyodorkan keperawananya untuk memenuhi gaya hidup


Ahmad sadar betul akan hal itu karena dirinya perna di rayu anak sma yang butuh uang tapi tidak meladeninya bila di ladeni makin ngelunjak


'' zubair kamu baru datang ''


Sapa rusni menghampiri kekasih baru keluar dari mobil mereka jalan beriringan menuju ruangan karena mereka satu ruangan


'' mas kamu sudah makan belum aku lapar ''


Tanya rusni mengelus perutnya belum terisi sama sekali dengan manja bergekayut di lengan zubair


Zubair tersenyum mendengar rengekan kekasihnya padahal dirinya juga lapar tapi menahanya mau lihat sejauh mana bisa menahan lapar hinga terdengar suara perut rusni menyanyi


'' suara perut siap itu ''


Tanya zubair pura - pura tidak tau rusni begitu dengar ucapan zubair begitu kesal berdiri tidak tahan lagi menahan perut terus berbunyi


Langkah kaki rusni menuju kantin zubair memangil dirinya tidak di hiraukan makun mempercepat langkahnya sebentar lagi dosen masuk sampai kantin pesan makan lalu duduk di pojokan


'' nasi goreng sama es jeruk ''

__ADS_1


tak butuh lama nasi pesananya datang rusni melahap dengan santai zubair di depan mata sama sekali tidak meliriknya


'' rusni ngomong dong sayang jangan angurin aku seperti ini ku mohon ''


Zubair melipat ke dua tangan depan rusni memohon belas kasih dari seorang kekasih mengacuhkan dirinya


rayuan di ucapkan berkali - kali tidak bisa meluluhkan hari seorang rusni jika sedang kesal diam sehari semalam mampu


'' terserah kamu rusni ''


capek merayu memohon berulang kali di angurin zubair beranjak meningalkan kantin kini hatinya hancur tercampakan


langkahnya lunglai tidak semangat masuk ruangan ambil tas pergi meningalkan kampus melajukan mobil ke apartemen pribadinya


sisa uang saku di kumpulin hingga terbelilah sebuah apartemen pribadi tanpa sepengetahuan orang tuanya


Meski anak orang kaya tidak suka foya - foya pamerin kekayaan orang tua dirinya berhemat biar tak merepotkan orang tua walau minta apapun di penuhi zubair bukan anak seperti itu


Dalam apartemen zubair merenung bagaimana kelanjutan hubunganya dengan rusni meluluhkan kekasih saja tidak bisa


tiga jam berlalu zubair masi berdiam diri padahal belum makan sama sekali perut bunyi tidak di hiraukan meratapi hubungan percintaan apakah akan kandas begitu saja atau lanjut sesuai keinginanya


Menikahi rusni bila sudah wisuda padahal saat ini lagi menyusun skripsi tingal beberapa langkah akan pelulusan


bunyi hp ada telfn masuk zubair tak bergeming sedikitpun apalagi sekedar melihat layar hp


Bersambung


Jangan lupa


Ike


Komen


Vote

__ADS_1


Terima kasih readers terkasih


💖💖💖


__ADS_2