Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Rencana


__ADS_3

Setelah selesai makan siang mereka berjalan kembali ke toko, dari kajauhan Bagas melihat Alin berjalan sambil ngobrol santai dengan Putra.


"udah selesai makannya?!" tanya Bagas santai


"iya udah," jawab Alin


"okey berati aku bisa kembali ke toko, Lia gue balik ya." seru Bagas


"iya kak makasih udah ditemenin." jawab Lia


"sory bro Alin disini kerja, jadi tolong jangan ganggu dia." ucap Bagas


"okey gue kesini juga cuma ngajak makan aja ko, gak berniat ganggu dia kerja."


"Lin, aku balik dulu ya, bye!" kata Putra


"iya makasih ya, traktiran makan siang nya!"


Putra masuk ke mobil dan pergi. Alin masuk ke toko dan menyibukkan dirinya sendiri.


"ada apa sih, aneh banget kak Alin sama kak Bagas?? apa mereka ada masalah ya, kenapa saling gak peduli gitu ya. aduh tau ah..!!" batin Lia


Bagas pun lalu pergi dengan motornya meninggalkan toko.


"kak Alin kenapa sama kak Bagas, bukannya kemaren abis pergi ke ulang tahun itu ya, ko udah nya malah diem-diem an sih?" kepo Lia


"huft gak tau deh Li,, aku juga bingung. jelas-jelas disana itu dia yang ninggalin aku eh kenapa juga dia yang marah kan aneh."


"ninggalin gimana kak?"


"iya, jadi pas disana itu dia dipanggil sama yang ulang tahun dan orang tua nya buat ngobrol keluarga gitu dan dia gak ngajak aku. ya udah dong aku pergi ngejauh, nah pas lagi sendiri Putra datang nemenin aku, yang tadi kesini namanya Putra dia kakak nya yang ulang tahun kemaren."


"widih,, keren amat kak Bagas dapet adiknya, kak Alin dapet kakaknya weww mantab. terus pasti semalam kak Alin dianter pulang sama cowok tadi kan, makanya dia bisa kesini.!"


"iya mau gimana lagi, disana Bagas malah marah-marah sama aku, katanya aku gak boleh pulang bareng cowok lain karena aku datang nya sama dia, lha dia aja udah nyuekin aku di acara. kan aneh"


"hemmm,,, kayanya kak Bagas cemburu deh. tapi dia gengsi mau ngakuin nya."


"Halah cemburu apaan, dia aja lebih suka sama yang ulang tahun ko. gak mungkin cemburu. udah ah males aku bahas soal itu lagi."


"he-he-he sory kak, abis aku kan penasaran. oiya tadi kak Bagas sengaja tau nunggu Lia makan, kayanya dia pengen tau deh kak Alin makan siang sama siapa,"


"biarin aja.' jawab Alin lalu kembali melanjutkan pekerjaannya hingga tutup toko.


****


Perjalanan ke toko Bagas geram dia memegang stang motor dengan kencang melihat Alin berjalan sambil ngobrol santai dengan cowok yang baru dia kenal.

__ADS_1


"kenapa gue kesel ya,, apa gue cemburu sama Putra?" gumam Bagas


"ah sial,,, kenapa juga gue gak bisa tegas sih sama si Putri malah ngasih dia kesempatan buat berusaha dapetin gue lagi. padahal gue gak suka sama dia."


Bagas sampai di toko memarkirkan motornya berjalan masuk toko.


"hei ko masuk gak ucapin salam sih?" tanya ibu


"oiya lupa, assalamualaikum Bu" ucap Bagas


"waalaikumsalam,, kamu kenapa ko muka nya kesel gitu sih?"


"gak pa pa Bu,"


****


Sorenya setelah tutup toko Alin segera pulang ke kost nya, baru saja dia sampai di teras rumahnya ponsel nya berdering.


"assalamualaikum,, siapa ya?"


"waalaikumsalam ini saya Putra!"


"oh,, ko bisa tau nomor telepon saya sih?"


