Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Kejutan Lain


__ADS_3

"Alin jika Alin tidak keberatan Alin bisa ko tinggal di rumah ibu," ucap Tiara yang sedari tadi diam.


"iya Bu terimakasih. Alin nanti mau cari tempat kost. Alin mau mandiri, Alin gak mau dimarahin terus tiap hari, dulu masih ada ibu yang bela Alin kalau sekarang, lagian betul juga ngapain Alin masih disini, Alin bukan siapa-siapa uwa." jawab Alin


"ya udah tapi kamu tetap kerja di toko ibu kan?"


"iya lah Bu, tamatan SMP kaya Alin mau kerja dimana lagi sih Bu." jawab Alin


*****


Alin meninggalkan rumah dimana selama 17 tahun dia hidup bersama ibu nya. Setelah tahlilan 7hari ibu nya Alin pun pergi dari sana dengan membawa tas yang berisi pakaian dan buku tabungan nya selama bekerja di toko juga celengan ayam kesayangan nya dan beberapa kenangan dirinya dan ibu tak lupa membawa satu-satunya benda yang ada pada dirinya sejak dia lahir.


"assalamualaikum,,!" ucap Alin begitu tiba di toko.


"waalaikumsalam kak Alin kamu udah masuk, ijin nya ko sebentar sih? itu kak Alin bawa tas segala mau kabur ya?" tanya Lia salah satu karyawan ditoko Bu Tiara.


"iya gak enak kalau kelamaan ijin, aku mau cari kost an kayanya dibelakang sini ada deh, tapi masih ada yang kosong gak ya. nanti aku mau liat sebentar ah pas makan siang."


Siangnya Alin mendatangi rumah kost yang ada disebelah toko tempat dia bekerja, dan Alhamdulillah masih ada kamar kosong dia pun segera membayar uang sewa dan kembali ke toko untuk mengambil barangnya.


"gimana kak?"


"Alhamdulillah Li, masih ada pas tinggal satu, aku mau taro barang-barang ku dulu ya." jawab Alin


Ketika Alin berjalan ke kost nya, Bagas datang membawa nasi bungkus.


"Alin belum masuk?" tanya Bagas


"udah kak, dia lagi naro tas di tempat kost nya."


"oh, ya udah ni makan siang kalian," ucap Bagas dan meletakan nasi bungkus diatas meja lalu pergi.


Tak lama Alin datang "wah kamu kapan beli nasi nya?"


"bukan Lia kak, tadi kak Bagas kesini"


"ooh terus langsung pulang?"


"iya, makan yuk kak laper nih"


"ya udah kamu duluan aja, aku mau sholat dulu jadi nanti gantian." jawab Alin


"ya udah deh. okey aku makan duluan ya." Lia mengambil satu bungkus nasi dan membawanya agak ke sudut duduk diatas box dan kursi bakso dijadikan meja dadakan.


*****

__ADS_1


"gimana Gas, Alin udah masuk kerja?" tanya Tiara


"udah Bu, tadi sih Bagas gak ketemu Alin tapi kata Lia udah dateng ko. terus dia juga udah dapat tempat kost Bu"


"syukurlah, anak itu ibu ajak tinggal dirumah gak mau dia."


"Alin emang gitu Bu, dia gak pernah mau ngerepotin orang lain. kalau masih bisa dia kerjakan sendiri ya sendiri."


"kamu kenapa? apa jangan-jangan kamu suka ya sama Alin?" tebak ibu


"apaan sih ibu, ya gak mungkin lah, udah makan yuk Bu." Bagas mengelak


*****


"permisi,,,!" suara wanita dari arah luar


"iya,, silahkan masuk mba." jawab Alin


"ini tokonya ibu Tiara kan, yang anaknya namanya Bagas kan?" tanya wanita itu


Wanita itu tergolong cantik, kulit nya yang putih dengan rambut panjang lurusnya serta dandanan yang menampilkan bahwa wanita itu anak orang berada, karena terlihat dari cari dia berpakaian.


