
"haduh,, ya udah pesenin saya makanan online kalau gitu.!" ucap ibu Bagas lagi
Cici sudah ingin melawan tapi di tahan Tiara "iya Bu aku pesenin ya. ibu tunggu di dalam kalau makanan nya datang dipanggil.!"
"jangan pake lama, udah laper nih!!" berjalan kedalam
"idihhhh gerah banget gue Ra, punya mertua kaya dia tuh. gila Lo kuat banget.!"
"Ci, ibu mertuaku itu sebenernya baik. ibu jadi seperti itu karena mungkin karena aku belum bisa kasih dia cucu, ditambah lagi aku malah sakit parah.!" jawab Tiara
"baik apanya, kaya nenek sihir gitu. persis Mak lampir yang turun dari gunung Merapi tau, mengerikan.!" ledek Cici
"ha-ha-ha bisa aja kamu Ci, gak boleh gitu nanti kualat loh,!"
"permisi pengantaran makanan,,!" suara dari luar
"iya mas, masuk!"
"ini mba,, total nya 127.000" ucap kurir
"ini mas uang nya, kembalinya ambil aja.!"
"terimakasih mba,, permisi.!"
"Bu,,,!! makanan nya udah datang nih.!"
"ibu di meja makan bawa makanan nya kesini,!" jawab ibu
"astaga tuh nenek lampir, gak tahu diri amat yak, minta di pesenin, dibayarin, masih juga minta di anterin, parah parah..!" jawab Cici sewot
"ssstttt,,, udah gak pa pa, bentar ya.!" jawab Tiara
Tiara berjalan ke dapur membawa makanan, "ini Bu pesenan nya,!"
"mana piringnya, sekalian minum nya ambilin di kulkas.!"
"iya Bu," jawab Tiara berjalan ke tempat piring
"Ibuuu,,,!!!!" suara berat Bagas teriak
"eh Bagas udah pulang.!"
"ibu keterlaluan ya, Tiara lagi sakit ibu suruh macem-macem, Tiara itu menantu ibu dia bukan pembantu.!" jawab Bagas tegas
"iya menantu yang gak bisa kasih ibu cucu. kamu bikin ibu jadi gak selera makan aja,!" ibu berdiri dan pergi
Tiara yang memegang piring menangis "ya Allah karena aku mas Bagas jadi berantem sama ibu.!"
"sayang,,, kamu nangis. udah gak ada yang perlu ditangisin. kasian tuh temen kamu dicuekin di depan.!"
"oiya aku sampai lupa mas, aku ke depan dulu ya.!" berjalan kedepan
"Ci,, maaf ya aku malah sibuk di dapur.!"
__ADS_1
"ya udah Ra, laki Lo udah pulang gue pamit ya. Ra boleh kali sekali-kali Lo lawan ibu mertua Lo itu, kalau gak di lawan bakal semena-mena terus.!"
"iya Ci, makasih buat dukungan kamu. ya udah kamu hati-hati ya pulang nya.!"
****
Di kamar ibu...
"haloo Vera,,, !!"
"Tante kenapa nangis,,?"
"ini gara-gara Bagas bentak Tante Ver. besok Tante minta kamu kesini ya, bawain Bagas sarapan dan bekal ya,!"
"maaf Tante Vera gak akan kerumah mas Bagas lagi, mas Bagas itu terlalu cinta sama mba Tiara Tante.!" jawab Vera
"gak bisa gitu Ver, kamu jangan nyerah dong ya, Tante kan sudah memberikan dukungan buat kamu, besok kamu kesini ya.!"
"liat besok aja deh Tante. Vera gak janji."
"oke"
****
Keesokan harinya
"oke aku harus cepat mandi, bikin sarapan dan bekal lalu pergi ke rumah Bagas." gumam Vera
Didepan kost nya di langsung bergegas menaiki mobil online yang sudah dia pesan sebelumnya.
"iya mba!"
Tiba-tiba mobil berhenti
"yah kenapa mas ko berhenti,,!?"
"kaya nya bensin nya habis mba, maaf ya mba saya harus isi bensin dulu.!"
"aduh gimana sih, ini belum setengah perjalanan loh,!" kesal Vera
"ya udah mba gak usah bayar aja gak pa pa,!"
