
Sepeninggalan Putri, Alin masih bingung ternyata dia akan di berikan ultimatum oleh Putri dan sorot mata yang diberikan Putri padanya terlihat menakutkan. Untungnya Alin bukan tipe orang yang penakut digertak, waiters cafe yang ingin mengantar pesanan Alin pun sampai berhenti dan berbalik memilih tak jadi ke meja Alin karena melihat Putri marah-marah, baru setelah Putri meninggalkan cafe waiters kembali membawa pesanan Alin.
"mbak maaf ya, tadi saya gak berani karena liat ibu yang hamil tadi marah-marah" ucap waiters.
"iya mbak gak pa pa" jawab Alin dan segera meneguk minuman yang dia pesan ingin segera membasahkan tenggorokan nya yang kaget.
***
Didalam mobil
"Lo liat kan perempuan yang tadi gue labrak didalam?"
"liat bos, dia sasaran gue?"
"yes terserah gimana, yang jelas gue mau dia menderita, bisa!!'
"gampang bos, tunggu aja kabar baik nya." pria bertubuh besar itu mengeluarkan ponselnya terlihat menghubungi seseorang.
Putri pun menjalankan mobilnya meninggal cafe.
***
Ponsel Alin berdering nomor tak dikenal "siapa nih? angkat apa jangan ya?" Alin lama membiarkannya terus berdering.
"ya halo siapa nih?" (Alin)
"Alin kamu dimana?" (suara diseberang terdengar panik)"
"Alex,, ada apa sih?" (Alin pun ikut menjadi panik)
"kamu dimana?"
"di cafe Dejavu"
"oke aku jemput sekarang" telepon terputus.
Kini kening Alin berkerut "pasti soal rencana mama deh?" gumam Alin
**
Sementara Alex yang saat ini ada di rumah mama nya, karena diminta datang merasa bingung karena begitu sampai ada mobil lain yang sudah parkir manis di halaman rumah mama nya.
__ADS_1
"mobil siapa nih?" Alex masuk kedalam.
"assalamualaikum mah, pah" panggil nya
"waalaikumsalam akhirnya yang di tunggu datang juga, sini Alex duduk sini." jawab mama
Alex melihat seperti keluarga karena ada ayah, ibu, dan anak perempuan. Mereka terlihat akrab dengan mama mungkin teman mama. Setelah duduk di sofa bulat sebelah mama nya, mama mulai bercerita.
"Alex, kenalkan ini Tante Anggun, dan itu suaminya Om Burhan, sedangkan yang disana anak mereka namanya Amelia." ucap mama dengan segera di jawab dengan anggukan kepala oleh Alex.
"ada apa sih mah?"
"jadi kami berencana ingin menjodohkan kamu dengan Amelia, karena mama merasa usia kamu sudah cukup untuk memulai hidup baru dengan pasangan yang serius, menikah dan memiliki anak."
"Hah,,,Apa mama gak salah,?!"
"ya gak dong, mama mana pernah salah sih? Lagian selama ini mama juga belum pernah liat kamu menggandeng perempuan kan, jadi mama pikir kamu gak sempat cari pacar ya sudah mama aja yang carikan."
"Alex itu bisa mah cari pasangan yang Alex rasa memang cocok dengan kriteria Alex mah"
"memang Amelia gak cocok sama kriteria kamu? dia cantik, pintar, sopan, apa lagi?!"
"maaf ya jeng, maklum lah masih kaget, belum kenal juga jadi gak bisa buru-buru." ucap mama Linda.
"Alex ijin mah, mau jemput perempuan" Alex pun pergi tanpa menunggu mama nya mengijinkan atau tidak.
"pasti jemput Alin, jadi bener kamu suka sama Alin ya?" batin mama Linda.
***
Alex tiba di cafe Dejavu, begitu masuk kedalam dia segera menemukan Alin duduk menikmati makanan dengan santai berjalan menghampiri.
