
Setelah mengurus proses adopsi bayi berhari-hari, melakukan aktivitas seperti biasa, bolak balik ke panti dan ke beberapa tempat agar adopsi nya legal dan sah di mata hukum dan negara.
Akhirnya penantian nya terbayarkan sudah hari ini Tiara bisa membawa si bayi laki-laki lucu itu pulang kerumah.
Bayi mungil itu kini ada di rumah, semua kebutuhan bayi lengkap tersedia, memanggil pak ustadz untuk melakukan pengajian dan pemberian nama.
Nama bayi mungil itu Bagas Tanuwijaya.
*****
Waktu berlalu dengan begitu cepat, hingga tak terasa sudah 17 tahun lamanya. Tiara kini berusia 45 tahun.
Bagas Tanuwijaya, bayi yang 17 tahun lalu dia adopsi kini sudah tumbuh besar dan sangat tampan. Kini Bagas sudah duduk dikelas 1 SMK, memiliki wajah tampan dan bukan hanya itu dia juga anak yang penyayang.
Dua tahun yang lalu ibu mertua Tiara sudah pergi meninggalkan dirinya dan Bagas, karena penyakit yang sudah lama dideritanya. Sejak itu Tiara memilih mengundurkan diri dari tempat kerja nya dan mencoba membuka usaha makanan dan pakaian dirumah, Setelah bertahun-tahun berjuang jatuh bangun, Tiara awal merintis usaha sendiri dengan bantuan sosmed, dia kirim paket dengan menggendong Bagas, Cod dengan pembeli juga bersama Bagas, sampai akhirnya ada satu kemudian dua nambah lagi tiga orang dan beberapa orang yang mau jadi reseller darinya. Alhamdulillah kini hidup mereka sudah bahagia.
Kini Tiara sudah mempunyai toko kecil di pinggir jalan dengan cara mengontrak, dia ubah ruangan itu menjadi toko pakaian juga aneka perabot dan makanan beku, setiap hari dia disana dari siang setelah menyiapkan sarapan Bagas dan beberes rumah, sepulang sekolah Bagas akan ke toko membantu ibunya hingga mereka pulang bersama, begitu seterusnya.
Pada suatu hari...
Ketika Tiara sedang membuka toko, seorang pria datang menghampiri nya. "Tiara..!" panggilnya
Reflex Tiara menoleh menatap dengan kening berkerut mencoba mengingat.
"ya ampun pak Andi!" ucap nya kaget
"Alhamdulillah kamu masih ingat sama saya, bagaimana kabar kamu?"
"baik pak, tapi maaf pak tunggu sebentar ya saya buka toko dulu." jawab Tiara
Pak Andi mantan bos nya di tempat dulu dia kerja, bos yang menurut Tiara baik kepada semua karyawan nya meskipun dia sempat mendengar gosip kalau bos nya ini menyukai dirinya, tapi dia tidak pernah percaya karena apa yang dia lihat itu sama sama perlakuan bosnya kepada dirinya ataupun kepada karyawan lainnya terlebih lagi waktu itu ada salah seorang rekan kerja nya yang jelas-jelas berusaha menarik simpati pak Andi.
Maka dari itu Tiara memilih bersikap cuek karena tak ingin ribut dengan sesama karyawan dan tak mau juga dianggap janda gatel atau apalah, sampai akhirnya dia memilih mengundurkan diri. Tapi kini entah angin apa yang membawanya kesini, dia ada dihadapan Tiara.
"maaf Bu, Alin telat tadi motor Alin habis bensin jadi cari tukang bensin dulu." ucap Alin karyawan Tiara.
"iya gak pa pa, ya udah kamu lanjutin ya." jawab Tiara
Tiara menarik kursi bakso dua ke dekat meja diujung ruangan kecil itu "silahkan pak Andi masuk, maaf tempat nya sempit." ajak Tiara
"gak pa pa. terimakasih." masuk kedalam mengikuti Tiara dan duduk di kursi bakso yang disiapkan Tiara.
__ADS_1
Alin bengong "Alin mingkem nanti masuk lalat loh," ledek Tiara.
Dengan malu Alin kembali menyapu dan beberes, lalu duduk di depan dengan kursi bakso juga.
