Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Rencana Dadakan


__ADS_3

Jangan lupa Like ya...


**___**


Mereka bertiga menaiki mobil mama menuju sebuah restoran. Alin berusaha mencairkan suasana dengan banyak bertanya.


**


"tumben kemari pasti lagi ada masalah deh, ya kan?!"


"gitu deh, lagi pusing nih gue."


"kalau pusing aja baru inget, kenapa?"


Bagas kemudian menceritakan apa yang sedang menjadi rasa bingung dan keresahan nya, tapi yang dia dapatkan hanya tertawa cemooh dari mulut pria di depannya.


"yeeee malah ketawa, bukannya bantuin mikir."


"mana gue liat foto cewek itu."


Bagas menunjukan foto Putri yang ada di Hp nya. Pria itu melihat "coba kirim ke gue." katanya. Bagas segera mengirim dan detik berikutnya foto muncul di Hp yang berbeda. Kemudian si lelaki itu mengetikkan sesuatu.


"kita tunggu dulu bentar kabar dari orang suruhan gue"


30 menit berlalu suara notifikasi pesan masuk berbunyi.


"Untung Lo kejebak sama cewek nakal, masih bisa diakalin. Kalau Lo kejebak sama cewek baik wah gue gak akan mau bantuin lo."


"jadi gimana?"


"Kalian harus menikah."


"wah gila Lo, gak punya saran yang lebih baik apa?"


"gue kasih tau analisa gue ya. Kalau emang bener itu cewek hamil udah jelas Lo harus tanggung jawab karena hamil makin lama makin besar dan gak bisa lagi di tutupin. Dari pada Lo kabur dan jadi buron, terus juga tekanan batin. Kenapa gak Lo kabulin permintaan cewek itu dan bikin dia yang tertekan sama Lo."


"Dengan begitu kalau dia merasa gak tahan pasti akan minta cerai, toh Lo udah turutin apa mau dia."


Bagas terlihat berfikir "iya juga sih. saran Lo boleh juga. Gue akan bawa dia tinggal di apartemen gue, dan akan gue bikin dia tersiksa dan gak betah, cepat atau lambat dia akan minta pisah deh."


"nah begitu."


"oke thanks, gue balik ya."


"eeee, dasar udh dapet solusi aja langsung deh pergi"


***


"Lin, aku gak bisa lama ya. mah Alex pamit ya mau kembali ke kost an."


"kamu gak mau pulang kerumah?"

__ADS_1


"gak mah, biarin Alex mandiri."


"ya sudah yang penting kamu jaga kesehatan ya. Kalau butuh apa-apa hubungi mama atau papa."


Alex mengangguk.


Alin melihat bahwa mama nya sebenarnya sayang pada Alex hanya saja masih ada sedikit kesal karena ulah ibu tirinya di masa lalu, meskipun itu bukan salah Alex.


"ayo masuk mah." ajak Alin


"gimana, tadi di kantor?"


"belum gimana-gimana sih mah, cuma tadi aku ada teman yang juga sama diterima jadi office girl namanya Ulan, tadi juga dia main sebentar disini."


"ya sudah kalau ada yang membuat kamu gak nyaman kasih tau mama ya, padahal mama tuh pengen nya kamu pegang jabatan tinggi di Perusahaan."


"aduhhh,,, gak deh mah. aku gak mau kalau belum punya pengalaman."


"terus sekolah kamu gimana, jadi ikut paket C nya,?"


"jadi mah, tapi aku belum sempat cari tempat sekolah nya, nanti lah kalau waktunya sudah stabil."


"ya sudah, mama pikir kamu butuh laptop ya, besok mama bawakan untuk kamu. Jangan di tolak karena itu penting."


"iya aku gak tolak ko. makasih mah."


"ya udah, mama pulang ya, sudah malam, weekend kamu wajib nginap di rumah ya."


"bisa di atur. hati-hati mah." Setelah berpelukan mereka berpisah.


**


"halo,,,sayang seneng deh kamu telepon." suara manja Putri terdengar.


