
Jangan lupa Like ya sayang 😘😘😘
**__**
Bagas memundurkan mobilnya, ya sejak lulus dan bekerja di perusahaan ayahnya kini Bagas selalu memakai mobil sebagai hadiah dari ayahnya. Alin memahami perubahan Bagas sejak ibunya menikah dengan laki-laki mapan dan kaya otomatis Bagas pun akan mendapatkan fasilitas yang jauh mewah dari biasanya.
Alin masuk di bangku depan bersebelahan dengan Bagas.
"semua barang-barang kamu di kost an udah di bawa semua ke tempat baru?"
"iya udah dari seminggu yang lalu, lagian juga apa sih isi kost an ku, gak sulit lah mindahinnya juga."
"maaf ya aku gak bantu kamu pindahan, aku lupa aku pikir ibu cuma bercanda waktu cerita kamu mau resaign, ternyata beneran."
"gak pa pa, aku dibantu sama Alex ko kemarin, dia juga yang cari kost nya."
"makin dekat ya sama Alex, tiap hari ketemu dong, sekantor kan."
"gak, Alex kan gak kerja di sana. dia kerja di tempat lain ko."
"ooh, bagus deh."
"kenapa Gas,, apa nya yang bagus?"
"eh,, gak pa pa. Semoga di tempat baru kamu betah ya."
"iya aku usahakan supaya betah, btw gimana hubungan kamu sama Putri denger dari Lia dan Tuti kamu udah jadian ya sama Putri?" tanya Alin, dia hanya ingin tau gosip yang di share di grup chat.
Bagas diam, wajahnya seperti tak ingin membahas masalah itu.
"pasti Lia sama Tuti deh yang bergosip kan, jangan percaya, hoax itu."
"kalau beneran juga gak pa pa ko, selamat."
Alin ingat banget waktu itu sebulan sebelum dia resaign Putri datang ke toko.
Flashback
"permisi.. Alin nya ada gak?!"
"kak Alin ada yang nyariin nih!" teriak Lia.
__ADS_1
"Putri ya, ayo masuk. Ada apa?"
"saya kesini cuma mau bilang sama kamu, sama kamu juga anak kecil jangan coba-coba deketin Bagas ya, karena dia itu milikku. Kita udah jadian sebulan yang lalu."
"ya ampun mbak, kesini cuma mau bilang itu. Astaga repot-repot amat ya, tenang aja kali kita gak minat sama kak Bagas ya kan kak!!" jawab Lia
"iya Put, kamu tenang aja. Kita ini cuma karyawan nya ibu Tiara, gak ada hubungan apa-apa sama Bagas. Kamu gak perlu ngingetin kita, kita tau diri ko."
"bagus lah kalau gitu, udah ya, gue pamit." kata Putri lalu pergi.
"itu cewek aneh banget, ketakutan amat kehilangan kak Bagas, jangan-jangan udah ngapa-ngapain lagi sama kak Bagas." aura penggosip Lia mulai beraksi.
"husss,, jangan ngomong gitu nanti jadi fitnah." jawab Alin.
Flashback off
Alin melihat muka Bagas langsung berubah ketika membahas Putri "apa ada masalah?"
Suara dering telepon ponsel Bagas berbunyi, Alin menengok karena kebetulan Hp Bagas ditaruh disebelahnya.
Putri
"maaf ya, kita nepi aja dulu, itu Putri nelepon di jawab dulu takutnya penting." kata Tiara.
"kemaleman apaan masih sore gini."
"oke."
Bagas mulai murung dan diam sampai di kost baru Alin, tak banyak bicara segera pergi.
"Bagas aneh banget deh." gumam Alin lalu masuk.
**
Sementara Bagas menelepon Putri dering pertama segera terjawab dengan suara nyaring Putri.
"kamu kemana aja sih?? awas kalau kamu coba-coba menghindar dari aku, aku akan bilang sama ibu kamu kalau aku hamil.!!!"
