
Dreettt..
Alin melihat ponselnya membaca pesan balasan yang barusan dia kirim.
"Oh dia sedang bersama kamu sekarang, ya udah makasih ya kamu sudah info. Tapi dia gak kenapa-napa kan?"
Alin berfikir, kalau aku balas nanti Alex curiga lagi udah deh biarin aja yang penting mama nya tau dia sama aku.
"udah sana pergi, ganggu aja!"
"ganggu apa, emang kamu lagi ngapain? kamu cuma lagi duduk gak jelas gini ko. Lagian kenapa sih dua kali aku liat kamu seperti putus asa gitu.?"
"bukan urusan Lo.!!"
"oh ya udah, siapa tau mau berbagi cerita, gak maksa juga sih. Mungkin kamu lagi butuh temen cerita, aku siap ko dengerin."
Alex menoleh ke Alin merasa heran "ada angin apa Lo jadi bae gini sama gue.?"
"angin laut kali, kan kita lagi ada di laut. emang ada alasan nya ya untuk jadi orang baik?"
Alex diam "gimana caranya biar punya uang banyak ya?"
"ha-ha-ha pertanyaan bodoh, ya kerja lah."
"Lo ngatain gue bodoh, ya Lo bener gue emang bodoh sampai gak bisa membuat klien kerjasama dengan perusahaan mama. gue gagal, gue anak yang gak berguna, dan sepertinya gue bukan anak mereka." Alex dengan sendirinya cerita.
"alasannya apa sampai kamu bisa berpikiran kalau kamu bukan anak orang tua kamu, masa cuma karena kamu gak berhasil melakukan kerjasama gitu."
"entahlah. Sekarang mama udah mencabut semua fasilitas yang biasa gue terima sebagai anak mereka, apartemen, kartu kredit, mobil. Tapi sekarang apa? bahkan untuk bayarin koper Lo aja gue harus pakai uang pribadi gue tau.!"
"ya uang pribadi kamu juga kan uang dari mama kamu juga..."
"enak aja, jangan sok tau, gue punya tabungan sendiri dan itu murni uang hasil keringat gue sendiri nyanyi di Cafe setiap malam. Selama ini gak pernah gue gunain, baru gue pakai untuk beliin koper Lo, ya karena itu kartu gue semua udah di blokir."
Alin manggut-manggut, mulai mengerti.
"Jadi kamu disini lagi meratapi nasib karena semua fasilitas diambil toh. ini mah tanda-tanda cowok gak bermutu."
"Sembarang y mulut Lo, asal banget bilang gue cowok gak bermutu."
"yah emang kenyataan gitu kan, ngapain coba cowok, berbadan sehat, berfisik lengkap, suatu saat calon kepala rumah tangga masa malah duduk termenung gak jelas di sini. Dibilang putus cinta bukan, gak tau nya takut duit nya habis ha-ha-ha"
"Lo itu mau ngeledek gue terus apa gimana sih?"
__ADS_1
"terus mau kamu gimana sekarang?"
"ngapain tanya-tanya?"
"haduh, udah otaknya diluar, emosian, pantes aja lebih terpuruk dari putus cinta."
Alex berdiri "gak ada gunanya gue cerita ke Lo, percuma."
"hei mau kemana,,!!" Alin berlari mengejar Alex.
"iya deh iya sory, berati kita impas ya."
"impas apanya?"
"ya kan, kamu udah buka paksa koper aku, yah walaupun diganti sih. tapi kan rasa keselnya aku masih di sini." menunjuk hatinya. "tapi sekarang udah gak ko. Apalagi pas liat kamu gak bersemangat gitu. Aku malah jadi iba."
"gue gak perlu dikasihani. Udah jangan ngikutin gue."
"siapa juga yang ngasianin kamu, aku juga gak ngikutin kamu ko. Aku cuma mau ke hotel udah mau Magrib, takut di bawa sama Wowo,,hiiii... ayoo lari!!" seru Alin
Entah kenapa Alex malah mengikuti Alin berlari mengejarnya dan sampai di hotel dengan napas tersengal-sengal.
