Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Dua Tahun Kemudian Terungkap Kebenaran


__ADS_3

Waktu terus berlalu hingga sudah dua tahun berlalu, Bagas dan anak sekolah lainnya pun sama melakukan corat coret seragam mereka mengadakan kelulusan mereka.


Alin di kostan sedang galau dengan selembar kertas didepannya, "aduh gimana nih? aku memang sudah lama kerja dengan Bu Tiara, tapi aku pengen punya pengalaman baru dalam bekerja, apa lagi dengan keterbatasan ku sekolah. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, siapa tau dengan menjadi office girl lama kelamaan aku bisa belajar, gak ada yang gak mungkin kalau Allah berkehendak." Alin bergumam sendiri


Segera dia memantapkan hati menulis surat resaign.


***


Bagas sudah tiba di rumah dia senang akhirnya sudah berhasil lulus dan bisa fokus bekerja. "aku harus nyatain perasaan aku ke Alin, sebelum keduluan yang lain." pikir Bagas di kamarnya.


Selama dua tahun ini Putra dan Alex terus mendekati Alin, tapi tak ada satupun dari mereka yang berhasil mendapatkan hati Alin, karena Alin sedang tak ingin menjalin hubungan dengan siapapun sebelum dia berhasil menemukan orang tua kandung nya.


Alex, kini tetap sibuk dengan nyanyinya di cafe dan kekeh dengan pendiriannya bahwa dia bertekad akan mampu berhasil dengan kaki nya sendiri.


Putra sudah menjalani bisnis keluarga bersama dengan adiknya Putri yang juga menangani perusahaan keluarga. Kini Putri semakin yakin untuk mendekati Bagas.


**


"assalamualaikum..!" suara salam dari luar. Alin mendongak "siapa ya?" dia segera ke pintu dan membuka.


"Tante Linda, mari masuk." ucapnya.


"Tante ganggu ya, kamu sedang apa?"


"ini aku sedang beres-beres aja sih Tante, ko tumben gak ngabarin ada apa Tante?"


"Tante kangen sama kamu." langsung memeluk Alin.


"Tante baik-baik aja kan? ko nangis. Ada apa?"


"Tante rindu anak Tante Alin, anak perempuan Tante."


"emang anak Tante kemana?"


"sejak lahir sampai detik ini, Tante tidak pernah lagi melihat wajahnya. hiks..hiks.."


"ko bisa sih? dia di culik?"


"bukan di culik tapi di tukar, dan sengaja di jauhkan dari Tante."


"Tante yang sabar ya, percaya deh sama Allah kalau memang sudah berkehendak pasti akan dipertemukan."

__ADS_1


"ini semua ulah nenek sihir itu, Tante harus berpisah."


"nenek sihir?"


"ya, ibu tiri Tante. entah karena sebab apa sampai dia begitu tega memisahkan kami dan bahkan dia menukar anak tanya dengan anak orang lain."


"maksudnya menukar gimana tuh Tan, Alin gak paham deh."


"jadi waktu Tante berhasil melahirkan dokter bilang kalau anak Tante perempuan, dengan segera Tante menyelipkan kalung dan foto Tante dengan harapan sebagai petunjuk. setelah itu Tante pingsan dan begitu sadar disebelah Tante sudah ada bayi laki-laki."


"Tante kehilangan bayi perempuan? lalu menyelipkan kalung dan foto!" seru Alin.


"ya, kalungnya persis seperti kalung yang kamu pakai, makanya pertama kali Tante lihat Tante sempat heran dari mana kamu bisa punya kalung seperti itu. Jangan-jangan kamu anak Tante Alin." Tante Linda gusar memegang tangan Alin.


Alin juga sempat kaget mendengar cerita yang dia dengar barusan. "ini gak mungkin kebetulan kan Tante. Ternyata selama ini aku juga di rawat oleh wanita dan dia bukan ibu kandung ku. Tante tunggu sebentar." Alin masuk ke dalam dan keluar lagi dengan membawa sebuah kotak.


