Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Sedih


__ADS_3

Sabtu malam Minggu


"halo,, Vera kamu hari ini juga datang ke acara kantor kamu kan,,?"


"iya Tante ko tahu,,?"


"tahu dong, ya udah kamu bareng sama Bagas aja,,!"


"tapi kan Bagas pasti pergi dengan Tiara.?!"


"alah, gak bakal Tiara bisa pergi, dia lemah gitu!"


"terus aku harus gimana,,?"


"ya udah kamu kesini aja, biar berangkat bareng Bagas, karena Bagas gak mungkin jemput kamu.!"


"ya udah deh, aku kesana ya Tante.!"


****


"sayang kamu udah siap kan,,?"


"iya aku sudah siap, tapi sayang aku ragu deh, apa aku kuat ya di acara kamu nanti.!"


"kamu harus kuat dong sayang, kalau kamu gak pergi aku pergi sama siapa,?"


"iya iya,,, yuk kita berangkat.!"


Bagas siap memapah Tiara, tapi baru saja akan bangun Tiara terjatuh lagi, tak sanggup. karena memang semakin kesini kondisi Tiara semakin lemah, meskipun jadwal cuci darah tidak pernah absen, tapi karena kondisi ginjalnya sudah parah Tiara akan tetap merasa lemah.


"aduh,,, mas aku gak kuat.! aku dirumah aja ya,,!" ucap Tiara


Tok Tok Tok


"ya udah kamu di rumah aja, lagian sakit lemah masih mau sok ikut acara segala, baru bangun aja udah gak bisa, gimana nanti di sana, bikin repot orang deh.!" jawab ibu


"sayang kalau gitu aku juga gak akan pergi lah,,!"


"jangan dong sayang, gak enak sama bos kamu, udah gak pa pa kamu pergi aja.!'


"tapi kamu,,?"


"aku gak pa pa, aku di rumah aja nunggu kamu pulang.!"


"ya udah Bagas, mending kamu berangkat sama Vera aja sebagai pasangan kamu malam ini. kebetulan Vera sudah datang.!"


Vera berdiri cantik disamping ibu Bagas, Tiara melihat dengan hati sedih.


"mas udah kamu berangkat aja sama Vera, nanti telat loh,,!"


"beneran kamu gak pa pa,,!"


"iya mas, udah sana gih. bye sayang,!"


Bagas keluar setelah mencium kening Tiara, dan pergi bersama Vera. Ibu masuk kedalam kamar Tiara.


"kamu bisa lihat kan, betapa serasi nya Bagas dengan Vera. udah dong Tiara kamu harus pikirkan Bagas kedepan nya masa kamu egois sih.!"


"Bu, aku udah bilang kalau aku sudah ikhlas kalau memang mas Bagas harus menikah lagi. aku tidak akan melarang nya,!"


"ya udah kamu bujuk Bagas dong, supaya nikah lagi. ibu itu sudah pengen punya cucu tau..!"


"maaf Bu, Tiara belum bisa jadi menantu yang ibu harapkan.!"


"makanya sebagai gantinya kamu ngalah,!"

__ADS_1


"Tiara akan usahakan Bu,!"


Ibu pergi keluar.


****


"ayo saya antar kamu pulang,!"


"terimakasih pak, jadi ngerepotin.!"


Mobil berjalan menuju tempat kos Vera.


"makasih ya pak, sudah anter saya pulang.!"


"ya udah saya pulang,!"


****


Sampai dirumah..


Ting Tong


pintu terbuka "Bagas kamu sudah pulang, gimana acara nya,?"


"Bu ini sudah jam berapa, Bagas cape Bu, mau istirahat.!"


"ya udah sana istirahat.!"


Bagas masuk ke kamar...


"loh sayang kamu belum tidur,,?"


"belum nunggu kamu,, lama juga ya acara nya,!"


"iya sayang, untung nya kamu gak ikut. kalau ikut pasti kamu kecapekan banget.!"


"iya, mau gak mau Vera kan datang sama aku, jadi ya aku juga yang antar dia pulang deh.! kamu marah,?"


"marah kenapa, bagus lah kalau kamu anter Vera pulang, kasian kan udah malem perempuan pulang sendirian.!"


"ya udah kamu bersih-bersih terus tidur,,!"