"Mana Hp kamu?"
"udah mana sini?"
Alex mengeluarkan ponselnya, Alin mengetikkan nomornya dan menyimpan nya. "kalau masih pengen denger aku ngeledekin kamu ini nomor nya. Dah"
Alex tertegun heran, kenapa Alin malah mengajaknya bicara disaat dia merasa jatuh dan sendiri, dia tidak benci. Alex pun berjalan ke kamarnya.
***
Keesokan harinya jadwal mereka kembali ke Jakarta, karena sudah empat hari tiga malam mereka liburan di Bali. Hari ini jam 15:00 mereka sudah harus flight ke Jakarta.
Tok Tok Tok (seseorang mengetuk kamar Alin)
"waduh,, mau cari siapa ya?" Lia yang melihat siapa tamu yang datang mulai malas dan malah mengajaknya berbasa-basi meski sebenarnya dia tau pasti mencari kak Alin.
"Alin ada kan?"
"gak ada, udah pulang ke Jakarta tuh."
"siapa yang datang Liii...!!" teriak Alin dari kamar mandi.
__ADS_1
"itu suara Alin kan, wah kecil-kecil belajar boong."
"daripada kamu udah gede emosian."
Alin datang "udah masih pagi tau masa mau diawali sama keributan. Ada apa?"
"lagi sibuk ya, ada waktu sebentar gak."
"sibuk lah kan nanti sore mau balik ke Jakarta lagi packing. Mau ngapain?"
"mau minta di temenin sarapan."
"ya elah kirain mau ngapain, ya udah yuk tapi aku mau makan nasi jinggo aja ya, ada gak kalau pagi?"
"gak tau deh, kita cari aja. tapi kalau gak ada makan yang seketemu nya aja yah."
"ya boleh lah. Kak Alin pergi dulu ya."
Mereka keluar lobby hotel "gimana koper nya muat banyak kan? lebih besar dari punya kamu deh kayanya ukuran nya."
"iya lebih besar, makanya masih banyak ruang. Kebetulan mau beli kenang-kenangan khas Bali ah buat di kost an."
"Lo ngekost? kira in anaknya ibu dan bapak yang kemarin itu?"
"yang anak nya mereka yang cowok, kalau kita nih cewek bertiga karyawan mereka. Kita kerja di toko Bu Tiara."
"oooh,,, Lo gak masalah kerja begitu gaji nya kecil kan terus belum buat makan bayar kostn emang cukup?"
"cukup gak nya mah tergantung kita, gimana mengelola pendapatan. Dan kenyataannya aku ngerasa cukup-cukup aja ko malah masih bisa nabung walaupun dikit."
"kayanya gue harus belajar dari Lo deh cara mengatur keuangan, secara gue gak mungkin minta atau dikasih uang sama mama lagi dan harus berjuang sendiri."
"nih mumpung kita ketemu di Bali tak sengaja karena sebuah insiden, dan akhirnya mau gak mau harus ngobrol sama kamu juga. Aku kasih tau yang namanya hidup saat kita kecil wajar jika bergantung pada orang tua, tapi ketika kita besar dan bisa mencari uang sendiri sudah waktunya tidak lagi merepotkan orang tua bahkan kalau bisa kita membantu mereka. Kamu mah enak udah punya perusahaan tinggal kembangin aja."
"masalah nya gue gak minat kerja kantoran. Gue tuh sebenarnya udah punya kerjaan nyanyi di Cafe walaupun gajinya gak banyak tapi gue nyaman ngejalanin nya."
"ya udah kamu bilang aja sama orang tua kamu, dan yang pasti kamu buktiin ke mereka kalau kamu mampu berdiri dengan kaki mu sendiri. Tapi kalau aku jadi kamu sih, lebih milih belajar kerja kantoran."
"ya udah Lo gantiin gue aja, udah lama gue ngerasa kaya bukan anak nyokap gue."
"hus gak boleh gitu, eh kayanya gak ada ya nasi jinggo nya, jadi sarapan apa dong?"
"Alinnn, Alex..!!" teriak suara dari belakang.
__ADS_1
**