Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Terpesona


__ADS_3

Baju pilihan Alin memang sangat manis berbahan satin Kombi brukat dengan warna pink soft dengan pita di belakang. Dress itu tidak terlalu panjang tapi juga bukan mini dress.


"gimana Bu, jadi milih yang mana Alin buat nanti malam?" Bagas masuk kedalam


"tuh, dia milih warna pink. ko kamu malah kesini bukannya nemenin pak Andi!" seru ibu


"oiya ibu di panggil om Andi, mau pamit katanya!"


"Hah pamit," ibu segera keluar dari kamar.


"mas,.kamu mau pulang? gak mau makan malam dulu disini?" tanya Tiara


"gak dulu deh, nanti aja barengan sama anak-anak. gak enak kalau cuma kita berdua aja."


"okey, hati-hati ya." Tiara mengantar Andi ke depan.


"oiya Ra, aku mau serius sama kamu. apa kamu mau jadi istri ku?" Andi memegang tangan Tiara.


"ih, kamu mah gak romantis amat sih mas, masa ngelamar aku pas kamu mau pulang gini."


"ya kamu lama banget di kamar nya!"


"he-he-he maaf deh. tapi apa kamu udah ngomong sama Bagas?"


"Bagas yang ngomong duluan, malah dia dukung aku buat segera ngelamar kamu, katanya biar kamu gak sendirian."


"masa sih, Bagas gampang banget setuju nya."


"kalau gak percaya kamu tanya aja, kamu pikir-pikir omongan aku, kasih jawaban aku hari ini juga ya. aku pamit assalamualaikum."


"iya waalaikumsalam. hati-hati"


Tiara diam dan masuk kedalam, di ruang tamu sudah ada Bagas dan Alin.


"cie,,cie,, ibu ditunggu jawabannya hari ini tuh" ledek Bagas


"anak kecil gak usah sok tau deh."


"iya nih, Bagas ikut campur aja sama urusan orang tua, gak baik tau."


"gak baik gimana, aku wajib tau kali kan aku anaknya."


"iya kamu anaknya, tapi gak harus ikut campur juga kali."


"udah ko kalian malah berantem sih" Tiara melerai.


"ibu tanya sama kamu, apa kamu yakin mengijinkan ibu menikah dengan om Andi?" tanya Tiara setelah dia duduk.


"Bagas tanya apa ibu masih ada keraguan sama om Andi?"


"ya gak sih, cuma ibu gak mau kamu nanti gak bisa terima om Andi jadi ayah sambung kamu, dan kalian malah musuhan. ibu gak mau sampai hal itu terjadi."


"ya ampun ibu, emang Bagas anak kecil apa? gak lah Bu, lagian Bagas liat om Andi keliatannya tulus sama ibu, tau gak dia suka sama ibu udah dari lama loh. dari ibu pertama kerja di kantornya, tapi sayang nya perasaannya harus ditahan karena ibu udah menikah." cerita Bagas


"kata siapa kamu sok tau!"

__ADS_1


"kata om Andi dia sendiri yang bilang barusan."


"semoga aku gak salah pilih ya Allah"


"maaf Bu, Alin ijin mandi ya udah mau Magrib."


"oiya, pakai kamar mandi yang di kamar ibu aja Lin, nanti handuk nya ibu ambilin. kamu juga gih sana mandi bersiap." kata ibu


Alin berjalan ke kamar Tiara lagi, dan masuk kedalam kamar mandi. Tiara mengikutinya membuka lemari mengambil handuk bersih.


Tok Tok Tokk


"Alin, buka dikit dong pintunya. ini handuknya!" seru ibu


"iya Bu" Alin membuka sedikit pintu dan tangan Tiara mengulurkan handuk kedalam dan diterima Alin.


"makasih Bu"


Setelah Alin selesai mandi di keluar ternyata Bu Tiara sudah duduk dikasur menunggu nya.


"loh ibu dari tadi disini?"


"iya nunggu kamu, lama juga ya mandinya!"


"he-he-he,,, namanya juga anak perawan Bu, syarat nya banyak hee"


"ya udah cepet dipakai gaunnya."


Adzan Maghrib berkumandang...


