Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Seperti Orang Gila


__ADS_3

Like for me please 😘😘


Terimakasih.


**_**


"Lin, kamu masih mau disini atau kembali ke kantor?" tanya Alex yang sudah kembali ke kamar Ulan dengan membawa amplop coklat di tangannya.


"saya ikut pak kembali ke kantor." jawab Alin


"Lan, pak, bu aku pamit ya."


"iya nak Alin, hati-hati."


Alin dan Alex pun berjalan ke pintu bersamaan dengan pintu dibuka Baim hendak masuk. "loh Alin kamu sudah mau pulang?"


"iya kak, aku harus kembali kerja kak. permisi assalamualaikum"


"oh iya waalaikumsalam"


Diparkiran mobil


"siapa laki-laki yang baru masuk tadi?"


"Baim, kakaknya Ulan."


"oh, kayanya dia sedih liat kamu mau pergi ya, suka ya dia sama kamu!"


"gak tau deh." Alin memilih malas menjawab kekepoan Alex karena bakal panjang seperti biasanya.


Mobil hanya melewati kantor dan tidak berbelok "lah ko kita gak masuk kantor pak, mau kemana?"


"Lin, kalau di luar jangan panggil bapak dong, kesan nya tua banget tau."


"ha-ha-ha,,, ya udah iya mau kemana ini kita?"


"kita harus ke kantor polisi, soalnya hasil lab kan sudah keluar jadi Lusi harus mempertanggung jawabkan perbuatannya"


"hasilnya positif ya pak beracun?"


"iya, makanan dan minuman beracun, tapi bukan racun berkadar tinggi dan bisa dibilang berdosisi rendah tapi tetep aja itu tindak kriminal."


Alin diam dia masih gak nyangka kalau makanan yang dituliskan untuk nya beracun dan salah sasaran. Diwaktu bersamaan dia bersyukur dan bersedih.


Mobil memasuki halaman kantor polisi dan berhenti. Alin hanya mengekor Alex yang berjalan lebih dulu. Dilihatnya Alex dengan setelan jas dan sepatu pantofel dari belakang Alin senyam senyum gak jelas.


"selamat siang pak, saya Alex bisa bertemu dengan pak Dika?" ucapnya


"oh pak Alex, mari pak sudah ditunggu." polisi yang berjaga di depan mengantar mereka kedalam. Sampai di sebuah pintu bertuliskan ruangan Kom.Pol.Dika Praja. Anggota polisi tadi masuk kedalam setelah mengetuk pintu, dan tak lama kembali keluar.

__ADS_1


"silahkan, pak Dika ada didalam."


"terimakasih" Alex masuk diikuti Alin.


"Alex,,,!!!" sapa polisi didalam dengan name tag Dika Praja.


"Dika, Dika, wadawww keren akhirnya sampai juga Lo di titik ini."


Alex meletakkan amplop coklat berikut sisa makanan dan minuman diatas meja Dika. Dika melirik benda yang diletakkan Alex melihat bungkusan dengan nama Alin di plastik pembungkus.


"siapa Lex?" tanya Dika melirik ke Alin


"dia temen sekalian karyawan gue, Alin sini ada yang mau kenalan"


Alin mendekat dan berjabat tangan.


"okey, jadi ini yang mau diracun tapi gagal dan malah salah sasaran?"


"begitulah, gimana Lusi aman kan?!"


"Dia ada di sel sendiri, karena masih menunggu hasil lab nya dulu, jadi positif ya beracun. Wah udah bisa di suruh pake baju orange tu cewek."


"iya positif itu laporan nya gue bawa, anter gue ketemu dia Dik."


"gue rasa ini masalah nya urusan hati deh Lex, dia sekertaris Lo kan, dia cembokur liat Lo deket sama Alin makanany dia nekat."


"Halah, tetep aja gak bisa ditolerir lah perbuatan nya. Kalau suka ya berjuang bukannya ngambil jalan pintas."


"idih ya kagak, bukan gitu maksud gue ya secara sehat aja lah. Ini kenapa jadi ngaco sih ngomongnya, gue mau ketemu ayo." Alex melirik Alin yang terlihat malas mendengar obrolan gak mutu dan memilih menjauh.


