Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Don't forget to Like ya sayang 😘


**__****


Sudah sebulan berlalu sejak Alin datang ke kantor polisi melihat Lusi, Ulan pun sudah kembali bekerja seperti biasa. Sejak kejadian Alin menjadi target mama Linda menjadi sangat khawatir dan selalu menelepon dan weekend pun kerap datang ke kost an.


Lusi harus mendekam di penjara seumur hidupnya, karena tindak kriminal yang dia lakukan dengan sengaja berniat menghilangkan nyawa orang lain, meski racun yang di gunakan tergolong racun ringan tapi mama Linda dan orang tua Ulan sudah sepakat untuk membuat Lusi mendekam seumur hidupnya di penjara.


Mama Linda sudah menghubungi keluarga Ulan untuk datang bertemu di kantor polisi, perwakilan yang di datangkan dari keluarga Ulan adalah ibu dan Baim kakak Ulan.


"sayang, kamu tinggal di rumah mama aja yuk, mama masih belum tenang?" pinta mama Linda kepada Alin ketika beliau datang menengok.


"jangan sekarang mah, nanti aja yah, mama gak usah terlalu khawatir dan banyak mikir, jaga kesehatan mama aku janji aku akan baik-baik aja." jawab Alin menolak halus.


Akhirnya mama menyerah dengan sikap keras kepala Alin, meski khawatir anak kandung yang sudah dia temukan masih harus berpisah tempat tinggal tapi tetap berusaha untuk menghargai keputusan Alin.


***


"Bagas, mau kemana?" tanya Putri suatu hari melihat Bagas sudah rapi.


Bagas hanya diam, sejak dia mengetahui kalau dia sudah dibohongi dan di manfaatkan oleh Putri rasa kesal dan amarah terhadap wanita itu belum juga reda bahkan ketika dia kembali ke rumah keributan pun tak terhindarkan hingga dia mengucapkan kata cerai pada Putri.


"aku minta maaf sayang, aku tidak bermaksud membohongi dirimu, ku mohon maafkan aku dan jangan ceraikan aku Bagas" Putri memegang tangan Bagas menahannya pergi.


Bagas menghempaskan pegangan tangan Putri dan masuk kedalam mobil lalu pergi. Putri hanya diam dengan tatapan sedih melihat Bagas pergi, berjalan lunglai masuk kedalam kamar perasaan sedih dan takut akan kehilangan Bagas semakin menjadi. Tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sebuah benda di atas nakas.


"itu ponsel Bagas, ketinggalan ya" gumamnya berjalan menghampiri ponsel dan mengambil.


Putri mencoba membuka dan beruntung nya tidak memakai sandi dan tidak terkunci. Dia buka bagian chat, selama ini dia memang tidak pernah mengecek ponsel Bagas.


"Alin! jadi perempuan ini masih suka menghubungi Bagas, sialan apa yang dia kirim pada Bagas?" Putri membuka video dirinya sedang bicara dengan dokter seketika raut wajahnya menunjukan kemarahan.

__ADS_1


"Kurang ajar, jadi perempuan sialan ini yang sudah memberitahu kebohongan ku dengan Bagas. Sialan..!!! gara-gara kamu aku harus bersiap di cerai oleh Bagas. Alin aku tidak akan melepaskan kamu. Liat aja apa yang akan aku perbuat sama kamu, kamu sudah berani mengganggu hidupku..!!" ucap Putri kesal marah dengan tangan terkepal.


Semenit kemudian suara mobil kembali terdengar di luar "Bagas datang, aku harus menyembunyikan ponsel ini." Putri menonaktifkan ponsel dan membawanya keluar dari kamar dan masuk segera ke kamar tamu dan mengunci pintunya.


Bagas masuk kedalam kamar mencari ponselnya yang tertinggal, dia cari dikamar kesana kemari tapi tak juga di temukan akhirnya dia keluar.


"biii.. bibi.!!" panggil Bagas


"iya pak, ada apa?' bibi berjalan terburu-buru dari arah dapur.


"Putri mana bi?"


