
Ahmad sekeluarga kumpul bercanda alif dan via cepat beradaptasi hingga tidak ada rasa malu atau cangung sama sekali.
Saling meledek membuat kegaduhan rumah yang dulunya sepi sekarang rame berkat celotehan alif dan zubair.
'' papa mama zubair pulang dulu ''
'' kakak jangan pulang tidur sini saja kamar kakak biar tidak kosong kelamaan kosong nanti buat tidur hantu ''
'' kamu kalau bicara ada saja bagaimana rusni pulang apa tidur sini ''
'' halah sebenarnya stri kamu tidak mau pulang mau tidur di sini tapi kamu yang ajak pulang ''
Ucapn rani barusan membuat mata zubair melotot memandang mamanya.
'' dari pada berisik ikut ke ruang kerja papa ''
Ahmad melerai keributan istri dan anak biar damai rumahnya.
Dengan terpaksa zubair mengikuti langkah kaki papa ke ruang kerja.
Sedang para perempuan sibuk sendiri - sendiri rani sama via membahas rumah tanga.
alif sama rusni bicara banyak ha soal sekolah pekerjaan alif baru mengetahui kakak iparmya yatim piatu.
Rusni sangat senang mengenal alif adik iparnya sangat pandai buat lelucuan sehinga dia tertawa terus.
'' mbak rusni ayo tidur sama aku kita tidur sambil bercerita ''
'' kakak kamu bagaimana nanti aku di marahi lain waktu saja saat zubair keluar kota kita punya banyak waktu''
'' jangan lupa mbak kabari saat tidak punya teman aku siap menemani ''
Rusni memberi dua jempol pada adik iparnya lalu masuk kamar karena sudah mengantuk sekali.
Alif pun ke kamar tamu karena belum di siapkan kamar pribadi untuknya karena dadakan.
Angin dingin masuk kamar dari cela - cela jendela alif menarik selimut karena kedinginan.
Cuaca dingin membuat zubair merapatkan badan pada istri rusni sendiri merasakan kehangatan karena di peluk suami keduanya tidur berpelukan sampai pagi.
'' mas bangun sudah pagi ''
Zubair makin mengencangkan pelukan masi merasakan kedinginan
__ADS_1
'' mas sudah jam 10 apa kamu tidak kerja ''
Zubair terlonjak seketika duduk tengok jam dinding masi jam 5 pagi
'' rusni kamu ngerjain mas awas ya ''
Zubair mendorong tubuh rusni hinga terlentang di atas kasur lalu menindih
'' kenapa kamu selalu ngerjain aku sengaja tiap pagi minta di sayang ''
Terjadilah apa yang di inginkan rusni berhasil membuat zubair terangsang
Zubair jika sudah berdua denga rusni tidak mau di gangu semua orang menunggu dirinya tapi tak kunjung turun
'' bik tolong pangilkan zubair ''
'' baik tuan ''
Bibik naik ke lantai atas menuju kamar zubair begitu sampai depan kamar bibik mengetuk pintu
Tok tok tok
'' siapa ''
'' den zubair di tunggu tuan dan yang lain makan bareng ''
'' bibik duluan saja setelah ini aku turun ''
begiti dapat jawaban bibik pergi kembali ke dapur melanjutkan tugas yang tertunda
'' gara - gara kamu kita sampai di pangil malu ah ''
Ucap rusni bergegas ke kamar mandi cuma cuci muka lalu pakai bajun
Zubair lihat rusni sudah keluar jadi penasaran
'' kamu tidak mandi ''
'' tidak cuma cuci muka saja takut mereka nunggu kelamaan ''
Begitu pula zubair seperti rusni cuci muka saja begitu keluar kamar mandi rusni memandang aneh
'' ikutan tidak mandi juga mas ''
__ADS_1
'' iya ayo turun sebelum kena semprot ''
Keduanya keluar kamar menuju ruang makan di sana semua orang menanti untung tidak mandi kalau mandi bisa di ledekin sama mereka
'' semalam dingin banget kakak sampai bangun kesiangan atau habis bikinin aku ponakan ''
Zubair menatap alif dengan mata membola
'' hati - hati nanti bola mata kakak lepas tidak bisa lihat adik kamu yang manis dan lucu ini ''
'' manis dan lucu dari hongkong ''
'' rusni duduk nak jangan hiraukan zubair dan alif angap saja mereka hiburan secara live '-
'' paapaa ''
Teriak alif dan zubair bersamaan membuat telingga rusak
'' mau makan atau debat jika mau debat silahkan tingalkan meja makan ''
Zubair dan alif tidak ada kapoknya di marahi ahmad papa mereka tiap hendak makan selalu di awali debat tidak pagi siang hingga malam.
membuat rumah yang awalnya sepi sekarang hidup kembali begitu pula rani kesehatan makin membaik berkat candaan anak - anak.
Makan pagi terasa hangat berkat candaan kecil dari alif dan zubair biar pada semangat.
'' nanti siang jalan - jalan ke pantai yuk pa ''
'' mama rani masi sakit kalian saja yang pergi ''
Tolakan halus ahmad membuat rani cemberut merasa kecewa lalu melirik rusni terlihat wajahnya lagi ngambek akhirnya ahmad bertanya pada rani
'' kamu mau ikut sama mereka ke pantai ''
Rani angukan kepala dengan cepat
'' kita semua pergi ke pantai '-
'' hore akhirnya pergi bareng - bareng''
Sorak alif memekakan telingga membuat yang ada di samping kiri kanan menutup telinga takut gendang telinganya pecah
Bersambung
__ADS_1
💖💖💖