"okey yuk" Dika berjalan lebih dulu ke pintu membuka dan mempersilahkan kedua tamunya keluar.


"kalian tunggu di sini dulu ya, biar kita bawa si Lusi kesini." Dika kedalam


Didepan Sel Lusi ditahan


"mbak Lusi, ada yang ingin bertemu dengan mbak, ayo ikut saya" panggil Dika


Lusi berdiri ke sel "siapa?"


"nanti juga kamu tau, yang jelas cowok."


"dia pasti Alex, aku yakin dia pasti datang buat bebasin aku." ucap Lusi senang.


Lusi berjalan masih dengan tangan di borgol kedepan. Sampai di ruang bertemu Lusi sudah melihat Alex dari kejauhan dengan cepat dia ingin berlari tapi di tahan.


"sabar mbak, jangan terlalu senang." ucap Dika, seketika Lusi ingat dan mulai panik.


Alex melihat Lusi berjalan kearahnya dan berdiri dihadapan nya. "Lex gue tinggal ya, masih ada kerjaan."

__ADS_1


"okey makasih"


Dika pergi, dan kini mereka didampingi polisi penjaga yang lain.


"pak Alex,, maafkan saya pak, saya khilaf, saya cemburu melihat cleaning servis itu semakin dekat dengan bapak." kata Lusi


Alin datang begitu dia mendengar suara Lusi bicara, melihat Alin berjalan mendekat mendadak raut muka Lusi berubah menatap Alin sinis dan benci.


"ngapain Lo disini? gara-gara muncul nya Lo, gue sampai nekat karena gak terima dengan kedekatan Lo dengan Alex.!!" teriak Lusi dengan tangan terulur hendak menarik Alin.


Alex bersigap menyembunyikan Alin di belakang tubuhnya, "Lusi stop!!! lihat dimana kamu sekarang?!" gertak Alex.


Lusi tidak perduli dia terus memutar meja hendak menjambak Alin tapi sayang dia sudah ditahan oleh polisi penjaga yang bersiaga.


"lepaskan,,,lepaskan sayang..!!" teriak Lusi


"kalau ibu tidak bisa bersikap baik kami akan segera membawa ibu masuk kembali kedalam sel."


"Lusi, saya datang kesini hanya ingin bilang kalau kamu sudah saya pecat dari kantor dan kasus kamu akan tetap berjalan dan kamu akan segera masuk penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu kepada Ulan." ucap Alex


"pak Alex please jangan pak, saya minta maaf saya terima kalau bapak memecat saya tapi jangan buat saya mendekam di sini pak saya mohon." jawab Lusi dengan air mata nya.


"pak saya sudah selesai, tolong di jaga wanita ini dia terbukti bersalah" ucap Alex berpamitan kepada polisi yang memegangi Lusi.


"pak,,pak Alex bebaskan saya pak,,, pak,, pak Alex..!!" teriak Lusi ketika dibawa masuk paksa oleh polisi.


Alin baru kali ini menengok orang yang ada di kantor polisi, jadi dia bingung harus bersikap bagaimana dan memilih diam.


"kamu kenapa dari tadi diam aja?"


"mau ngapain, aku gak pernah ke kantor polisi bingung melihat Lusi harus menjadi tahanan disana"


"itu balasan yang harus dia terima karena nekat nya. Semoga kedepannya gak ada lagi Lusi lainnya deh."


"aamiin"


Mobil sampai di kantor, Alin segera turun dan masuk melalui pintu belakang. Alex berjalan ke lobby dan naik ke ruangannya.


"mama,, sudah lama mama disini?" tanya Alex kaget melihat mama nya ada diruangan.


"kamu kenapa gak cerita kalau ada masalah di kantor,"


"Alex bisa hendle ko mah"


"Alin gak pa pa kan, dia baik-baik aja kan?" suara mama terdengar khawatir.


"Alin baik-baik aja mah, tadi baru pulang dengan Alex dari kantor polisi, Lusi sudah Alex pecat dan dia ditahan."


"bagus kalau begitu."

__ADS_1


***____***


__ADS_2