****


Minggu,,,


"akhirnya sampai rumah juga ya Tante,, cape juga ya tapi seru.!"


"iya seneng deh bisa jalan-jalan sambil ngobrol kaya gini, kalau sama Tiara mana bisa,,!"


Ting Tong


Pintu terbuka..


"ibu, dari mana aja baru pulang.!"


"ibu bosen dirumah mulu Bagas, ibu juga butuh refreshing.! ayo masuk Vera,!" jawab ibu sambil mengajak Vera masuk


"ibu, Vera ayo kita makan. kebetulan aku udah masak."


"gak usah,, kebetulan juga ibu sama Vera tadi sudah makan. ayo Vera ke kamar Tante aja.!"


Ibu berjalan menggandeng Vera menuju kamarnya, Tiara melihat dengan perasaan sedih, Bagas hanya bisa memegang pundaknya.


"ya udah biarin aja, gak usah di pikirin ya, mending kita makan aja sekarang, yuk..!!" ajak Bagas

__ADS_1


"iya mas,,!" berjalan ke meja makan pelan.


Akhirnya mereka makan siang berdua, "mas aku pengen makan es krim deh, nanti setelah makan beliin di warung depan ya.!"


"iya nanti aku beliin, es krim yang biasa kan,?"


"iya,,!"


Selesai makan..


"ya udah aku beli sekarang ya, kamu tunggu di kamar aja,!"


mengangguk,,,


"dicuci sekalian aja deh piring nya, cuma dikit aja ko.!" gumam Tiara sambil membawa piring ke wastafel.


"mba Tiara, mau aku bantu,,?"


"gak usah Vera, terimakasih.!" jawab Tiara sambil menoleh.


Vera berbalik hendak pergi "eh Vera,,kalau emang kamu bisa merawat mas Bagas dengan benar, baik, dan tulus aku ikhlas.!" ucap Tiara tanpa menoleh.


Vera yang sudah ingin pergi mendadak berhenti. "mba Tiara sadar dengan apa yang mba katakan,,?"


Tiara diam


"kalau mba Tiara gak siap, gak usah sok kuat mengikhlaskan mas Bagas,,!" jawab Vera


"menurut mu, perempuan mana yang ikhlas melihat suami nya harus menikah lagi dengan perempuan lain, bahkan ibu mertua nya sendiri yang dengan sengaja menjodohkan mas Bagas.?!" ucap Tiara sudah dengan air matanya.


Tiara pergi berjalan ke kamar meninggalkan Vera yang diam terpaku. Didalam kamar Tiara menangis diatas kasur.


"ya Allah,, apakah aku akan ikhlas melihat mas Bagas menikah lagi.!"


"*kuatkan aku ya Allah, aku gak boleh egois, aku harus ikhlas.!"


"ya Allah,, ujian mu sungguh berat, apakah aku sanggup mengatasi nya,,?"


"aku terima Kau memberiku cobaan sakit seperti ini, aku juga ikhlas kalau mas Bagas harus menikah lagi. aku mohon ya Allah semoga pendamping mas Bagas itu wanita yang tulus mencintai nya*.!"


Tok Tok Tokk


"sayang ini es krim nya." suara Bagas


Tiara dengan kasar menghapus air mata nya, meski begitu basah bantal tak bisa disembunyikan.


"kamu kenapa sayang, kamu nangis,?"


"ibu bilang apa lagi sama kamu,,?"


Tiara diam


"mana es krim nya,,?"


Bagas memberikan kantong berisi es krim kesukaan Tiara.


"terimakasih ya mas,, aku makan ya, kamu juga dong.!" ajak Tiara


"oke,, kamu nangis kenapa,,?"


"aku gak nangis mas,, cuma kelilipan aja mas"


"kalau kelilipan itu di cuci pakai air, bukan nya malah basahin bantal kaya gini,!" jawab Bagas menunjuk bantal yang basah.


Tiara menikmati es krim tanpa memperdulikan Bagas yang merasa heran.

__ADS_1


"mas aku beneran ikhlas kalau kamu menikah lagi, kamu harus punya pendamping yang sehat mas. gak seperti aku yang sakit dan ber umur pendek, yang gak lama lagi akan mati.!"


__ADS_2