"ibu lagi halangan,,"


"oooh oke. Alin numpang sholat ya Bu."


Alin melaksanakan kewajiban nya, dan kemudian memakai gaun yang sudah dia pilih tadi.


"wah pas banget gaunnya di kamu?" seru ibu


"iya ya Bu, gak kegedean, gak kekecilan juga pas bener-bener pas. suka deh."


"buat kamu aja Lin"


"hah,, buat Alin Bu. serius?"


"iya serius buat kamu aja, soalnya di ibu juga udah kekecilan."


"makasih ya Bu."


"iya, ya udah sini duduk ibu dandanin."


Alin duduk didepan meja rias Tiara menatap ke cermin dengan manisnya. Dan Tiara mulai membuka kotak make up nya ketika dulu dia masih kerja, sekarang dia sudah jarang sekali menyentuh peralatan make up nya yang berbagai macam banyaknya.


Memoleskan pelembab, foundation, lalu di aplikasikan dengan bedak padat ditambah eyeshadow, maskara dan eyeliner di mata Alin, kemudian menyapukan blush-on di kedua pipi Alin yang kini nampak merona lembut. Terakhir dia berikan lipstik di bibir Alin dengan warna coklat lembut. Setelah bermain di wajah selesai, Tiara membuka jepitan rambut Alin hingga rambut gadis itu tergerai ikal.


Diambil alat catok yang sebelumnya sudah di colokkan, dicatok nya poni Alin kemudian beralih ke rambut tebal Alin yang di bagi dua bagian. Setelah hampir setengah jam lebih mendandani Alin kini selesai sudah Alin tampilan yang sebelum dan sesudah.

__ADS_1


Kira-kira seperti ini bayangan author 😁


Sebelum dipermak



Sesudah dipermak



"widih siapa tuh Bu,,cantik amat?" Bagas datang ke kamar.


"kamu gak ngenalin? ini Alin!"


"masa sih, Alin kan rambut bawahnya ikal Bu, gak lurus gini!" seru Bagas


"ya kan di catok Gas sama ibu. Alin disulap sama ibu. tapi kayanya kalian ke tempat acara pesen Taxi online aja deh, kasian Alin masa udah cantik gini harus pakai helm, terus kena angin malam juga berkibar lah bendera ku dong nanti." ucap ibu


"iya juga ya Bu, betul banget. tapi asli cantik juga ya kamu kalau udah di permak."


"permak emang aku Levis apa!"


"tau nih Bagas, bukan permak tapi make over,"


"iya iya,, pokoknya cantik." Bagas segera mengeluarkan Hp nya memesan Taxi online.


"iihh Bagas gemes deh jadi malu kan aku, dibilang cantik aduh untung dia gak liat idung ku mekar kaya bunga sepatu ya, tapi Bagas malam ini kenapa cakep banget ya. beda amat dari yang biasa aku liat di toko."


Kira-kira seperti ini penampilan Bagas menurut author 😁



"ini ngedate pertama aku sama Bagas pula, semoga aku gak bikin Bagas malu nanti." batin Alin


Bagas yang masih menunggu aplikasi nya mendapatkan mobil dia pun sama melirik kearah Alin diam-diam.


"si Alin kalau dandan emang cantik ya, tapi sebenarnya dia udah cantik sih gak dandan juga tapi begitu dandan langsung clingg kaya ada sinar gemerlap gitu disekitar dia, aduh gue halu nih. masa sih gue suka sama Alin." batin Bagas


Tiara yang melihat anaknya dan gadis manis di meja rias hanya senyum-senyum sendiri aja. "kalau suka ya ngomong aja kali." ledek ibu nya.


"nah, kan mobil nya datang, yuk Lin berangkat dari pada ibu makin ngelantur ngomongnya." ajak Bagas keluar diikuti Alin.


"hati-hati ya Alin nya di jagain ya Gas." teriak ibu.


Mobil pun pergi.


****____****


to be continued gaesss...


sekarang update nya jam 5 sore ya sayang, biar gak kejar kejaran sama Gilang n Lani.


jangan lupa like dan vote nya.


makasih

__ADS_1


__ADS_2