TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

sebuah suara memangil nama rani, rani hafal dengan suara itu segera menoleh.


'' voni sedang apa kamu di sini ''


'' besuk orang sakit mbak, siapa yang sakit ''


'' ayo masuk lihat sendiri ''


Perasaan voni tidak menentu karena penasaran mengikuti langkah rani betapa terkejutnya setelah tau siapa yang terbaring di atas brankar.


hatinya menangis kakak tersayang terkulai di atas brankar setelah dekat memeluk dengan berlinang air mata.


Setelah puas melepas pelukan mengecup pipi baru menghampiri rani tanya penyakit yang di dera sang kakak.


'' mbk rani kakak sakit apa? ''


'' sakit jantung dek ''


'' sudah berapa lama di sini kenapa aku tidak di beri kabar ''


'' baru beberapa jam yang lalu voni ''


Voni mangut - mangut mengira kakak tercintanya masuk rumah sakit sudah berhari - hari ternyata baru saja.


Kini matanya tertuju pada seorang wanita sedari tadi duduk di sebelah rani lihat wajahnya seumuran keponakan lalu bertanya pada rani.


'' mbak dia siapa dari tadi mengikuti mbak ''


Rani bingung harus jawab apa takut voni marah diam sejenak baru berkata.


'' dia istri kakak kamu ''


''mbak rani di madu lagi bahkan dia seharusnya jadi anak bukan istri ''


'' mbak rani tidak apa - apa voni, mbak ikhlas menerima semua ini kasian dia sudah tidak punya orang tua lagi ''


Voni salut dengan rani begitu kuat dan tabah mungkin kalau diriya sudah marah - marah tidak karuan.


Rani pun memperkenalkan voni pada via biar bagaimana pun merekah sudah jadi keluarga.


'' via kenalin ini adik mas ahmad ''


Via mengulurkan tangan voni menyambutnya.


'' aku via mbak ''

__ADS_1


'' voni, aku adik bukan mbak meski secara umur tuaan aku tapi di balik karena sebuah status ''


'' baiklah dik voni ''


Voni acungkan dua jempol pada via ternyata istri kedua kakak nya lemah lembut ucapanya.


Setelah berbicara lama voni pamit pulang lihat waktu makin sore sebentar lagi suami pulang kerja.


'' mbak via mbak rani aku pulang dulu ada apa - apa segera kabari aku''


'' iya dik nanti saling kasih kabar saja ''


Voni keluar ruangan ahmad mau pulang melewati lorong menuju parkiran tiba di parkiran segera masuk mobil melaju dengan kecepatan sedang.


sampai depan pagar satpam membukanya masuklah mobil voni di ikuti mobil di belakangnya.


Kedua mobil masuk garasi voni tidak tau kalau suami sudah datang bersamaan dengan dirinya.


Syarif dan voni keluar dari mobil masing - masing bersamaan saat putar balik mendapati suami ada di sebelah.


'' kamu dari mana sayang kenapa baru datang ''


Voni dengan manja bergelayut di lengan syarif jalan masuk rumah sambil jalan voni bercerita.


'' aku dari rumah sakit besuk teman di sana ketemu mbak rani menunggui kakak ahmad sakit ''


'' sejak kapan mas ahmad sakit ''


'' intinya hari ini masuk rumah sakit belum sehari ''


Syarif sekarang faham maksud omongan istri merangkul pundak voni di giring ke arah kamar.


Begitu sampi kamar syarif mengkode voni agar mau.


'' kamu baru datang apa tidak capek''


'' kalau urusan begituan tidak ada istilah capek ''


Voni hanya diam dan mangut - mangut menangapi ucapan syarif tanpa babibu syarif sudah siap atraksi.


Via dan rani menjaga suami mereka bergantian tidur agar bisa memantau keadaan ahmad.


seminggu sudah ahmad di rumah sakit tapi belum ada perubahan rani dan via merasa jenuh tiap hari mencium bau obat - obatan.


Via merasa kasian pada rani istri pertama suami wajah kusut mata sembab tidur kurang nyaman.

__ADS_1


'' mbk rani pulang saja tidur di rumah biar aku di sini ''


'' tidak via aku akan tetap di sini menjaga mas ahmad hingga sadar ''


Perasaan via tidak enak hati ingin menangis entah apa yang membuatnya begitu.


'' baiklah kita jaga sama - sama jika mbak rani ngantuk tidur saja biar aku yang jaga ''


'' aku tidak akan tidur via kamu saja yang tidur ''


via menghembuskan nafas dada seakan sesak nafas memburu, rani lihat kondisi via seperti sesak nafas keluar ruangan memangil dolter minta bantuan.


Saat pintu terbuka rani syok bukan main mendapti via pingsan dan suami sudah tidak bernafas lagi.


Berlari memeluk ahmad menguncang - guncang badanya tapi tidak kunjung bangun seorang doktet menyuruh rani mingir mengecek keadaan pasien.


'' ibu yang ikhlas suami ibu menghadap sang pencipta ''


rani teriak histeris hinga pingsan kedua istri ahmad di taruh ruang lain alat yang menempel di badan mayat di lepas.


Menunggu kedua istri ahmad sadar tidak lama via sadar duluan mendapati dirinya di atas brankar buru - buru turun ingat suami.


Dengn jalan cepat via ke ruang ahmad di rawat saat akan masuk kaget bukan main di ruangan banyak dokter.


'' ada apa ini gimana suami saya ''


Dokter yang selama beberapa hari mengontrol keadaan ahmad menoleh mendapati via.


'' ibu sudah sadar ibu satunya mana''


'' maksud dokter istri pertama pasien, emang kenapa apa yang terjadi dok ''


rentetan pertanyaan via belum mendapat jawaban ada lagi masalah.


'' dok jawab di mana mbak rani ''


Dokter dan para perawat saling pandang bingung mau ngomong apa.


'' suster tolong antar ibu ini ke ruang bu rani ''


'' baik dok ''


Hati via berdetak tidak karuan saat seorang suster mengantar ke sebuah ruangan membuka mempersilahkn via masuk.


Dengan langkah kaki gontai via mengikuti langkah suster.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2