TAK SECANTIK WAJAHMU

TAK SECANTIK WAJAHMU
TSW PART 2


__ADS_3

rusni mendorong badan zubair agar keluar dari kamarnya badan zubair tidak bergeming sedikitpun tetap berdiri mematung


badan zubair lebih besar dari rusni membuatnya susah mendorong apalagi menariknya akhirnya menyerah keluar kamar msmbanting pintu dengan keras


Zubair mengikuti rusni menuruni tangga di lihatnya sang kekasih duduk di ruang keluarga


Duduk samping rusni meraih tanganya


'' rusni sayang maafin ya aku kiro bukan kamu yang telfn ''


'' makanya kalau ada telf mata di buka telinga di pasang jangan emosi yang keluar ''


rusni memaki zubair tanpa henti hatinya sakit karena di bentak selama ini ayah ibunya tidak perna membentak dirinya


Orang tuanya mendidik dirinya dengan kasih sayang dan kelembutan suaranya orang tuanya tidak perna tinggi bila sedang marah hanya diam saja


Jadinya rusni jadi anak yang santun tidak perna berkata kasar pada siapapun


Selalu menunduk tidak perna mendongak bila hatinya kalut hanya air mata yang bercucuran


keduanya masih terdiam belum ada yang memulai bicara hingga zubair memulai duluan


'' rusni dengerin mas minta maaf bukan maksud mas membentak kamu mas ngantuk berat dari pagi hingga siang ada beberapa orang yang membuat mas emosi ''


rusni memandang mata zubair mencari kebohongan di sana ternyata tidak menemukan


'' iya mas zubair rusni maafin jangan di ulangi lagi ''


'' mas janji akan berusaha meredam emosi mas ''


Zubair menarik rusni masuk dalam pelukanya rusni membalas pelukan zubair


Keduanya berpelukan sesaat meredahkan amarah yang tadi meluap kini melunak terkikis kasih sayang Zubair melepas pelukanya


'' rusni mas lapar ada makanan apa''


'' bibik lagi masak sebentar lagi matang sambil menunggu masakan matang aku mandi dulu mau asem badanku ''


'' tadi waktu mas peluk tidak asem tapi lengket sedikit ''


Rusni meningalkan zubair di ruang keluarga dirinya ke kamar membersihkan badan

__ADS_1


Tak butuh waktu lama rusni sudah cantik terbalut gaun warna jingga makin menambah ke cantikanya


Zubair melihat rusni menuruni tanga memandang penuh takjub tidak perna rusni berpenampilan seperti ini


'' maaf non masakan sudah matang''


Ucap bibik menyadarkan zubair memperhatikan rusni dari tadi memandang tiada henti


'' mas katanya lapar ayo makan ''


Zubair serta rusni beriringan ke dapur zubair berinisiatif menarik kursi buat rusni


rusni melayani zubair layaknya seorang suami padahal belum keduanya belum menikah


'' rusni dari pada kamu sendirian di sini tahun depan setelah aku wisuda kita menikah saja ''


Rusni hidup sendiri kedua orang tuanya sudah tiada papanya karena sakit stroke sedang ibunya kecelakaan


Dirinya tidak punya kakak apalagi adik dia anak tungal pewaris tungal


Di saat rusni memasuki kuliah jadi perusahaan sang papa dia yang pegang dari sanalah dia punya penghasilan


Perusahaa di pegang rusni selama satu tahun berkembang dengan pesat pemikiranya dan ide - idenya sangat bagus


Membuat semua sangat memuji kecerdasanya rusni milih jujurusan yang sesuai dengan perusahaan papanya agar bisa meluaskan jaringan kerjasama dengan perusahaan di asia


'' mas jangan bercanda deh ''


'' rusni mas tidak bercanda sayang ''


'' tapi mas aku kan masih kuliah ''


'' setelah menikah kamu fokus kuliah biar aku yang kerja kamu tidak papa kan kalau perusahaan aku yang handel sementara setelah kamu lulus perusahaan ku serahkan pada kamu lagi ''


'' kenapa tidak mas yang pegang selamanya ''


'' tidak rusni itu perusahan kamu aku hanya bantu mengelolah sebentar agar kuliah kamu cepat kelar pikiran kamu biar tidak terbagi ''


'' beri aku waktu mas untuk berfikir sebenarnya aku belum siap menikah''


'' waktu 3 bulan untuk berfikir cukupkan ''

__ADS_1


'' lebih dari cukup mas ''


'' hari mau gelap mas pamit pulang jaga diri baik - baik ''


Usai makan dan mengutarakan niatnya zubair pamit pulang rusni mengantar sampai teras


'' hati - hati di rumah asalamu alaikum ''


'' wa' alaikum salam ''


zubair sebelum melajuksn mobil melambaikan tangan rusni membalas lambaian tangan zubair


Berdiri di teras memandang kepergian pacar hinga mobil tidak terlihat lagi baru masuk rumah


Zubair begitu sampai rumah masuk dengan senyum - senyum di wajahnya terpancar kebahagian hatinya berbunga - bunga tidak lama lagi akan menpersunting pujaan hati


Ahmad memandang zubair dari tadi senyam - senyum sendiri


'' hai anak muda kamu sudah gila kah senyum - senyum sendiri ''


Zubair menghambur ke pelukan sang papa ahmad tertegun lihst pola tingakah zubair


Rani melihat suami dan anak berpelukan merasa heran penasaran apa yang terjadi


'' zubair kenapa kamu nempel seperti perangko tidak seperti biasanya pasti ada sesuatu ni mama ketingalan jadinya ''


'' zubair tidak msu kasi tau mama pungin curhat ke papa sebagai sesama laki - laki ayo pa bicara di taman belakang saja ''


Bersambung


Dua hari kedepan tidak bisa up dulu ada kesibukan yang tidak bisa di tunda


Jangan lupa


Like


komen


Vote


Terima kasih readers terkasih

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2