
3 bulan telah berlalu usia kandungan rani kini memasuki 9 bulan menanti detik - detik mendebarkan menjelang persalinan
sehari belum terlewati saat ini baru siang hari ahmad dengan gelisah menatap istri takut terlewatkan
padahal tanda - tanda melahirkan belum ada ahmad tanya rani sudah sepuluh kali
'' mas kenapa tanya seperti itu mulu aku capek jawab, aku yang hamil saja tenang saja dari kemarin mas gelisah kayak cacing kepanasan saja ''
rani sewot dengan ulah suami maklum calon papa baru jadi tak ingin ketingalan momen menegangkan saat melahirkan
semenjak usia kandungan rani 9 bulan ahmad kantornya pindah di rumah semua dokumen penting akan di kirim asisten jika ada rapat asistrn juga turut andil
semakin protektif pada rani tidak boleh ini itu harus gini harus gitu bikin rani pusing dengan ulah suami
setiap hari ada saja peringatan - peeingatan kecil hinga rani mendengus kesal
'' mas kamu saja yang hamil silahkan pindah saja perutku ke perut kamu ''
ahmad melongo tak beekedip menatsp voni sambil geleng - geleng kepala
'' kenapa tidak mau mas yang melahirkan aku yang merawat kita bagi tugas ''
'' jangan bercanda rani orang serius malah di bercandain ''
'' siapa suruh mondar mandir seperti setrikaan kalau mau kerja ya kerja saja nanti kalau ada apa -apa aku pasti pangil kamu mas ''
rani membujuk suami agar diam tenang tidak bikin pusing
'' mas ke ruang kerja dulu jika ada apa - apa denganku akan pangil mas''
''mas ke ruang kerja jangan kemana - mana nanti jatuh ''
'' kumat '' ucap rani memandang kepergian ahmad duduk di sofa ruang keluarga lihat tv dengan mengunyah snack yang di buat bibik kemarin
ahmad di ruang kerja meneliti dokumen baru beberapa menit ahmad duduk dengar rani berteriak sangat kencang
hinga ahmad terjatuh dari kursi karena kagetnya segera berdiri lari ke arah istri berada
'' sayang ada apa kenapa teriak begitu kencang ''
'' siapa yang teriak lagian dari tadi aku duduk manis jika aku teriak bibik sama pak satpam pas ke sini ''
'' tadi suara siapa ''
ahmad berkacak pingang menatap rani penuh tanda tanya memastikan keseriusan ucapan rani takut istrinya mengerjai dirinya
__ADS_1
'' nanti pekerjaan mas menumpuk tidak selesai - selesai mikirin aku terus ''
oceh rani merasa risih di tatapan suami penuh selidik seakan tak percaya dengan ucapan istri masi mematung di depan rani
'' lebih baik aku tidur dari pada mas pantengin seperti tersangka saja ''
rani melangkah ke arah kamar meningakkan ahmad masi bengong
di tempat semula tak bergeming sama sekali
sejak kejadian hari itu ahmad tidak merisaukan rani lagi kerja dengan tenang membereskan pekerjaan sebelum rani melahirkan kelar semua
detik berganti menit berganti jam hari datang silih berganti hari yang di nanti tiba
baru bangun tidur melangkahkan kaki ke arah dapur baru saja duduk perut rani sakit memangil suami
'' mas ahmad ''
ahmad berada di ruang kerja berlari ke arah suara rani berada
'' kenapa sayang ada apa denganmu''
'' perutku sakit mas sepertinya mau melahirkan '' ucap rani merintih menaha rasa sakit
tanpa pikir panjang ahmad meraih tubuh rani ke dalam gendongan nya mendudum rani di mobil
ahmad binggung sendiri bergegas masuk mencari tas yang sudah di siapkan rani deri kemarin
setelah tas yang di cari ketemu meraihnya bergegas ke garasi mengemudikan mobil ke arah rumah sakit
selama perjalanan hati ahmad tidak tenang takut rani melahirkan di mobil
'' sayang tahan ya jangan sampai brojol di mobil ''
rani meringis menahan sakit rasanya seperti bom mau meledak saat dengar ocehan suami
Begitu sampai ahmad buru - buru gendong rani menaruh di atas bad rumah sakit mendorong sambil berteriak pada suster yang lewat
'' suster tolong istri saya mau melahirkan ''
'' bapak tenang saja biar ibu di tangani dokter silahkan bapak di bagian adminitrasi ''
Beberapa suster mendorong bad ke ruang bersalin di sana sudah ada dokter baru selesai menangani pasien
'' suster keluarga ibu ini mana ''
__ADS_1
'' suaminya ada di adminitrasi pak ''
'' pangil suaminya ke sini urusan adminitrasi nanti ''
Suster tergopoh berlari mencari ahmad setelah ketemu
'' maaf bapak di pangil dokter ''
'' tapi saya belum selesai sus ''
'' itu nanti saja tolong data istri bapak ini simpan dulu ''
Suster dan ahmad ke ruang bersalin begitu sampai depan pintu belum sempat membukanya terdengar tangisan bayi
Ooeek ooeek
Ahmad tertegun tidak menemani rani saat proses persalinan
'' ayo masuk anak bapak sudah lahir''
Ahmad jalan dengan gontai kaki gemetaran memasuki ruang bersalin di sana terlihat rani sedang tersenyum menatapnya
'' selamat bu bayinya laki - laki ini anaknya pak silahkan di adzani ''
Ucap dokter menyerahkan bayi mungil pada ahmad
Ahmad menerima dengan tangan gemetaran
'' hati - hati nanti bayinya jatuh ''
tegur seorang suster melihat tangan ahmad gemetar saat menerima bayi
Di amati wajah bayi yang kini dalam dekapanya
Rani di pindahkan ke ruang perawatan
'' sayang lihat anak kita aku tidak menyangka bayi kita laki - laki ''
'' mas sudah menyiapkan nama belum ''
'' sudah namanya zubair al mustofa''
TAMAT
💖💖💖💖💖
__ADS_1
Terima kasih reader terkasih maaf bila karya saya agak berantakan tidak beraturan
Maklum baru merangkak belum bisa berdiri tegak