"lupa ya, waktu itu kan kamu pernah ngasih kartu nama toko, disitu ada nomor kamu kan.!"


"oiya lupa, ada apa aku baru aja pulang nih?"


"hemmm nonton ya,, boleh juga udah lama banget gak ke bioskop. aku libur lusa,"


"okey lusa aku jemput ditoko ya?"


"eeeh jangan di toko gak enak. jemput di warteg yang tadi aja, nanti aku kesitu."


"ya udah oke sampai ketemu lusa ya."


Alin memutus sambungan telepon.


****


Di toko pertama Tiara, Bagas, dan Tuti sedang merapihkan memasukkan barang ketoko yang akan ditutup. Karena memang toko kedua satu jam lebih cepat tutup dari toko kedua.


Tiba-tiba mobil datang mendekat ke toko dan berhenti. Pak Andi turun dari sana.


"assalamualaikum wah udah mau tutup ya,"


"waalaikumsalam iya om, ini baru aja mau tutup." jawab Bagas

__ADS_1


"ayo saya bantu." pak Andi pun ikut membantu memasukkan barang yang berada di teras.


"pak Andi kebetulan saya bawa kendaraan kita masing-masing aja ya pak." ucap Tiara


"okey,!"


Mereka pulang dengan kendaraan nya masing-masing ke rumah Tiara. Sampai di sana dan masuk kedalam Tiara menyuguhkan air teh manis hangat.


"silahkan pak diminum"


"makasih ya Ra."


"om tumben kesini sore-sore ada apa ya?" tanya Bagas


"om mau melamar ibu kamu Gas,, om ingin menikahi ibu kamu.!"


"Hah serius om,, kapan?"


"pak eh mas kamu serius,, mau nikahin aku? apa itu sudah kamu pikirkan baik-baik?" tanya Tiara


"Ra, saya menunggu kamu sudah lama sekali dan sekarang saya gak mau kehilangan kesempatan itu lagi, saya pengen hidup menikmati masa tua sama kamu."


"tapi saya udah tua mas, mungkin gak akan bisa lagi punya anak. emang gak pa pa!"


"saya gak mikir soal anak Ra, ada Bagas. soal anak itu sudah ada jalan nya Ra, udah ada yang ngatur. Gak perlu kita bicara sampai sejauh itu."


"Om Andi bener Bu, Bagas juga pengen liat ibu bahagia gak sendirian, ada yang dampingi ibu di masa tua, ada tempat buat ibu mengadu kalau sedih senang. lagian om Andi itu sudah begitu lama menunggu ibu dengan sabar, masa ibu gak mau terima!"


Tiara diam seperti berfikir


"baiklah kalau memang Allah mengirim mas Andi untuk menjadi pendamping saya menemani saya selamanya sampai mau memisahkan insyaallah saya akan terima."


"Alhamdulillah,,, kamu gak perlu pusing soal acara nya gimana karena itu semua biar saya yang atur."


"maksudnya mas Andi yang atur gimana ya? saya gak mau lah mas, kalau harus di gelar dengan mewah dan berlebihan, malu mas udah tua. biarlah kita ijab qobul aja yang penting kan Sah nya!"


"iya saya ngerti niat kamu, tapi apa salahnya kalau kita gelar resepsi sederhana aja, karena disana pasti ada rekan bisnis saya akan datang. belum lagi kolega saya dari luar negeri."


"mas,, cukup ijab qobul dengan saksi yang diadakan di rumah saya atau tidak sama sekali.!" ucap Tiara tegas


"huft,,, ya oke lah oke.. kalau itu mau kamu akan saya turuti."


"maaf ya om, tolong ngerti ibu dia bukan gak suka pesta, tapi ibu malu sama umur om he-he-he"


"Bagas kamu ngeledek ibu udah tua ya?!"


"Ha-ha-ha,,,!!! kamu gak tua ko, cuma kelebihan umur aja."

__ADS_1


"ko kalian jadi ngeledek aku sih.?"


"maaf deh,," seru mereka bersamaan.


__ADS_2