Diam.
"Bagas, kamu dimana? ko diam aja sih Bagas!!"
__ADS_1
"kalau kamu masih marah-marah dan bentak-bentak aku gak jelas, aku akan pergi dan gak akan pernah muncul lagi dihadapan kamu."
"kurang ajar kamu Gas, kamu ngancem aku?! kamu mau liat aku cerita ke ibu kamu ya, oke aku akan bilang dan aku akan minta kamu untuk nikahin aku." bentak Putri lalu telepon di matikan.
Bagas kesal dan marah dia meninju setir mobil lalu dia menutup mata dan berfikir, hingga kejadian itu kembali muncul di ingatannya.
Flashback dengan Putri
Malam itu Putri kembali mengundang Bagas ke acara nya, kali ini diadakan di sebuah club' malam. Acara berjalan lancar tak ada yang aneh sampai akhir di penghujung acara, ketika Bagas kembali dari toilet dia melihat Putri sedang meracau sambil memegang gelas berisi cairan berwarna merah dengan badan oleng.
"kalian semua dengar ya, aku ini pacar nya Bagas, dan Bagas hanya boleh menjadi milikku. Kalau kalian berani mengusik hidup dan kebahagiaan ku dengan Bagas, aku akan bikin kalian menderita." oceh Putri
Bagas merasa malu dia pun segera membawa Putri keluar dari sana, dan memasukkan nya kedalam mobil.
"aduh, mau dibawa kemana ini anak ya? gak mungkin gue bawa pulang ke rumah. ya udah lah gue bawa ke rumahnya aja lah." Bagas menyalakan mesin mobil dan pergi dari sana.
Sampai di rumah Putri ternyata kedua orang tua nya sedang di luar negeri dan Putra kakaknya masih berada di Bali. Bagas membawa Putri ke kamarnya setelah pembantu rumah tangga menunjukkan kamar nona mereka.
"bi, saya titip Putri ya saya mau pulang." begitu Bagas beranjak bangun lengannya di tahan Putri.
"jangan pergi, please temenin aku disini" ucap Putri
"iya den, kasian non Putri sendirian di rumah dia kesepian. Aden temani non Putri sampai dia tidur saja." kata bibi
"ya udah lah, saya akan nemenin dia sampai dia tidur setelah itu saya akan pulang."
Bibi keluar dan menutup pintu kamar. Tanpa di duga kedua tangan Putri melingkar di leher Bagas dengan bau alkohol di mulutnya dia meracau "Gas, aku cinta sama kamu. Kenapa sih kamu gak pernah ngelihat aku, betapa aku tulus sama kamu."
"Putri lepasin tangan kamu, kamu istirahat." Bagas berusaha melepaskan lingkaran tangan Putri tapi malah membuat mereka jatuh bertindihan untungnya Bagas masih bisa menahan tangan nya disisi bantal.
Putri menarik leher Bagas dan mereka pun tak bisa menghindari ciuman itu, Bagas yang berusaha menarik kepalanya malah makin lama makin melemah tangan Putri makin menjadi dia membuka kancing kemeja Bagas, dia meletakkan tangan Bagas diatas gunung kembar miliknya. Dan setan dari mana datangnya keadaan mulai tidak terkendali.
Sampai akhirnya kejadian yang tidak seharusnya terjadi, malam itu pun terjadi. Bagas yang seperti tersadar setelah tertidur dua jam kaget melihat dia dan Putri yabg disebelahnya dalam keadaan telanjang. Dengan segera dia berpakaian dan pergi dari sana.
Flashback off
"Brengsek,,, gue harus cari solusinya." gumam Bagas.
Akhirnya dia bisa menguasai diri dan menyalakan mesin mobil dan pergi ke suatu tempat yang ada di kepalanya.
"semoga dia bisa punya solusi untuk masalah gue."
__ADS_1
***