TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

Alif di buat binggung sama satpam rumah papanya, saat ini loading lama akibat rasa takut yang mendera hinga tidak konsentrasi.


Alif masuk rumah dengan memikirkan jawaban satpam tadi mengakibatkan menabrak kaki sofa ruang keluarga.


Bruk brak ahmad bersama para istri asyik lihat tv menoleh mendapati alif nyungsep di atas sofa.


'' alif kalau jalan buka mata ''


'' maksud apa apaan ''


'' kamu ngapain sampai nyungsep segala ''


'' sofa ini menghalangi jalnku ''


'' sejak dari dulu posisinya di situ kenapa jadi salahkan ''


alif tidak mau debat dengan via pergi masuk kamar jengah lihat papanya di apit dua wanita.


'' sudahlah via mungkin dia mengantuk ''


Sela rani saat alif masuk kamar hinga tidak dengar apa yang orang tua bicarakan.


Tiba - tiba merasakan tubuhnya aneh seperti ada sesuatu yang masuk pandangan matanya tajam seakan hendak memangsa sesuatu.


Keluar kamar menuju dapur mencari pisau menusukan pada perutnya sendiri, bibik melihat aksi alif berteriak dengan kuat ahmad mendengar teriakan dari dapur berlari dengan kencang.


Rani dan via juga mengikuti suami ke arah dapur jalan terburu - buru hinga saling nabrak.


Begitu sampai dapur semua teriak memangil alif tapi yang di pangil tidak dengar terus melakukan aksinya menusuk bagian perut.


Ahmad menabrak badan alif hinga pisau yang di pegang jatuh, bibik dengan cepat ambil pisau lalu menyimpan kembali.


Rani serta via mendekati alif membantunya bangun tatapan matanya kini melihat leher rani ingin mencekik.


Tanpa aba - aba alif mencekik leher rani dengan kuat membuat rani kesakitan tidak bisa bernafas.


Via hendak bantu melepaskan tangan alif tidak bisa terus memukul tangan anak biar lepas bukanya lepas tapi makin kuat.


'' via bacakan al - qur'an cepat teriak ahmad '' dirinya juga melepaskan tangan alif cuma bisa lepas satu.


Alif begitu dapat perintah dari suami dengan cepat al - qur'an begitu juga bibik ikut mengaji demi menyelamatkan majikan.

__ADS_1


Via dan bibik membaca dengan keras secara perlahan cekikan di leher rani melemah lalu terlepas.


Rani bernafas lega bisa lepas kalau tidak, apa terjadi selanjutnya nafas dengan ngos - ngosan hampir kehilangan oksigen.


Bibik dan via terus membaca al -qur'an sedang rani keluar rumah minta bantuan satpam memangil ustadt.


'' nyonya ada yang bisa aku bantu ''


'' tolong pangilkan pak ustadt sekarang ''


Satpam mendapat perintah majikan pergi begitu saja ke rumah ustadt dengan mengendarai motor tidak lama datang dengn membonceng ustadt.


'' nyonya ini pak ustadtnya ''


'' terima kasih mang mari masuk pak''


Rani mempersilahkan ustadt untuk masuk ke ruang keluarga di sana via bibik dan ahmad mengelilingi alif sedang meraung - meraung.


Pak ustadt mendekat ke arah mereka lalu membaca beberapa surat dalam al - qur'an.


Seketika alif teriak dengan keras membuat pak satpam ada di luar rumah terkejut bukan main.


'' apa yang terjadi kenapa teriakan itu begitu keras suara siapa? '' gumam satpam mengira - ngira


'' pak ujang tolong antar pak ustdt pulang ''


'' tidak perlu repot - repot pak ahmad''


'' tidk apa pak ustadt tapi yang jemput ujang biar ujang yang antar pulang ''


Pak ustadt tidak bisa menolak akhirnya menerima ujang ambil motor majikan memakainya untuk antar ustadt.


Ujang pak ustadt pergi ahmad menutup pagar lalu masuk melihat anaknya alif bagaimana keadaan nya''


Alif sudah duduk dengan tenang setelah pak ustadt menasehati keadaanya membaik


'' alif sudah malam sebaiknya kamu tidur ayo sayang kita juga tidur ''


'' mas biar aku tidur dengan alif ''


'' baiklah temani alif ''

__ADS_1


Ahmad selesai berkata mengajak istri satunya tidur, rani mengikuti langkah suami hingga masuk kamar.


via sendiri begegas masuk ke kamar anaknya, alif sendiri masi memikirkan ucapan pak ustadt tadi.


'' sayang kamu mikirin apa ''


'' mama ada apa ''


'' mama ingin menemni kamu tidur sudah lama tidak tidur bareng mama kangen seperti saat kamu masi kecil dan manja ''


'' itu kan dulu sekarang alif sudah besar ma aku malu kalau tidur bareng mama ''


'' mama hanya khawatir saja bila ingat hal tadi ''


Alif akhirnya nurut saja apa yang menjadi keinginan mamanya segera merebahkan badan di kasur begitu jug via sebelum mata terpejam via bicara sama alif.


'' alif dengerin mama jangan suka melamun ya nak, tadi mama sangat takut sekali ''


'' iya mama akan alif ingat - ingat ''


Capek berbincang keduanya terlelap hanyut dalam mimpi yang begitu luas untuk di arungi berdua.


Langit nampak berwarna merah menandakan pagi telah datang dengan hangatnya sinar matahari.


Via dan alif sudah duduk manis di meja makan menunggu papa juga mama rani.


'' alif kamu sudah bangun nak, maaf lama nunggu papa dan mama rani ''


'' tidak apa papa siang masi lama matahari juga baru muncul ''


Ahmad faham maksud ucapan anak barusan karena lihat rambut rani basah mungkin tanda - tanda via tidak mempermasalahkan hal itu begitu pun sebaliknya.


Rani tersenyum menatap via dan juga alif lalu berkata '' maaf ya via kalian menunggu lama ''


'' tidak masalah aku mengerti membalas senyuman rani''


Ahmad dan rani ambil duduk kemudian menikmati makan bersama kebiasaan itu sengaja di buat biar anaknya yang ke 1 tidak suka jajan sembarangan.


'' mas hari ini aku pulang ''


'' iya biar aku antar sayany ''

__ADS_1


'' via pulang nanti sore temani aku dulu ''


BERSAMBUNH


__ADS_2