
Keesokan harinya Alin datanv ke toko yang di jaga oleh Tiara dan Tuti, saat ini Bagas sudah mulai menangani perusahaan ayah nya.
"assalamualaikum Bu Tiara."
"waalaikumsalam Alin, sini ada apa?"
Alin duduk didepan Tiara mengeluarkan surat "maaf Bu Alin mau resaign."
"loh kenapa Alin? ada apa?"
"gak kenapa-napa Bu, Alin di tawari kerja dan Alin ingin menambah pengalaman dalam bekerja Alin." ucap nya mencari alasan.
"sebenarnya ibu, sedih kamu resaign dan ibu gak pengen kamu keluar dari toko ibu. Tapi karena ini demi masa depan kamu, kamu ingin menambah ilmu dan wawasan dalam bekerja, baiklah ibu kabulkan. Tapi selama sebulan ini kamu masih tetap bekerja di sini ya, sampai ibu bisa mendapatkan karyawan pengganti kamu."
"iya Bu, Alin juga mau stok opname barang dagangan ibu, dan mencatat pembukuan karena Alin tak ingin ada salah paham ketika Alin resaign."
Tiara manggut-manggut. "terus kamu mau kerja dimana?"
"Alin mau coba kerja jadi office girl Bu, pengen rasain gimana rasanya."
"kamu tau office girl itu apa?"
"Alin browsing di internet seperti tukang bersih-bersih tapi yang di kantor gitu kan Bu. siapin minum macem-macem deh."
"ya sudah kalau kamu sudah paham, kamu harus rajin apapun jenis pekerjaan kamu nanti nya yah, ibu doakan semoga kamu sukses. Dan kalau sudah sukses jangan lupa sama ibu ya."
"aamiin makasih ya Bu doanya, Alin gak akan pernah lupa sama semua jasa ibu ke Alin, kebaikan ibu ke Alin, akan Alin ingat dan Alin bawa sampai mati."
"he-he-he lebai deh. ya udah sana kembali ke toko gih kasian Lia sendirian."
"iya, assalamualaikum."
"waalaikumsalam"
***
Alin kembali ke toko dan ketika sore dia pun segera bersiap menutup tokonya.
"hai Alin, udah mau tutup?"
Alin menengok "eh kamu Lex, iya nih aku mau siap-siap beres toko, ada apa? tunggu ya aku beres-beres dulu."
"aku bantuin ya." Alex pun segera mengangkat barang dagangan yang ada di teras dan membawanya masuk.
"kamu jadi kerja di kantor mama?"
"jadi kenapa?"
__ADS_1
"kamu yakin mau jadi office girl disana, enak juga disini cuma jaga toko aja gak capek dan gak berat."
"kata siapa gak capek dan gak berat, tanggung jawabnya besar tau. Lagian aku pengen coba hal baru."
"gimana kalau kerja di Cafe tempat aku kerja aja, lagi ada lowongan tuh daripada office girl."
"emang kenapa sih sama office girl?"
"ya gak pa pa sih. Aku cuma nawarin alternatif lain aja ke kamu, siapa tau kamu tertarik."
"saat ini aku lagi tertarik pengen coba jadi office girl."
"ya udah kalau itu pilihan kamu. tapi jauh loh dari sini."
"nanti aku pindah kostn kok. cari yang deket kantor biar jalan kaki"
"ya udah aku bantu cariin ya?"
"okey, makasih ya jadi ngerepotin."
Alin selesai menarik rolling door toko. "Kak Alin Lia pamit ya, kak Alin hati-hati jangan gampang percaya sama omongan nya." bisik Lia
"ha-ha-ha iya tenang aja, dia udah jinak ko. kamu hati-hati di jalan." bisik Alin juga.
"temen kamu itu dari dulu selalu aja curiga dan sinis gitu sama aku ya."
"kamu gak itu ngomong nya orang lain tapi nada suaranya pake penekanan gitu."