"gue gak pengen basa basi, secepatnya kita akan menikah." jawab Bagas datar.


"apa menikah, kamu serius sayang. Ya ampun aku seneng banget, kapan aku siap ko besok atau lusa?"


"nanti dikabarin." Lalu telepon dimatikan.


Bagas keluar kamar menemui orang tuanya duduk bersama mereka di ruang keluarga.


"Yah, Bu, Bagas mau ngomong."


"udah ayah duga, kamu pasti ada sesuatu yang serius kan. Ada apa?"


"Bagas mau menikah. Bagas khilaf Bu, sudah menghamili Putri." ucap Bagas menunduk.


"Astaghfirullah Bagas, kamu ko bisa seperti itu sih Nak.. Ya Allah Bagas" ibu sedih, kesal dan bingung.


Sementara ayah nya diam memandang wajah Bagas, "ayah pikir kamu menyukai nak Alin."

__ADS_1


"sebenarnya iya, aku menyukai Alin yah. Tapi aku ngerasa Alin seperti menjauh dari ku, dan aku malah terjebak dengan kekhilafan ku sendiri."


Ayah hanya bisa geleng-geleng kepala. "tapi bagusnya kamu tidak lari dari tanggung jawab dan berniat menikahinya, meskipun ayah agak sedih tapi ayah bangga sama kamu."


Bagas diam.


"lalu bagaimana dengan Putri dan orang tua nya apakah mereka sudah di kabari?"


"Bagas baru saja menghubungi Putri, mungkin dia yang akan menghubungi orang tua nya, soalnya saat ini orang tua nya sedang di luar negeri dan Putra kakaknya ada di Bali."


"paling tidak kakaknya Putri harus hadir sebagai wali dari adiknya, jika memang orang tuanya tidak bisa hadir." ucap ayah.


"maafin Bagas Bu, yah"


"sudah terjadi mau bagaimana lagi, kalau bisa Minggu depan kamu sudah harus menikah." jawab ibu.


"iya Gas, kamu beritahu Putri kalau Minggu depan acara pernikahan harus dilaksanakan, jadi dalam Minggu ini ayah dan ibu akan mempersiapkan semuanya."


"baik yah, terimakasih sekali lagi maafkan Bagas." Bagas berdiri dan ke kamar.


**


Sementara di rumah mewah Putri terlihat bahagia ketika Bagas menghubungi nya untuk yang kedua kali dan mengatakan akan menikah dengan nya Minggu depan. Segera dia menghubungi kakak dan orang tua nya mengatakan niatnya.


"aduh kenapa mendadak sekali, kamu hamil ya dek?" tanya papa


"iya pah, Putri hamil, makanya kami akan segera menikah Minggu depan."


"ya sudah kamu atur aja dengan kakak mu, acara pernikahan mu itu. papa dan mama belum tau apakah bisa hadir atau tidak. Tapi akan papa usahakan."


"okey pah, kalau papa dan mama sibuk dan gak bisa datang masih bisa di wali kan dengan kak Putra."


"iya dia harus datang. Siapa calon suamimu?"


"Bagas pah"


"oh Bagas, ya sudah. Papa pikir bukan dengan Bagas."


"emang kenapa pah, kalau bukan dengan Bagas?"


"gak ada apa-apa, untungnya dengan Bagas. sudah ya papa mau istirahat."


**


"Tiara aku tidak menyangka akan berbesan dengan mu, meski sebagai besan aku senang karena aku akan bisa melihat mu setiap hari. Tiara aku masih suka merindukan mu."


"aku pasti akan datang ke pernikahan anak-anak kita nanti dan aku yakin kamu akan sangat kaget melihat ku, semoga kamu tidak lupa padaku."


**


"papa kenapa ya, nada suaranya ko agak aneh tadi, seperti ada rasa senang di hati tapi cuek di mulut ya?" gumam Putri membayangkan raut wajah papa nya.

__ADS_1


***__***


Like dan Vote nya dong kakak cantik 🤗🤗


__ADS_2