"saya ndak tau pak, di kamar memang nya gak ada pak?"


"gak ada, oiya bibi liat ponsel saya gak ya bi?"


"emang pak Bagas simpan dimana, bibi gak liat."


Putri mengintip dari jendela melihat Bagas kembali pergi, samar-samar dia sempat menanyakan dirinya pada bibi tapi malah tak berniat mencarinya. Di kamar tamu Putri kembali menghidupkan ponsel Bagas.


Dia mengirimkan pesan pada Alin.


'Alin apa kamu ada waktu saya ada perlu ingin bicara dengan mu besok, bisa kita bertemu?'


"Alin kamu sudah bermain api dengan ku, dan ingin merusak hubungan ku dengan Bagas tapi sayangnya aku tidak akan melepaskan Bagas, kamu akan tau siapa aku sebenarnya.!" Putri menatap Poto profil Alin dengan tatapan benci.


***


Bagas melajukan mobilnya menuju tempat kost Alin, sudah hampir dua Minggu belakangan ini dia berkomunikasi dengan Alin seperti biasanya bahkan tak jarang Bagas menjemput Alin saat pulang kerja dan mengajaknya makan malam di luar.


Alin kembali merasakan pertemanan nya dulu dengan Bagas, walau dia agak menjaga jarak karena bagaimanapun juga Bagas adalah pria beristri. Sebelah hatinya senang pertemanan nya kembali terjalin tapi sebelah hatinya lagi sedih karena dia merasa sebagai wanita yang menyebabkan rusaknya rumah tangga seseorang.

__ADS_1


Kadang dia merasa bersalah jika ingat cerita Bagas, dia kecewa dengan istrinya yang sudah membohongi dirinya. Tapi dia juga merasa sudah melakukan hal yang benar memberitahu kebenaran kehamilan Putri.


Alin yang lelah bermain dengan ponselnya hingga batere habis akhirnya berdiri untuk mencharge ponselnya yang mati dan bersamaan dengan perut nya yang berbunyi lapar, berjalan ke dapur memasak mie instan simple dan mengenyangkan.


"enaknya kost itu ya gini, kalau aku tinggal sama mama Linda pasti gak bakal boleh nih makan mie instan gini he-he-he" pikir Alin


Sedang asik menggunting bumbu tiba-tiba mendengar suara pintu di ketuk, dia melongok dan berjalan kedepan.


"siapa?"


"Alin,,ini aku Bagas."


"Bagas, ada apa?" ketika pintu terbuka.


"aku bosan, mau main aja bentar gak pa pa kan?"


"oh okey, masuk deh. Udah makan lom? mau mie gak aku lagi bikin mie rebus pake sawi, telor, kasih bakso dua hemmm yummy" Alin mulai berekspresi dengan wajah mupeng.


"kaya nya enak tuh seger, boleh deh." Alin pun beranjak kembali ke dapur meninggalkan Bagas yang duduk melihat tv.


Tak lama kemudian tanpa diketahui kedatangannya Bagas sudah memeluk Alin dari belakang, Alin tersentak kaget dan bereaksi ingin menghindar tapi tenaganya kalah besar. "please aku cuma ingin meluk aja" ucap Bagas pelan.


Alin pun diam sejenak membiarkan Bagas memeluknya, "udah dong ini gimana mau masak kalau di peluk kaya gini?"


Tersadar dari lamunannya Bagas melepaskan pelukannya "aku cinta sama kamu Alin, apa mungkin ini jalan Tuhan dengan aku mengetahui kebohongan Putri, seolah mengijinkan aku untuk memperjuangkan cinta aku ke kamu." kata Bagas


nih mie nya udah jadi, bawa sana ke depan" Alin tak menanggapi perasaan Bagas, karena dia merasa seperti pelakor yang ada diantara rumah tangga Bagas. Berupaya membuat hancur rumah tangga Bagas lalu dia masuk kedalam nya.


Bagas menerima mangkuk dan membawanya kedepan. Alin masih termenung tak mengerti dengan yang dia rasakan.


***__***

__ADS_1


to be continued


__ADS_2