Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
jalani saja


__ADS_3

jam menunjukan jam 5 sore ini namun gina belum sampai juga


"aduhhh pah gina mana yahhhh "ibu cemas


"assalamualaikum gina pulang" gina dengan nada lelah


"aduh na kenapa pulangnya sore banget "


"iya bu di jalan macet, gina lelah bu gina masuk kamar dulu yahh"


sambil mencium tangan ibu dan bapak dan langsung pergi ke kamarnya.


"ya udahh sana istirahat dulu nanti seseorang akan menjemput mu na" bapak bicara dengan nada renda sambil berjalan ke dapur


"tunggu siapa pak? "gina yang sudah membukakan pintu kembali menutup hendle pintunya


"nanti juga kamu tau na "ibu tersenyum meninggalkan gina


"ihhhh udah pasti tentang perjodohankan, gina gak mau pokonya gina mau istirahat dulu ah" masuk kamar dengan cemberut


membantingan tas ke kursi dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur.


"ahhh perjodohan perjodohan terus yang di bahas, iya baiklah hari ini aku akan selesaikan tapi gimna caranya yahh cara yang terbaik untuk menolaknya" otaknya berputar memikiran cara membatalkan perjodohan sampai tertidur dengan pulas tampa gina sadari.

__ADS_1


"na na bangun udah magrib mandi dulu sana terus solat"ibu membangunkan gina dengan sangat lembut


"ehmmmm" yang di bangunkan terkejut


"aduhh gina bisa bisa di hukum nurul " bergegasss bagun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi "ehh ini kan di rumah "otaknya mulai sadar


"masih mikir lagi di pesantren" ibu geleng geleng kepala sekali gus merasa bersalah "melihat tingkah gina, ternyata gina sangat betah di pesantren sehingga ingatannya masih di sana memaksa menjodphkannya dengan tuan aldi pasti itu adalah keputusan yang salah "itu fikirnya.


"ehhh ibu aduhhhh "sambil kembali lagi duduk di samping ibunya di pinggir kasur.


"bu gina gak mau dulu nikah bu"menundukan pandangan dan menatap ibu dengan sedih


"udah jalani aja dulu pasti lama lama juga kamu suka"ibu tersenyum berjalan menuju pintu keluar kamar.


yang di dalam kamar hanya bisa memikirkan apa yang di katan ibunya yaitu jalani saja dulu


tapi apakah itu benar batin gina.


"aku benar benar binguunggg ya alloh aku serahkan semua takdir KepadaMU walaupun apa yang aku inginkan adalah takdir yang berkata lain"


bergegas masuk ke kamar mandi dan menjalankan solat dengan begitu khusu.


Epilog

__ADS_1


acara pesta benar benar meriah mungkin ini adalah satu satunya pesta ulang tahun meriah yang pernah ada, buga bunga tertata rapi sehinga elok jika di lihat mata dan tentu saja orang yang hadir di dalamnya adalah orang orang konglomerat bahkan sultan pun ada..


"wuhhhh"pakean yang di kenakan mereka sangat keren keren mewah dan glamor kenapa aku jadi malu yahh" tersenyum sendiri memikirkan apa yang di pikirkannya sendiri


"hmmm tapi tetap saja pakean yang menutup aurat lebih terhormat dan bagus "menjawab pertanyaannya sendiri .


"nona gina" pangil supir perempuan yang menjemputnya tadi.


"iya kak" tak lupa senyum manisnya yang membuat siapapun pasti menyukainya.


"jangan panggil kakak, panggil saja chelsi "dengan membungkuk dan sopan menjawab


"baiklah baiklah kak chelsi"gina dengan kaku


"tidak usah pake kak "


"ehhh emang boleh itukan tidak sopan tau"gina memberontak ya karna di pondok tidak boleh memanggil nama seseorang yang lebih tua karna itu tidak sopan.


"tentu saja boleh "chelsi tersenyum tulus


gemas sekali aku melihat keluguan nona batin chelsi


sambil berjalan mereka terus bercakap cakap terutama gina dia benar benar penasasan dengan sosok laki laki yang akan di temuinya ini malah karna fikirnya mengapa dia ingin menikahi perempuan yang jelas jelas tidak sepadan dengannya melihat pesta ini saja aku sudah bisa menduga bahwa laki laki itu pasti bukan laki laki biasa,batin gina

__ADS_1


__ADS_2