
hari yang di tunggu zubair kini tiba dirinya wisuda begitu juga rusni keduanya duduk bersebelahan zubair seakan tidak mau berpisah dengan sang kekasih
'' mas selamat atas keberhasilan kamu ''
Rusni menjabat tangan zubair mengecupnya memeluk dengan manja di lengan kekasih begitu ia dambakan
'' terima kasih sayang selamat juga untukmu bagaimana kamu sudah siap ''
Rusni bingung dengan ucapan ambigu zubair mau jawab takut salah mengaruk rambut yang tidak gatal
'' lupakan ucapanku tadi jangan di pikir ''
Cup cup cup
Zubair memberi pelukan hangat pada rusni mendekap dengan sayang
Cinta kasih sayang zubair pada rusni begitu besar tidak bisa mengalah apapun di dunia ini
Zubair menatap rusni dengan mata berbinar bahagia kuliahnya telah kelar bersamaan menkedip - kedipkan mata mengoda kekasih
Rusni malu dengan ulah zubair langsung menutup wajah dengan kedua tanganya
Rani lihat tingah zubair mengoda rusni terus melotot ke arah sang anak
'' lihat calon mertua kamu lebih sayang kamu dari pada aku hmm kurang apa sampai tersingkir bagai sebongkah kayu usang di makan rayap ''
Rusni cekikikan dengar celetukan zubair seolah minta di kasihani tergeser seorang menantu
'' sayang kamu sudah siapkah dua minggu lagi kita menikah menjadi nyonya zubair ''
'' tentu saja mas zubair bukan kah itu yang selama ini kamu tunggu halalin seorang rusni ''
Keduanya saling menatap zubair meraih kepala merebahkan di bahunya rusni sangat penurut pada zubair walau kadang tidak sejalan rusni tetap menghargai asal tidak merugikan dirinya
'' sayang selama dua minggu ke depan jaga kesehatan kamu aku tidak mau waktu menjelang ijab qobul kamu sakit ''
'' iya mas zubair jangan kuatir aku kan semedi dalam kamar selama 14 hari lamanya ''
Zubair dengar jawaban rusni melongo seakan tidak percaya dengan ucapan rusni barusan
'' mas zubair ada apa dengan wajahku kenapa menatap dengan begitu ''
'' ada debu di bulu mata kamu boleh mas bantu bersihin ''
Itu hanya akal bulus zubair biar bisa mencium pipi rusni seketika mata rusni terbelalak depan umum zubair berani me ciumnya
__ADS_1
Rani lihat tingkah anak sematanya geleng - geleng kepala langsung menonyor kepala zubair
Begitu menoleh lihat siapa yang berani menonyor kepalanya terkejut
'' mama ''
'' apa mau balas menonyor kepala mama ''
zubair tersenyum kikuk mengarahkan pandangan ke arah pangung melihat pertunjukan drama sedang di pentaskan
acara telah usai semua orang pulang ke rumah masing - masing rusni pulang di antar zubair selama perjalanan rusni menguap sekarang sampai rumah
'' mas zubair terima kasih tidak usah mampir ya aku ngantuk sekali '
'' hai siapa yang mau mampir meski kamu suruh mampir aku tidak mau ''
Jawab zubair dengan nada sewot dalam hati tidak singkron dengan ucapan lalu melajukam mobil ke rumah orang tuanya
Mobil sudah terparkir si pemilik terlelap dalam mimpi entah apa yang di impikan
waktu kini berganti matahari kembali pada peraduan berganti bulan purnama bersinar sampai penuh
Rusni maupum zubair tidurnys terlalu nyenyak hinga melupakan makan malam
'' bik matangnya apa masi lama ''
Bibik menoleh lihat siapa yang bertanya heran lihat zubair tengah lemas menahan lapar
'' kenapa aden lapar ''
'' iya bik ''
'' sambil nunggu masakan matang lebih baik aden mandi dulu biar terlihat segar ''
Zubair menuruti ucapan bibik beranjak dari dapur menuju kamar membersihkan badan yang lengket dan mau keringat
lima belas menit sudah zubair di kamar mandi kini sudah fres dan wangi jalan menuruni tangga di meja makan papa dan mama menanti dirinya
Menarik kursi di sebelah mama rani melayani suam dan anaknya bergantian baru ambil buat dirinya
Makan tanpa ada yang bersuara hanya keneningan dalam ruang makan
Makan telah usai kini pindah posisi di ruang keluarga membicarakan rencana zubair
'' zubair gimana apa yang sudah kamu persiapkan ''
__ADS_1
'' papa bagaimana sih selama beberapa bulsn zubair sibuk buat skripsi mana sempat ngurusin ''
'' intinya aku serahkan pada papa dan mama bagaimana baiknya atur saja kapan aku fiting baju itu saja ''
'' pokoknya aku terima beres papa dan mama lebih pengalaman apa saja yang di perlukan ''
zubair dan rusni hanya terima beres saja sejatinya zubair tidak mau repot inggin acara sederhana karena dirinya anak tungal harus nurut kata orang tua
'' kamu dan rusni akan undang berapa orang secepatnya konfirmasi sama mama ''
'' mama kamu punya teman seorang W.O rencananya di percayakan sama dia lebih simpel tidak ribet ''
Zubair angukan kepala tanda setuju apapun yang mamanya lakukan pasti tetbaik buat anak semata wayangnya pernikahan yang meriah
Apalagi rusni yang sudah tidak punya sanak saudara lagi hanya nurut saja apa kata calon mama mertuanya
Zubair ****** rusni mengantar ke salon buat perawatan menjelang pernikahan zubair sendiri ke kantor papanya
'' sayang mas pergi dulu nanti kalau sudah selesai telfn biar mas jemput''
'' iya mas lagian perawatan itu lama
Hati rusni berdebar tak menentu menunggu hari sakral sekali seumur hidupnya
Hari berganti hari di mana ikatan sudah akan di selengarakan tingal menghitung beberapa hari saja
Zubair menghafalkan ijab qobul berulang - ulang takut salah ucap saat depan penghulu nanti
Ahmad lihat zubair mulutnya komat kamit bak dukun menghafal mantra
'' sudah hafal lafal ijab qobulnya kamu enak pakai bahasa indonesia papa dulu bahasa arab tiga bulan pada baru hafal karena menghafalkan sambil kerja ''
Bersambung
Jangab lupa
like
Komen
Vote
Terima kasih para readers terkasih
💖💖💖
__ADS_1