Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) PDKT Putra


__ADS_3

"jadi kapan om ijab nya dilaksanakan?"


"secepatnya,, kita ambil hari weekend aja. gimana kalau Sabtu besok. seminggu lagi lah. gimana?"


"apa gak terlalu cepat mas?"


"gak dong, aku mau nya juga secepatnya. udah kamu siapin aja untuk acara disini nya seperti hidangan, baju, tenda dan kursi. karena kamu juga kan harus undang tetangga sekitar kan.!"


"iya lah, kalau hanya makan sederhana aja sih aku gak masalah. kira-kira butuh berapa kursi ya mas?"


"sewa aja 100 kursi!"


"what banyak juga ya?"


"itu mah sedikit Bu, lagian kan ngundang tetangga sekitar aja. paling sama undangan tamu nya om Andi. ya kan om!" ucap Bagas


"Gas, mulai sekarang kamu biasain manggil saya ayah ya, biar lidah kamu terbiasa." ucap Andi


"woke gampang lah."


"kamu mau apa sebagai mas kawin nya?"


"perhiasan aja mas. kalau gak punya uang bisa dijual he-he-he,,"


"yeee si ibu, perhiasan udah banyak masih aja demen perhiasan.!" seru Bagas


"namanya juga perempuan Gas. kamu juga kalau nanti nikah pasti istri kamu lebih seneng dikasih perhiasan dari pada uang."


"Halah mikirin Bagas yang belum jelas mana pacarnya," ledek om Andi


"idih ayah ngeledek, Bagas itu udah keep satu cewek tau. tapi sayangnya ceweknya lagi ngambek."


"tapi belum jadian kan?"


"ya belum, kan lagi ngambek."


"Bagas.. Bagas,, gak ngambek aja belum jadian ditambah lagi sekarang lagi ngambek yang ada itu cewek keep an kamu diserobot orang baru tau rasa kamu."


"yah doa nya jangan gitu dong Yah, jahat amat. bukannya ngasih saran kek solusi kek gimana caranya biar itu cewek gak ngambek lagi. malah nakutin gitu."


"he-he-he,,ya maap deh. emang siapa sih cewek nya? Alin ya!" tebak ayah Andi


"Hah,,, kamu naksir Alin Gas,, beneran?" seru ibu.


"udah ah Bagas mau mandi." ngeloyor pergi.


"anak jaman sekarang suka malu-malu kucing, giliran nanti gak dapet baru deh nyesel." gumam Andi.

__ADS_1


"kamu juga kayanya harus pulang deh mas, bisa kan sampai acara nanti kamu jangan ketemu aku dulu ya mas"


"ooohh kata orang dipingit ya,, jadi biar pas ketemu lany wowww...!"


"terserah kamu aja deh mas. udah sana udah sore mendung lagi, jangan lupa uangnya buat acara disini."


"okey deh kalau gitu aku pulang, nanti begitu sampai rumah aku transfer ya. bye Tiara calon istri ku,, Assalamualaikum."


"iya iya,, calon suamiku waalaikumsalam hati-hati"


Pak Andi masuk kemobil ya diantar Tiara sampai gerbang dan baru masuk ketika mobil itu menghilang.


***


Dua hari kemudian Alin yang dapat jadwal libur hari ini, dan tidak lagi bisa melanjutkan tidurnya. Setelah kemarin dia mendapatkan pesan singkat dari Putra bahwa dia akan menjemput sekitar jam 10 pagi.


Dari pagi Alin sudah bangun menunggu Tuti dan Lia untuk membuka toko, dengan Alin tentunya yang membantu mereka. Sementara di toko pertama Bu Tiara sendiri sampai nanti siang Bagas ikut menjaga sepulang sekolah.


Tak ada yang tahu kalau Alin sudah memiliki janji dengan seseorang. Selesai membantu membuka toko Alin pun segera kembali ke tempat kost nya untuk sarapan dan bersiap untuk mandi.


Dengan pakaian santai sederhana nya Alin memandang ke cermin melihat dirinya dengan kaos dan celana panjang dan sepatu kets putih nya. Tas selempang tak lupa ia siapkan.