"maaf bercanda. Jadi mau apa ke sini?"
"mau ngajak kamu makan, aku baru gajian he-he-he."
"cie tumben perasaan gajian dari dulu gak pernah traktir deh ko, baru inget ya?" ledek Alin
"bukannya gitu Lin, kemarin aku kan lagi menata keuangan ku bayar kostn bayar motor juga, jadi belum stabil belum bisa traktir kamu. Nah sekarang motor udah lunas jadi ada sedikit deh buat jajanin kamu."
"cie cie,, jadi ini motor sendiri? wah keren dong. Nah gitu dong, itu baru namanya laki jantan, gak lembek dan gak bergantung sama orang tua."
"astaga Alin, emang aku ayam pake jantan segala. Tapi makasih ya berkat dukungan kamu aku selama dua tahun ini bisa punya motor, yah siapa tau aku bisa punya rumah he-he-he."
"Aamiin,, semoga keinginan kamu terkabul asalkan kamu niat dari hati berdoa berusaha insyaallah ada jalannya. tapi kasian amat sih punya motor tapi gak ada yang diajak boncengan."
"gak usah ngeledek, aku lagi gak pengen mikirin pacar dulu Lin. Aku mau bikin hidup aku mapan dulu dengan jerih payah ku. Baru deh mikirin nyari istri, udah gak jaman pacaran, mending langsung cari istri."
"nah betul tuh, fokus cari uang. oiya udah berapa lama gak pulang kerumah?"
"kamu masih suka telepon mama ya?"
__ADS_1
"gak, tapi mama kamu yang suka nanyain ke aku."
"kamu gak ngasih tau alamat kostn aku kan?"
"sesuai permintaan kamu aku tutup mulut, dan aku minta martabak buat upah tutup mulut he-he-he"
"ya elah baru martabak, tenang abis makan pecel lele kita beli martabak."
"serius, wah asikkk."
"maaf ya Lex, aku gak bisa bohong sama mama kamu karena dia mama ku juga, jadi aku kasih tau semua ke mama. Tapi kamu tenang aja mama gak akan ganggu kamu, dia malah senang kalau kamu sudah berubah jadi laki-laki dewasa seperti keinginan nya."
***
Sebulan setelah Alin menyerahkan surat resaign ke Bu Tiara, kini toko kedua di berikan tanggung jawab kepada Lia dan ada seorang karyawan baru pengganti Alin. Seminggu sebelumnya Alin pun sudah mendapatkan kost-an baru tak jauh dari kantor tempat baru nya bekerja, itu juga karena Alex yang membantu mencarikan dan tentunya juga dengan persetujuan mama.
Hari ini hari Minggu Alin berniat datang ke toko untuk berpamitan.
"assalamualaikum Bu Tiara, Alin datang mau pamit sama ibu dan Tuti, eh ada kamu juga Gas."
"Alin mau kemana Bu?" tanya Bagas
"kamu lupa ya, Alin kan udah gak kerja di toko kita lagi pertanggal kemarin, dia mau kerja di tempat lain." jawab Tiara
"kamu serius Lin, kerja dimana?"
"jadi office girl di kantor nya Tante Linda ibu nya Alex."
Bagas diam "seperti nya Alex dan Alin makin dekat, apa jangan-jangan mereka udah jadian ya?"
"ya sudah di mana pun kamu bekerja, kamu harus menjalaninya dengan ikhlas dan sabar ya, yang penting jujur." ucap Bu Tiara
"iya Bu, Alin paham."
"kost an kamu pindah juga dong?" tanya Bagas.
"hemm iya aku kost deket kantor"
"ya sudah Alin permisi ya Bu, mau langsung ke kostan yang baru, karena besok Alin sudah harus mulai bekerja. assalamualaikum."
"waalaikumsalam"
"Alin,, biar aku antar ya. Aku mau tau kost kamu?"
"nanti ngerepotin?"
"sama sekali gak, ayo.."
__ADS_1
***