TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

Kriminal begitu marak merajai sisi gelap manusia bila sudah di butakan uang apapun akan di lakukan untuk kebutuhan hidupnya


Komplotan preman tidak bisa berkutik lagi begitu mendapat serangan membabi buta dari zubair


Tanpa ampun memukul semuanya tanpa terkecuali pimpinan komplotan preman membisu mendapat lawan mumpuni


semua preman lari terbirit - birit takut di patahkan tulang persendianya saling bahu membahu membantu temanya yang tidak bisa berdiri


zubair mendekati wanita yang terkulaih lemah di jalan di tatapnya wajah wanita itu seperti mengenalnya


Ingatan zubair teringat pada teman masa sma bergumam '' santi ''


ada yang memangil namanya menolah tatapan keduanya bertemu zubair mengalihkan pandanganya


'' kamu siapa ''


penerangan agak redup membuat santi susah mengenali orang yang telah menolongnya


'' aku zubair bagaimana ceritanya kamu bisa sampai sini jalan ini sepi''


Flasback off


tio ajak aku jalan tidak ku ketahui ke mana arah tujunya tapi jalan yang di lewati bukan jalan raya pada umumnya tapi jalanan sepi


Tiba - tiba mobil tio mogok di tengah jalan dia meningalkan aku di dalam mobil tio ke rumah warga cari bantuan sampai 1 jam tak kunjung kembali


ketakutan melanda jiwaku di tengah jalan sepi bingung sedih gelisah mengelayut tiba - tiba sekelompok preman datang menarik paksa mereka hendak memperkosaku hiks hiks hiks


melirik sekilas ke arah mobil tio pergi membawa mobilnya meningalkan aku menjadi santapan para preman


lalu datanglah kamu zubair sang penolong hidupku


Flasback on


'' ayo aku antar pulang masi bisa jalan kan ''


Santi berdiri mengikuti langkah zubair dari belakang


Keduanya dalam mobil diam tanpa ada suara sedikitpun


Jalan yang zubair lalui kini sangat jauh dari biasanya arah rumah santi dan rumahnya beda jalur membuat waktu terus lewat


Menempuh kurang lebih 30 menit kini santi sampai depan rumah begegas turun tak lupa berucap


'' zubair terima kasih sudah menolongku ''


'' sama - sama santi sudah larut segera masuk nanti masuk angin ''


Santi angukan kepala berlalu dari hadapan zubair menuju rumah di raihny knop pintu setelsh terbuka masuk


Zubair melihat santi sudah masuk melajukan mobil ke arah rumah orang tuany

__ADS_1


sampai rumah jam1 malam keadaan ngantuk berat menghempaskan badan seketika terlelap dalam mimpi


Suara kodok jangkrik bersautan menyanyi dalam kesunyian malam berselimut kegelapan


Zubair masi bergelung dengan batal guling dalam selimut suara ketukan pintu membangunkanya


Tok tokk tok


dengan rasa malas dan mengantuk masi mendera terpaksa membuka pintu


'' ada apa ''


Dengan mata masi terpejam orang yang berdiri di depanya memukul pelan dahinya membuat tersadar


tuk tuk tuk


'' mama kenapa dahiku di getok sakit atu ''


'' ini jam berapa masi tidur ''


Rani menatap anak dengan wajah horor


'' mama jelek kalau ekspresinya seperti itu ''


Rani menjewer telinga zubair hingga kesakitan


'' lepasin ma sakit ''


'' apa kamu tidak kuliah ''


'' sudah telat mau berangkat nanggung tidur lagi ahh ''


'' terserah kamu nanti kalau D.O jangan salahkan mama ''


Rani keluar kamar zubair membanting pintu dengan keras membuat zubair tersentak badanya seperti melompat


Mengelus - elus dadanya yang berdeguk kencang seperti habis lari marathon


Setelah tenang mandi badan segar keluar kamar menuruni tangga menuju ruang makan perutnya keroncongan minta di isi


'' mama zubair keluar ''


'' tidak kuliah malah kelayapan emang mau kemana ''


'' biasa mama ketemu pacar ''


'' sekolah yang bener jangan pacaran mulu ''


Zubair kembali menaiki tangga masuk kamar jika sudah di singung mamanya tidak berani membantah ucapan rani


Dalam kamar zubair meraih hp dalam saku celananya menghubungi pacarnya

__ADS_1


Zubair belum sempat ngomong apa - apa pacarnya sudah tanya duluan


'' halo sayang kamu tidak kuliah ''


'' tidak aku bangun kesiangan semalam tidak bisa tidur mikirin kamu ''


'' rayuan kamu tidak mempan ''


'' kamu di mana hany ''


'' lagi di kampus mau pulang ''


'' maaf tidak bisa jemput aku di kurung sama mama ''


'' syukurin siapa suruh tidak patuh sam orang tua ''


'' kenapa kamu tidak membelaku hany ''


'' untuk apa membela orang salah sudah sudah jemputanku datang kita sambung besok lagi ''


Rusni menutup telfn secara sepihak membuat zubair makin kalang kabut hari ini tidak bisa ketemu pacarnya rusni


Zubair ingat santi orang yang semalam di tolong bagaimana keadaanya sekarang tidak bisa kemana - mana kepala rasanya mau pecah


tok tok tok


Zubair membuka pintu terdapat bibik berdiri depan kamarnya


'' ada apa bik ''


'' aden di pangil nyonya ''


'' mama ada di mana ''


'' di ruang kerja den ''


Bibik turun ke bawah menuju dapur melanjutkan masak yang tertunda


Zubair mengikuti langkah bibik tujuanya beda ruang kerja papanya tanpa ketuk pintu masuk begitu saja


'' ada apa mama memangilku ''


Bersambung


Jangan lup


komen


Like


Vote

__ADS_1


Terima kasih readers terkasih


💖💖💖


__ADS_2