
Kriminal begitu marak merajai sisi gelap manusia bila sudah di butakan uang apapun akan di lakukan untuk kebutuhan hidupnya
Komplotan preman tidak bisa berkutik lagi begitu mendapat serangan membabi buta dari zubair
Tanpa ampun memukul semuanya tanpa terkecuali pimpinan komplotan preman membisu mendapat lawan mumpuni
semua preman lari terbirit - birit takut di patahkan tulang persendianya saling bahu membahu membantu temanya yang tidak bisa berdiri
zubair mendekati wanita yang terkulaih lemah di jalan di tatapnya wajah wanita itu seperti mengenalnya
Ingatan zubair teringat pada teman masa sma bergumam '' santi ''
ada yang memangil namanya menolah tatapan keduanya bertemu zubair mengalihkan pandanganya
'' kamu siapa ''
penerangan agak redup membuat santi susah mengenali orang yang telah menolongnya
'' aku zubair bagaimana ceritanya kamu bisa sampai sini jalan ini sepi''
Flasback off
tio ajak aku jalan tidak ku ketahui ke mana arah tujunya tapi jalan yang di lewati bukan jalan raya pada umumnya tapi jalanan sepi
Tiba - tiba mobil tio mogok di tengah jalan dia meningalkan aku di dalam mobil tio ke rumah warga cari bantuan sampai 1 jam tak kunjung kembali
ketakutan melanda jiwaku di tengah jalan sepi bingung sedih gelisah mengelayut tiba - tiba sekelompok preman datang menarik paksa mereka hendak memperkosaku hiks hiks hiks
melirik sekilas ke arah mobil tio pergi membawa mobilnya meningalkan aku menjadi santapan para preman
lalu datanglah kamu zubair sang penolong hidupku
Flasback on
'' ayo aku antar pulang masi bisa jalan kan ''
Santi berdiri mengikuti langkah zubair dari belakang
Keduanya dalam mobil diam tanpa ada suara sedikitpun
Jalan yang zubair lalui kini sangat jauh dari biasanya arah rumah santi dan rumahnya beda jalur membuat waktu terus lewat
Menempuh kurang lebih 30 menit kini santi sampai depan rumah begegas turun tak lupa berucap
'' zubair terima kasih sudah menolongku ''
'' sama - sama santi sudah larut segera masuk nanti masuk angin ''
Santi angukan kepala berlalu dari hadapan zubair menuju rumah di raihny knop pintu setelsh terbuka masuk
Zubair melihat santi sudah masuk melajukan mobil ke arah rumah orang tuany
__ADS_1
sampai rumah jam1 malam keadaan ngantuk berat menghempaskan badan seketika terlelap dalam mimpi
Suara kodok jangkrik bersautan menyanyi dalam kesunyian malam berselimut kegelapan
Zubair masi bergelung dengan batal guling dalam selimut suara ketukan pintu membangunkanya
Tok tokk tok
dengan rasa malas dan mengantuk masi mendera terpaksa membuka pintu
'' ada apa ''
Dengan mata masi terpejam orang yang berdiri di depanya memukul pelan dahinya membuat tersadar
tuk tuk tuk
'' mama kenapa dahiku di getok sakit atu ''
'' ini jam berapa masi tidur ''
Rani menatap anak dengan wajah horor
'' mama jelek kalau ekspresinya seperti itu ''
Rani menjewer telinga zubair hingga kesakitan
'' lepasin ma sakit ''
'' apa kamu tidak kuliah ''
'' sudah telat mau berangkat nanggung tidur lagi ahh ''
'' terserah kamu nanti kalau D.O jangan salahkan mama ''
Rani keluar kamar zubair membanting pintu dengan keras membuat zubair tersentak badanya seperti melompat
Mengelus - elus dadanya yang berdeguk kencang seperti habis lari marathon
Setelah tenang mandi badan segar keluar kamar menuruni tangga menuju ruang makan perutnya keroncongan minta di isi
'' mama zubair keluar ''
'' tidak kuliah malah kelayapan emang mau kemana ''
'' biasa mama ketemu pacar ''
'' sekolah yang bener jangan pacaran mulu ''
Zubair kembali menaiki tangga masuk kamar jika sudah di singung mamanya tidak berani membantah ucapan rani
Dalam kamar zubair meraih hp dalam saku celananya menghubungi pacarnya
__ADS_1
Zubair belum sempat ngomong apa - apa pacarnya sudah tanya duluan
'' halo sayang kamu tidak kuliah ''
'' tidak aku bangun kesiangan semalam tidak bisa tidur mikirin kamu ''
'' rayuan kamu tidak mempan ''
'' kamu di mana hany ''
'' lagi di kampus mau pulang ''
'' maaf tidak bisa jemput aku di kurung sama mama ''
'' syukurin siapa suruh tidak patuh sam orang tua ''
'' kenapa kamu tidak membelaku hany ''
'' untuk apa membela orang salah sudah sudah jemputanku datang kita sambung besok lagi ''
Rusni menutup telfn secara sepihak membuat zubair makin kalang kabut hari ini tidak bisa ketemu pacarnya rusni
Zubair ingat santi orang yang semalam di tolong bagaimana keadaanya sekarang tidak bisa kemana - mana kepala rasanya mau pecah
tok tok tok
Zubair membuka pintu terdapat bibik berdiri depan kamarnya
'' ada apa bik ''
'' aden di pangil nyonya ''
'' mama ada di mana ''
'' di ruang kerja den ''
Bibik turun ke bawah menuju dapur melanjutkan masak yang tertunda
Zubair mengikuti langkah bibik tujuanya beda ruang kerja papanya tanpa ketuk pintu masuk begitu saja
'' ada apa mama memangilku ''
Bersambung
Jangan lup
komen
Like
Vote
__ADS_1
Terima kasih readers terkasih
💖💖💖