Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Makan Siang


__ADS_3

Alex masuk ke ruang direktur yang menjadi ruangan mama nya dulu, berfikir "hemm kira-kira siapa ya yang cocok aku jadikan asisten pribadi.?"


Makan siang


Lusi mengetuk pintu ruangan Alex "permisi pak sudah waktunya makan siang. Ayo pak kita cari makan." ajak nya.


"kamu turun duluan aja dan tolong panggilkan Alin ya, suruh ke ruangan saya, sekarang." perintah nya.


"eh,, manggil Alin pak? iya pak!" akhirnya pasrah.


"ko malab gue disuruh manggil si cleaning servis itu sih" umpatnya kesal.


Bertemu Alin ketika ingin masuk ke lift, Alin keluar dari lift karena ingin mengambil peralatan kebersihan nya.


"heh,, dipanggil pak Alex tu disuruh ke ruangan nya? ayo!" kata Lusi ketus.


"saya mbak?"


'gue kan ngomong sama Lo, emang gue lagi ngomong sama siapa lagi!"


Lusi berjalan kembali ke ruangan Alex diikuti Alin, mengetuk pintu dan membuka.


"ini pak Alin nya, kita jadi makan siang bareng kan pak. Saya tunggu bapak disini ya?" ucap Lusi hendak duduk di sofa.


"ko kamu kesini lagi, tadi perintah saya apa?"


"saya duluan terus manggil Alin suruh ke ruangan bapak." jawab Lusi


"nah, itu jelas. Kenapa malah ikutan kesini lagi?! udah sana kamu duluan aja, saya bisa makan siang dengan Alin nanti."


"gak pa pa kali pak, mungkin rasa penasaran mbak Lusi lebih besar dari rasa lapar nya." balas Alin.


"baiklah kalau begitu pak." Lusi berdiri dan keluar kesal.


"aneh banget sih, kenapa mereka deket ya?"


Sepeninggalan Lusi.


"ada apa?" tanya Alin.


"kamu gak pa pa kerja seperti itu?"


"emang kenapa, masalah nya buat kamu apa?"


"ya gak ada sih, cuma kenapa gak milih bagian administrasi aja sih?"


"jadi manggil saya kesini cuma buat komentar soal kerjaan saya, mending saya makan siang deh." Alin berbalik badan.

__ADS_1


"eeee... tunggu jangan pergi dulu aku mau tanya pendapat kamu."


"pendapat soal?"


"aku butuh asisten cowok, kamu ada referensi gak?"


"kamu butuh asisten, kenapa nanyain ke aku? aku aja kerja disini masih baru. gimana sih?"


"he-he-he,,, ya udah kalau gitu kita makan siang aja deh yuk" Alex berdiri menarik lengan Alin keluar.


"gak usah pegangan pak, kita kan bukan lagi mau nyeberang."


"oiya sory." melepaskan pegangannya.


Alin berjalan lebih dulu meninggalkan Alex yang mengikuti dari belakang. Ternyata Lusi masih menunggu mereka di lobby.


"pak Alex, Alin. Kalian udah selesai kita makan yuk" Lusi bersikap manis.


"tuh pak, fans nya sudah menunggu saya duluan ya." Alin berlari begitu melihat Ikan dan Riko keluar pagar.


"Ulan,,,!!" teriak Alin menghampiri mereka.


"pak Alex mau makan siang dimana?" tanya Lusi


"kita makan siang di tempat yang sama seperti Alin dan temannya aja."


"kenapa? ya sudah kalau kamu gak mau ikut."


"ikut dong pak, saya akan ikut kemana pun bapak pergi."


Alex tak menghiraukan Lusi memilih pergi, Lusi yang merasa diabaikan berlari mengejar.


"idih si Lusi, keliatan banget ya ngejar-ngejar pak direktur. Gak malu ya dia?" gosip wanita di meja resepsionis.