"Alin tolong pesenin teh botol disebelah ya!" pinta Tiara
"siap bu." Alin segera berlari kesebelah warung sembako.
"karyawan kamu lucu ya!" seru pak Andi
"he-he-he,,, iya gitu deh pak. namanya Alin dia kerja sama saya udah lumayan lama hampir mau setahun lah, anaknya sopan, ramah, pinter omong sama pembeli, terus yang penting dia cekatan dan cepat hafal barang juga anaknya, ah sama satu lagi dia jujur." cerita Tiara
"misi Bu, ini teh nya!" ucap Alin
"makasih Alin,"
"woke." Alin kembali duduk didepan.
"ngomong-ngomong pak Andi ada apa ya kesini?"
"kamu udah makan siang apa belum,?"
"saya selalu bawa bekal makan siang pak, untuk saya, dan Alin."
Tiara diam berfikir lalu "ya udah deh yuk."
"oke,, sebentar saya ambil mobil dulu." ucap pak Andi
"Lin,, Alin,," panggil Tiara
"ya Bu,?" jawab Alin dan kedalam menemui Tiara
"ini bekal kamu makan ya, saya mau makan siang dengan mantan bos saya itu. seperti nya ada hal yang mau dia sampaikan. kamu jaga toko yang bener ya, itung stok nya jangan salah. terus kalau ada pembeli atau reseller datang kamu liatin ya mata kamu harus tajam seperti elang oke. yang harus dikirim dari medsos juga jangan lupa. bisa kan?"
"bisa dong Bu, hari ini ada barang dateng gak?"
"gak ada. kenapa tenang ya."
"iya lah Bu, ribet kalau ditambah barang datang juga."
"ya udah saya gak lama ko, bentar lagi juga Bagas pulang sisain bekal nya buat dia."
"oke aku makan nya nanti aja bareng Bagas."
__ADS_1
"ya udah ibu tinggal bentar ya."
"hati-hati Bu."
Tiara menyusul pak Andi ke mobilnya dan mereka pun pergi.
Tak lama kemudian Bagas tiba.
"assalamualaikum,, Bu!!" panggilnya
"waalaikumsalam,, eh kak Bagas udah pulang ayo kak sini kita makan siang yuk. Alin udah laper." teriak Alin dari dalam.
"ko kamu sendiri ibu mana?" tanya Bagas
"ibu, tadi pergi sama mantan bos nya kak" jawab Alin
"siapa,,?"
"tau deh Alin gak kenal, abis makan siang juga mereka balik ko."
Alin dan Bagas akhirnya menikmati makan siang bekal yang dibawa Tiara berdua, dan sesekali datang pembeli, mereka bergantian melayani pembeli datang. Selesai makan barulah mereka mulai sibuk dengan pembeli yang lumayan agak ramai datang silih berganti hingga jam tiga sore. Bagas membantu packing barang yang untuk diambil kurir.
****
Sementara di sebuah rumah makan padang, disana Tiara dan pak Andi duduk menikmati makan siang mereka sambil bicara yang sepertinya agak serius.
"makasih loh pak, saya di traktir makan"
"gak pa pa kali Ra, jarang juga kan. sekalian saya mau minta tolong sama kamu"
"minta tolong apa ya pak?"
"saya lihat dari medsos, jualan kamu lumayan ramai, kebetulan saya ada konfeksi pembuatan baju muslim anak gamis dan koko, saya berniat memasok di toko kamu. supaya barang display kamu semakin banyak gimana?"
"lah, itu mah bukan minta tolong namanya pak, saya yang ditolongin sama bapak. gimana sih?!"
"he-he-he,,, iya yah. nanti saya kasih kamu beberapa model dengan beberapa ukuran, sistem pembayaran sebulan sekali aja, yang penting ada catatan nya. pokonya selaku nya aja deh."
"okelah kalau begitu."
"baiklah nanti akan saya suruh bagian konfeksi untuk mengirim barangnya ke toko kamu ya."
"ya udah gimana kalau kita pulang, udah lumayan lama juga kita pergi Bagas sama Alin pasti udah nunggu di toko."
__ADS_1
Pak Andi mengangguk,dan membayar makanan mereka dan kembali ke toko.