"iya betul mba, tapi ini toko cabang nya, Bu Tiara sama Bagas jarang kesini, mereka ada di toko pusat." jawab Alin


"oh gitu, yang toko pusat alamat nya dimana ya?"


"ini mba,," Alin menyerahkan kartu nama dan wanita itu mengambilnya.


"okey makasih" jawabnya dan masuk kemobil lalu pergi.


Sepeninggalan wanita bermobil merah.


"kak, siapa sih cantik amat?" kepo Lia


"gak tau, gak kenalan tuh. udah gak usah kepo"


*****


"permisi,, Bagas " suara wanita memanggil dari luar


"ko seperti ada yang manggil kamu ya Gas,, coba liat sana." kata ibu


Bagas berjalan keluar, mereka bertemu.


"Bagas,,," seru wanita itu dan segera berhambur memeluk Bagas.

__ADS_1


"Putri,,,ngapain kamu kesini?" tanya Bagas sambil melepaskan pelukan Putri


"eh ada teman Bagas ya, ko gak diajak kedalam sih Gas, maaf ya Nak toko nya berantakan." kata ibu yang sudah ada diantara aku dan Putri.


"gak pa pa Tante, oiya Tante aku mau ajak Bagas makan bentar boleh kan Tante?" tanya Putri


"oh gitu,, iya silahkan."


"bentar ya Bu." Tiara pun mengangguk.


"pacarnya kak Bagas ya Bu?" kepo Tuti karyawan Tiara.


"gak tau deh, Bagas gak cerita apa-apa tuh kalau dia lagi deket sama perempuan." jawab Tiara


Tiara memiliki tiga orang karyawan, awalnya hanya Alin begitu dia membuka toko kedua Alin menjadi penanggung jawab toko yang baru, dan Tiara menambah dua karyawan satu untuk menemani Alin dan satu lagi untuk membantunya. Di toko nya ada Tuti dan yang bersama Alin ada Lia.


Tuti dan Lia adalah anak-anak dari yayasan dimana dulu Tiara mengadopsi Bagas. Dia sengaja memberikan mereka pekerjaan, karena mereka memang ingin bekerja. Usia mereka sekitar 15 tahun, bekerja bersama Tiara tidak hanya bekerja tapi juga memberikan fasilitas belajar paket C untuk mereka di sore hari, mereka pun tinggal bersama di kost yang dibayar oleh Tiara setiap bulannya tanpa memotong dari gaji mereka. Sebenarnya Tiara juga ingin melakukan hal yang sama kepada Alin tapi Alin tidak mau. Dia ingin berjuang dengan keringat nya sendiri. Dan Tiara menghargai itu.


****


Di warung mie ayam


"ada apa kesini?" tanya Bagas tak ingin berbasa-basi


"makan dulu deh, ngobrol nya nanti aja."


"makan sambil ngomong atau..."


"oke oke,, aku kesini karena mau ketemu kamu" Putri segera memotong ucapan Bagas karena dia tau Bagas akan segera pergi jika keinginan nya tidak didapat.


"kan disekolah udah ketemu. cari alasan lain!"


"aku mau kenalin kamu ke orang tua ku." jawab Putri akhirnya


"buat apa?" jawabnya malas


"ya aku keceplosan bilang kalau aku udah punya pacar, dan itu kamu. makanya mama sama papa mau ketemu sama kamu. please ya kamu mau kan nemuin orang tua ku!" ucap Putri dengan tangan memohon.


"Gak!!"


"Bagas please,,, kalau kamu gak datang aku pasti bakal di jodohin sama lelaki pilihan papa, aku gak mau, aku cinta nya cuma sama kamu." ucap Putri


"bukan urusan ku. kamu sendiri yang cari masalah, sejak kapan kita jadian, ini malah bilang kita pacaran. udah mending terima pilihan papa kamu, dan jangan libatin aku." jawab Bagas ketus


Putri tak menyangka bahwa dia ditolak,, dia cewek yang populer di sekolah yang selalu dielu-elu kan oleh setiap murid laki-laki kini mendapatkan penolakan dari seorang Bagas, cowok dingin dan cuek.

__ADS_1


Gak percaya...


__ADS_2