Pukul 10:00


Ponselnya berdering tertera nama Putra di layar nya.


Alin menekan tombol kecil di ponsel nya yang mungil lalu menjawab "iya udah sampai mana?"


"oke aku otw." Alin menutup telepon nya.


Alin keluar dan menutup pintu kost nya menyusuri gang dan berjalan santai melewati toko. Lia yang sedang duduk didepan dengan Tuti berteriak ketika Alin melintas.


"kak Alin... wooiiii mau kemana???!!!" seru mereka berdua dengan nyaringnya.


Alin menengok sebentar lalu melambaikan tangannya dan mempercepat langkahnya menuju warteg. Dia sudah melihat mobil Putra parkir tak jauh dari sana, segera menghampiri dan masuk kedalam.


"eh kak Alin tadi mau kemana tuh rapih amat,,?" tanya Lia


"iya pake make up segala lagi, tumben banget deh, bersinar gitu. pasti dia mau ngedate deh, tapi sama siapa ya. kak Bagas kan belum pulang sekolah?!" jawab Tuti


"gak mungkin sama kak Bagas, mereka kan lagi marahan. kalau filling aku sih pasti sama cowok yang kemaren ngajak kak Alin makan siang bareng deh. tapi kenapa janjian nya gak disini aja ya?"


"kalau disini pasti ketauan lah sama kita, yang ada malah kak Alin males dengerin kepoan kita tau."


"bener juga. tapi penasaran deh. baru kali ini loh kak Alin libur kerja terus pergi."


"udah sih biarin aja, biar seneng deh."

__ADS_1


****


"maaf ya lama nunggunya?"


"gak sih paling lima menit lah. kamu imut amat sih pake kaos celana jeans sama kets gitu mana segala di kuncir kuda lagi rambutnya. bikin gemes tau"


"kamu lagi ngeledek ya?"


"ko ngeledek, aku tuh lagi muji kamu tau.."


"ooohhh muji, pasti bentar lagi dijatohin kan?"


"ya gak lah, aku serius kamu manis banget."


"udah gak usah kebanyakan nanti aku terbang terus idung ku mekar lagi."


"ha-ha-ha,,, udah manis, lucu lagi, ngobrol sama kamu tuh seru, bikin suasana gak kaku."


"iya deh makasih. terus kita mau nonton film apa?"


"terserah kamu aja, aku mah ngikut aja!"


"oke nanti aku yang pilih ya."


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati perjalanan menuju sebuah Mall ditemani dengan musik.


Sampai di parkiran Mall, Putra mencari tempat parkir yang tidak terlalu jauh dengan pintu keluar. Setelah mematikan mesin mobil mereka turun. Masuk kedalam dan naik keatas menuju lantai 4 Mall tersebut dimana bioskop ada di lantai itu.


Setelah melihat apa saja acara yang bisa dilihat hari itu Alin memutuskan untuk memilih sebuah film bertema horor komedi. Dia memesan dua tiket. Lalu berbalik badan meminta uang kepada Putra.


"tujuh puluh lima ribu nih." ucap Alin


Putra mengeluarkan selembar seratus ribuan memberikan pada Alin, Alin membayar nya kepada si mbak penjaga tiket yang dari tadi menatap Putra gak kedip.


"mba,, halooo ini uangnya!" seru Alin sambil menggoyang kan selembar uang kertas warna merah itu ke wajah si mbak.


Dengan kaget dan malu diambil uang itu "maaf mba, ini kembali nya"


"oke." Alin menerima kembalian.


"gak beli camilan,?" tanya Putra


"kita ini mau nonton bukan mau ngemil, udah yuk masuk bentar lagi mulai tuh." ajak Alin menarik tangan Putra untuk segera masuk.


Putra kaget dengan spontan nya Alin menarik tangannya, senang bukan main.


***

__ADS_1


Sabar ya...


Akan di update sampai Bab. 40 gaesss harap sabar ya..


__ADS_2