"dia kan emang kerja disini itu, pengen sambil cari cowok cakep terus tajir. Begitu pak Alex masuk dulu langsung deh si Lusi pengen dapetin dia, eh pas pak Alex gak kantor lagi, dia coba cari pelarian dengan deketin siapa tuh anak lantai 2."


"jadi cewek ko gitu amat ya, dia gak tau apa gak semua cowok suka sama cewek agresif kaya dia."


"biarin aja lah, asalkan gak ganggu kita aja."


"tapi gosipnya, dia kesel tau sama si cleaning servis baru yang siapa tuh namanya?"


"Alin apa Ulan?"


"si Alin,,, pernah Lusi kaya yang ngefitnah gitu ngomong aneh soal Alin, aku sih gak percaya, kita semua tau lah gimana Lusi kalau gak suka sama orang."


"iya bener. Aku liat Alin baik ko, selalu nawarin kita makan siang dan dia selalu beliin kan kalau kita pas repot."

__ADS_1


"iya, tapi aku agak sedikit heran juga sih, katanya si Alin ini pernah dapat hadiah dari Bu Linda dan katanya isinya laptop, ko bisa ya?"


"kamu kepo ya...?"


"gak sih cuma heran aja, anak baru bagian paling bawah bisa dapat hadiah khusus dari Bu Linda, agak metsens gitu."


"ya udah biarin aja lah, itu namanya rezeki si Alin."


Tak lama Alin muncul "ini mbak makan siangnya, kembalian nya di dalam plastik ya. Saya juga mau makan siang di pantry aja. Mari mbak!"


"wah makasih ya Lin,,"


Alin meninggalkan meja resepsionis menuju pantry dan makan siang disana sambil senyam-senyum gak jelas mengingat kejadian di warteg. Mengambil piring membukan bungkus nasi dan kembali mengingat kejadian di warteg.


Kejadian Di Warteg


Ketika Alin sampai di warteg dia segera memesan makanan di bungkus untuk dua resepsionis dan dirinya, karena dia mikir kalau balik lagi ke warteg ngabisin waktu jadi dia memilih ikut di bungkus aja makan siangnya. Tak lama pak Alex datang diikuti Lusi di belakang.


"Alin, kamu makan disini juga." kata pak Alex, semua yang makan di warteg melihat Alex agak aneh dengan setelah jas rapi datang ke warteg.


"iya pak." jawab Alin singkat


Alex pun langsung duduk dan memesan makanan ditempat, Lusi mengikuti dengan rasa jijik melihat kucing dibawah kursi kayu panjang sedang menunggu makanan pemberian orang.


Lusi melihat Alex memesan makanan seperti yang biasa makan di warteg, akhirnya dia pun ikut memesan juga. Dilayani oleh penjual lain mereka siap makan di tempat.


"pak Alex, mbak Lusi saya duluan ya." pamit Alin. Seketika Alex bengong.


"kamu gak makan disini? ko gak bilang kalau makan di bungkus!" tanya Alex.


"yah kan bapak gak tanya, jadi ngapain juga saya ngomong-ngomong. Ini mba Mita sama mba Lia pesen nasi bungkus pak, jadi saya sekalian aja pesen di bungkus juga biar gak bolak balik. Ya udah duluan ya pak."


Alex masih kaget tak sesuai harapan nya, ingin makan siang bersama Alin malah ditinggal Alin dan duduk dengan Lusi wanita yang dari tadi bawel.


"pak, kenapa makan disini sih, ada kucing itu pak" kata Lusi


"namanya juga tempat makan mbak Lusi pasti ada kucing lah," jawab Ulan yang memilih makan di tempat dengan Riko.


"ya kan kalau di cafe gak akan ada kucing" balas Lusi


"besok jangan ikut saya makan siang lagi ya," jawab Alex.


"biarin aja deh, hari ini gak bisa makan siang sama Alin, tapi bisa ngasih pelajaran buat si cewek ganjen ini." batin Alex.


***


Like nya dong

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2