Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Koper Baru


__ADS_3

Jangan lupa like dan Vote nya ya 🤗


**__**


Lia dan Tuti datang "cie..cie.. ada yang mojok nih!" ledek Lia


"mojok apaan, sini gabung. Lama amat sih kalian kemana aja?"


"jalan-jalan aja kak, oiya kak kita balik ke hotel yuk udah sore nih." ajak Tuti


"oiya yuk, Put kita balik ke hotel dulu ya."


"okey hati-hati ya, sampai jumpa besok ya."


Mereka berjalan menjauhi Putra, "eh kak liat deh itu bukannya si cowok rese yang rebutan koper sama kakak?" ucap Lia


Alin melihat kearah yang ditunjuk Lia memang benar didepan mereka Alex seduh duduk lesu tertunduk tak bergairah memainkan pasir dengan sebatang kayu kecil.


"ehmm,, kalian ke hotel duluan aja deh nanti kakak nyusul."


"kakak mau ngapain?"


"kakak mau tanya ke si cowok rese itu, kayanya dia lagi ada masalah deh. Kalau dia kenapa-napa kasian orang tua nya."


"terserah kakak aja deh. Tapi jangan lama-lama ya."


Alin mengangguk. Berjalan mendekati Alex dan duduk disebelahnya.


"kenapa gak bunuh diri aja sekalian, kayanya udah gak ada semangat hidup deh?!" ucap Alin.


Alex mendongak menoleh ke kiri wanita yang ribut dengannya masalah koper ada disebelahnya. "ngapain Lo disini? mau ngetawain gue ya, mau ngetawain kekalahan gue?!" tanya nya kesal.


"kekalahan, jadi kalau kalah terus nyerah ya? ck.ck.ck kasian jadi anak songong yang gak tau minta maaf cuma segini mental nya.?"


"iya gue emang lemah, gue emang kalah, dan gak berguna terus Lo mau apa?"


"jelas gak mau apa-apa lah, apa yang bisa aku pengen dari orang yang kamu bilang lemah, kalah, dan gak berguna." jawab Alin


Alex geram Alin mengulang kata-kata nya, "mending sekarang Lo pergi dan jangan pernah lagi muncul di hadapan gue.!"


"aku sih pengen nya gitu, tapi kayanya kamu lupa deh kalau kamu masih punya hutang sama aku."


"hutang apa?"


"nah kan udah kalah, lemah, gak berguna ditambah pelupa lagi paket komplit kayanya."

__ADS_1


"gak usah banyak omong, hutang apa?"


"mama kamu kan bilang kalau kamu haru beliin aku koper baru sebagai ganti koper aku yang kamu rusakin paksa. Udah inget?"


Alex menepuk jidat "Astaga iya gue lupa. ya udah besok kita ke toko dan beli koper buat Lo, sebanyak yang Lo mau."


"okey, gak usah banyak-banyak cukup satu aja. besok pagi ketemu disini ya. Ya udah kalau gitu aku pergi dulu. oiya kalau bisa sih jangan bunuh diri sekarang, nanti aja setelah beliin aku koper ya. bye!"


Alex memukul pasir kesal "dasar cewek sial,"


"semoga kartu gue masih bisa dipake deh biar urusan gue sama tuh cewek selesai."


***


Keesokan harinya...


"eh udah datang, kirain bakal kabur!" ledek Alin begitu datang dan melihat Alex.


"ayo, buruan gue masih ada perlu sama orang lain.!" jawabnya ketus


"Aaaallliiinnnn...!!" panggil suara yang tak asing.


Alin dan Alex menengok kebelakang, terlihat Bagas berlari lari kecil menghampiri Alin, "kamu mau kemana sama cowok ini?" tanya Bagas


"iya aku ikut, biar aku bisa jagain kamu kalau cowok ini macam-macam sama kamu." jawab Bagas.


Alex yang sudah berbalik meninggalkan mereka terpaksa berhenti ketika mendengar ucapan Bagas dan menengok "sory ya, gue gak tertarik sama cewek cupu, norak, kaya gini." ucapnya sambil menunjuk Alin menggunakan dagunya.