"ini adalah kotak yang ditinggalkan oleh ibu sebelum beliau meninggal, puji syukur Alin di rawat oleh ibu yang begitu mencintai Alin seperti anak kandungnya, sampai akhirnya ibu menceritakan bahwa waktu itu ada seorang bayi yang menangis di depan rumahnya dan bayi itu Alin."


Alin membuka kotak, dan tercengang lah mereka berdua, melihat foto dalam kotak itu. Foto lawas Linda ketika muda yang kini sudah berbeda belasan tahun yang lalu tapi jika dilihat dengan teliti masih ada kemiripan wajah asli dengan foto lama ketika muda.


"ini kan foto Tante. Alin jadi benar kamu putri Tante yang hilang."


"iya Alin, ini jelas foto dan kalung yang hanya ada satu. Kamu pernah buka kalung itu gak?"


"buka, emang kalung ini bisa di buka ya? Alin gak tau."


"coba lepas kalung nya."


Alin melepaskan kalung dan memberikan pada tante Linda. Linda membuka bandul kalung itu disana terdapat tulisan LINDA.


"lihat Alin, kamu anak ku Alin, kamu putri ku." ucap Linda senang campur bahagia, sementara Alin masih syok dan tak menyangka bisa bertemu dengan ibu kandungnya.


"Tante ibu kandung ku."


"iya Nak, aku mama mu.!" Tante Linda merentangkan tangan dan Alin pun menyambutnya lalu mereka berpelukan.


"Terimakasih ya Allah akhirnya Kau pertemukan aku dengan ibu kandung ku, terimakasih akhirnya penantian ku selama dua tahun ini terbayar." ucap Alin


"mulai sekarang Tante akan menggantikan waktu kita yang sempat hilang, Tante akan menyekolahkan kamu dan akan merawat kamu dengan cinta."


"lalu Alex gimana tante?"

__ADS_1


"ko masih panggil Tante sih, panggil dengan sebutan mama"


"eh iya mah, maaf belum terbiasa. Lalu Alex bagaimana?"


"dia tetap akan menjadi anak mama, karena bagaimanapun juga dia sudah hidup menemani mama selama ini. Meski kenyataan nya dia bukan anak mama."


Alin mengangguk dan kembali berpelukan.


"kamu sekarang beres-beres karena mulai sekarang kamu harus ikut mama pulang ke rumah, kamu mau kan Alin."


"jangan sekarang ya Tante eh mah, sayang Alin sudah terlanjur bayar sewa kost untuk sebulan kedepan. nanti setelah sebulan kedepan Alin akan ikut dengan mama. Lagi pula Alin harus menyelesaikan kerjaan Alin."


"oiya, mama minta kamu ajukan resaign, dan bekerja di kantor mama."


"Alin memang ingin mengajukan resaign, dan akan bekerja di kantor mama tapi seperti yang mama bilang Alin mau bekerja di mulai dari office girl, dan Alin mohon kebenaran ini kita rahasiakan dulu dari siapapun, sampai waktunya tiba."


"tapi kenapa?"


"mama mau Alin tinggal sama mama kan?"


"iya dong sayang,"


"makanya mama tolong turutin permintaan Alin ya."


"baiklah kalau itu mau mu. sudah siang gimana kalau kita pergi cari makan."


"mama keberatan gak kalau makan masakan Alin, sayang kalau kita pergi makan diluar."


"kamu bisa masak? wah boleh."


"bisa dong, mama tunggu sini ya, biar Alin ambilkan."


**


Malam semakin larut tapi mata Alin masih saja sulit dipejamkan pikirannya tetap pada kenyataan yang kini sudah dia dapatkan bahwa dia sudah bertemu dengan ibu kandungnya yang tak lain adalah wanita yang sebelumnya sudah pernah dia kenal. Rancana Tuhan memang tidak ada yang pernah mengetahuinya.


"Alhamdulillah aku bersyukur aku sudah bertemu dengan ibu ku. kedepannya apapun yang terjadi aku akan menghadapi itu dengan berani dan tanpa rasa takut." gumam Alin lalu dia berdoa dan mulai tidur.


***


Jangan lupa like dan vote ya.

__ADS_1


__ADS_2