"Lin, gawat nih kamu harus bantu aku, harus!" ucap Alex setelah duduk.
"gawat kenapa?"
"mama mau jodohin aku sama anak temen mama nya"
"terus kenapa, anak nya cantik gak?"
"cantik sih, tapi aku gak kenal dan aku juga gak suka sama dia Alin. kamu ko santai banget sih"
__ADS_1
"kalau menurut aku sih, kamu coba aja dulu pacaran jalanin sama dia, kamu ngerasa gak suka gak cocok karena kamu kan belum kenal. inget gak dulu waktu kita pertama kali ketemu kita gak cocok gak kenal juga kan berantem malah, tapi liat sekarang kita jadi temen deket kan."
"masa kamu dukung mama sih Lin?"
"aku gak dukung mama kamu, atau siapapun. Lagian gak ada salah nya kamu berbakti sama mama, beliau udah ngebesarin kamu masa kamu gak mau nyenengin mama mu?"
"ya terus aku harus gimana?"
"mending kamu terima aja tawaran mama kamu, bilang aja kalau kamu ingin proses perkenalan dulu kalau menurut mu cocok nanti juga jadi."
Tanpa diduga Alex memegang tangan Alin "kamu beneran gak peka atau sengaja gak ingin lebih dekat sama aku sih Lin? Kamu tau aku suka nya sama kamu, kenapa kamu seperti nya selalu menghindar terus sih?"
"kamu jangan ngaco deh, aku ini cleaning servis di kantor kamu, mana cocok jadi pendamping kamu, gak gak aneh itu" tolak Alin
"ya udah ayo ikut aku, kita ke rumah mama, aku gak mau tau kamu harus bantuin aku buat pura-pura jadi pacar ku dan bantu aku nolak perjodohan itu." Alex menarik tangan Alin membawanya keluar cafe.
"ya udah, kamu kesini bawa mobil kan, aku bawa motor, kita masing-masing aja." ucap Alin
"ya udah oke, tapi jangan kabur ya?"
"iya iya" Alin berjalan ke motor nya bersiap mengikuti Alex di belakang.
Alin terus melaju mengikuti Alex dengan pikiran nya sendiri, tepat ketika itu dia berpapasan dengan mobil yang di kendarai Bagas. "itukan Alin, mau kemana dia?" Bagas pun memutar balik mobilnya mengikuti Alin dibelakang.
Mobil Bagas terus melaju cepat berusaha menyusul Alin yang sudah berada di depan jauh, ketika dia berusaha ngebut mengejar motor Alin tiba-tiba mobil nya menjadi oleng tak terkendali. Bagas berusaha tenang dan tetap menjalankan mobilnya meski dia juga panik karena rem mobilnya blong.
"sialaaannn ini pasti ulah perempuan menjijikan itu!!!" umpat Bagas keras dari dalam mobilnya masih berusaha menyeimbangkan mobilnya yang ngepot ke kanan dan ke kiri hingga dia tak melihat kendaraan lain yang juga melaju kencang dari arah berlawanan dengan terpaksa Bagas membanting stir ke kiri dan menabrak pagar pembatas, suara benturan keras terdengar.
Alin sempat mendengar suara benturan keras yang terdengar di belakangnya, Alin penasaran dan berhenti menengok kebelakang, Alex yang selalu memantau Alin dari kaca yang berada diatas stir ikut berhenti melihat Alin berhenti.
"Alin,, kenapa berhenti?!" teriak Alex setelah keluar dari mobil
Alin yang menengok kebelakang menoleh "kesana yuk,, kayanya ada kecelakaan deh aku denger suara benturan keras banget." teriak Alin bersiap memutar balik motornya.
"Alin tunggu aku ikut,,, nebeng!!" teriak Alex sambil berlari setelah menutup pintu mobilnya.
Dengan berboncengan mereka kembali putar balik kearah kecelakaan terjadi.
***__**
Jangan lupa like dan vote nya 🤗
__ADS_1