"ha-ha-ha,,, udah gak usah debat yang gak jelas, biarin aja kamu mau ngomong apa tentang aku. yang penting kamu ganti koper aku.!" jawab Alin cuek berjalan meninggalkan.


Di Toko.


Alin memilih ada banyak jenis koper tapi dia belum menemukan koper yang mirip dengan miliknya, Alex mendekati "awas ya kalau milih koper yang mahal. Bayar sendiri!"


"tenang aja, aku sih mau yang seperti milikku, tapi kayanya gak ada deh. hemm.." Alin menjawab sambil terus melihat lihat dan dia menemukan sebuah koper yang menurutnya tidak terlalu besar. "ini aja deh." ucap Alin menunjuk koper itu.


"berapa bli yang itu?" tanya Alex segera.


"satu juta ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah mas." jawab si penjual.


"wah mahal juga ya,," ucap Alin.


Alex mengeluarkan kartu kredit nya "bisa bayar pakai kartu kredit kan?" tanya nya sambil menyodorkan kartu ke penjual koper.


"bisa, tunggu sebentar." penjual menjawab.

__ADS_1


Semenit kemudian penjual kembali 'maaf ada kartu lain, seperti nya kartu ini tidak bisa." ucapnya.


"Hah,,!! gak bisa gimana? limitnya banyak ko, masa gak bisa. mesin nya rusak kali." seru Alex lalu mengeluarkan kartu lainnya.


Lagi-lagi penjual kembali dan mengatakan hal yang sama.


Alex diam mulai khawatir "jangan-jangan mama udah blokir semua kartu gue lagi. gawat nih, masa harus pakai uang gue beneran sih.". batinnya.


"bagaimana bli apakah jadi membeli?" tanya penjual membuyarkan lamunan Alex.


Alin melihat perubahan raut wajah Alex yang murung mulai merasa tak enak "udah deh gak usah kalau gak ada uangnya, lupain aja soal koper." katanya


Alex merasa direndahkan apalagi ada Bagas juga tak ingin merasa malu dia dengan berat hati mengeluarkan kartu debit pribadinya yang hasil jerih payahnya dalam bernyanyi di cafe.


"jadi coba pakai yang ini." katanya memberikan kartu untuk ketiga kalinya.


Tak lama kemudian penjual memanggil "Bli,, silahkan Pin nya."


Alex mendekati meja dan menekan pin, tak lama keluar lah struk pembayaran koper. Penjual pun segera memberikan koper pada Alin.


"udah ya, impas. Gak ada lagi hutang gue ke Lo. Dan gue minta kedepannya jangan pernah muncul di hadapan gue."


"idih siapa juga yang mau ada didepan kamu tenang aja jarak lima meter begitu aku liat kamu, aku pasti langsung menghindar. makasih." jawab Alin.


"sini biar aku bantu bawa in." ucap Bagas mengangkat koper dan keluar dari toko.


"aku kebangetan ya, milih koper yang ini?" tanya Alin.


"gak ko, kan dia yang nyuruh kamu milih. biarin aja gak usah ngerasa gak enak gitu lah, salah siapa dia rusakin paksa koper kamu." jawab Bagas.


"iya juga yah. Tapi aku ngerasa gak enak deh tadi."


"lupain aja. yang penting nanti pulang ke Jakarta, gak pusing lagi deh ya kan."


"iya."


Mereka berjalan kaki sambil sesekali ngobrol santai sampai mereka mendengar suara memanggil "Aliinnn!!" teriak suara pria dari arah belakang.


Mereka menoleh bersamaan dan melihat Putra berlari mendekati mereka.


"astaga cunguk satu ini lagi. ngapain dia ada disini? heran gue gak bisa apa biarin gue deket bentar sama Alin." batin Bagas wajah mulai merengut.


"Putra, kamu disini? ngapain?" Alin ikutan kaget.


**

__ADS_1


__ADS_2