Vera turun dari mobil, berjalan cepat begitu melihat pangkalan ojek.
"bang, ojek kan,,?"
"iya lah, nongkrong disini ya ojek mba. mba nya mau ngojek,,?"
"iya bang, ayo cepet ya. nanti saya kasih tahu jalan nya,,!" Vera naik
"siap,,!" motor mulai jalan
"bang jalan nya agak cepet dong,!"
__ADS_1
"ini udah cepet mba, kan pagi jadi wajar kalau banyak kendaraan lain juga,!"
"ya udah ngebut,, pokoknya cepetan,,!" teriak Vera lagi
"oke oke,!" si Abang ojek mulai tancap gas
"lebih kenceng lagi bang,,!"
Motor kini melaju dengan kecepatan tinggi, begitu akan berbelok ke tikungan yang bersudut perempatan dari arah kanan sebuah mobil juga kebetulan sedang melintas lurus.
"bang awas,,, wooo wooo,,aaaaaa,,,!!" teriak Vera
"aaaaaaaa,,,!!!!" si Abang ojek ikut panik
Gusrak,,,
Motor terguling diatas rumput pinggir jalan dan jatuh, karena si Abang ojek banting setir.
"aduh,, awwww,,!" pekik Vera
"mba sih, nyuruh saya ngebut ngebut liat nih jadi nya, mba harus tambahin ongkos nya, motor saya jadi rusak kan.!" omel Abang ojek
"iya iya,,!" Vera mengeluarkan dompet memberikan Abang ojek itu 3 lembar uang seratus ribuan.
"nih cukup kan. buat motor sama ongkos yang belum nyampe tujuan,,!"
"ya udah gak pa pa,,!"
Vera bangun kaki nya sakit karena terkilir, di lepasnya hells nya dan di tenteng, dia berjalan kaki menuju rumah Bagas karena kebetulan tidak jauh lagi. Sampai di rumah Bagas, pintu sudah terbuka jadi Vera pun langsung masuk, setelah dia memakai hells nya kembali, tapi langkah Vera harus terhenti begitu melihat Bagas dengan penuh perhatian dan mesra membantu istrinya.
"sayang, kamu duduk sini dulu ya,!" Bagas memapah Tiara dan mendudukkan di sofa kenaikan kaki Tiara ke atas sofa dengan pelan.
Bagas segera pergi dan kembali membawa baskom berisi air dan handuk, dia mengelap tangan dan kaki istrinya lembut.
"udah mas, kamu kerja aja aku bisa ko sendiri.!" ujar Tiara
"iya, gak pa pa aku ikhlas ko ngerawat kamu.!"
"maaf ya mas, jadi kamu yang merawat ku.!"
Vera yang melihat kejadian itu langsung syok, dan diam membayangkan peristiwa yang dia alami pagi ini.
"astaga,, mas Bagas begitu mencintai istrinya. bisa-bisa aku ingin berada diantara mereka, yang jelas-jelas saling mencintai. jangan-jangan kejadian pagi ini teguran untuk ku, agar tak menginginkan milik orang lain.!" batin Vera
Vera segera keluar dengan kaki terpincang.
"Vera,, kamu datang kenapa keluar lagi ayo masuk,,!!" ibu Bagas datang dari mana
"maaf Tante, ternyata saya salah telah menyukai mas Bagas, dan saya semakin salah mengikuti keinginan Tante berusaha merayu mas Bagas. sekarang saya sadar kalau mas Bagas dan istrinya tidak bisa dipisahkan." jawab Vera
"Vera kamu ngomong apa sih,,!"
"saya sudah buang-buang waktu dan tenaga saja untuk mengejar yang bukan hak saya. maaf Tante saya menyerah, masih banyak di luar sana laki-laki yang sama seperti mas Bagas bahkan jauh diatas mas Bagas yang masih sendiri yang bisa saya dapatkan.!" Vera pergi meninggalkan rumah dengan kaki terpincang.
__ADS_1
Ibu Bagas hanya diam melihat Vera yang berjalan terpincang dengan pakaian yang juga kotor.
"yah gagal deh punya menantu baru,,!" sesal ibu