
"jadi tadi itu Bagas di panggil sama orang tua nya Putri untuk ngobrol di ruang keluarga gitu, jadi tadi Bagas ninggalin Alin. terus Alin udah ngobrol sama kakaknya Putri pas Bagas cari." cerita Bagas.
"Bagas kamu harusnya jangan gitu, gimana pun juga Alin itu datang sama kamu. jadi dia tanggungjawab kamu, ingat kamu ini anak laki-laki harus bertanggung jawab sama pilihan yang udah kamu pilih. kamu kan bisa ngajak Alin begitu kamu ngobrol sama mereka."
"tapi gak enak Bu,!"
"kalau kamu ngerasa gak enak gitu, harusnya tadi kamu jangan bawa Alin kan jadi kasian dia di cuekin di tempat asing sama kamu. Oiya ibu cuma mau ingetin kamu, jadi laki-laki jangan plin plan, harus tegas. dan jangan bikin sakit hati seseorang."
"iya Bu,"
"ya udah ibu mau tidur." Tiara berdiri dan berjalan ke kamarnya.
Bagas masih merenungi apa yang baru saja di ucapkan ibunya.
"besok gue minta maaf deh sama Alin."
*****
Keesokan harinya...
Hari Minggu toko buka lebih awal apa lagi dengan adanya Alin yang tinggal didekat toko. Pukul 08:00 Alin sudah membuka toko beres-beres sendiri hingga setengah jam kemudian Lia datang.
"lah ko ini toko udah dibuka?" Lia yang melihat berlari kecil.
"kak Alin buka toko jam berapa? subuh ya?"
"enak aja buka Subuh, ya gak lah tadi jam 8, terus bawa gak nasi uduk nya?"
"ya bawa dong kak,, tapi ada angin apa nih tumben buka jam 8, oiya semalam gimana kan kencan nya?"
"ih kamu kepo deh, udah sini nasi nya aku laper."
"iya iya," Lia mengikuti Alin kedalam toko dan meletakan bungkusan plastik berisi dua bungkus nasi uduk.
Alin yang keluar dari kamar mandi pun duduk di karpet bersembunyi manikmati sarapan nya. "kamu gak sarapan Li?"
"nanti kak, gantian. mau nyapu dulu. belum disapu kan?"
"sekalian di pel ya."
"beres."
****
Tiara masih dirumah membuat sarapan nasi goreng, setelah matang dia makan dan setelah selesai kemudian dia segera mandi setelah sebelumnya mengetuk pintu kamar Bagas.
"Bagas kamu belum bangun juga, mau ikut ke toko gak?" teriak Tiara
"nanti aja Bagas nyusul Bu. ibu duluan aja."
"ya udah, itu sarapan nya jangan lupa di makan ya. ibu berangkat dulu."
Tiara mengeluarkan motornya dan menutup pintu.
__ADS_1
****
Sampai di toko Tuti sudah duduk di anak tangga menunggu Tiara datang.
"nunggu nya lama ya Tut?"
"gak ko Bu. ko tumben sendiri kak Bagas mana Bu?"
"masih tidur, nanti juga nyusul. nih kuncinya." Tiara memberikan kunci rolling door supaya di buka Tuti.
Mereka beberes bersama hingga toko siap menerima pembeli.
****
"Lia,, gantian sarapan yuk." teriak Alin
Lia masuk mendekati Alin yang sudah selesai makan. Bergantian Alin duduk menghitung stok barang.
Pembeli satu persatu datang Alin melayani sambil dia mengirimkan pesan di grup Reseller dan posting di media sosial toko. Dan Alhamdulillah hari Minggu ini pembeli lumayan ramai jadi Alin tidak lagi memikirkan kekesalan hati nya karena masalah semalam.
"selamat siang,, saya mau cari cukuran jengger dong ada gak?"
"ada, mau yang mana ada dua macam!" jawab Alin yang sedang membelakangi pembeli dan kebetulan dus cukuran jenggot ada didepannya.
Alin mengambil dua dus yang berbeda dan berbalik badan "iiini..." kening Alin berkerut.
"haiii... sibuk ya?"
"ha-ha-ha ya gak lah, aku liat kamu lagi ngitung cukuran jenggot tiba-tiba aja mau iseng he-he-he.."
"dasar" Alin memukul lengan Putra.
"aku mau ajak kamu makan siang, bisa keluar gak?"
"bisa tapi gak lama, tapi nanti dulu ya. masih tanggung nih ngitung nya."
"aku bantuin ya, aku yang itung kamu yang catat aja."
"cie cie kak Alin,, siapa tuh duh mana ganteng banget lagi!" ledek Lia
"eh iya kenalin ini Putra, Put ini temen se toko sama aku namanya Lia." Alin saling memperkenalkan dan mereka saling berjabat tangan.
***
"assalamualaikum.." Bagas datang dengan kantong plastik makan siang yang jumlahnya ada 5 bungkus nasi Padang.
"waalaikumsalam,,"
"Tuti ayo makan siang dulu, nanti lanjut lagi posting nya." ajak Tiara
"ibu sama kak Bagas aja duluan."
"biarin aja Bagas yang lanjutin posting, kamu temenin ibu makan sini."
__ADS_1
"ya udah deh." Lia mengambil nasi Padang nya dan makan bersama bos nya.
"Gas, mending kamu anterin ke Alin sama Lia dulu deh kasian mereka pasti laper." pinta ibu
"ya udah deh, Bagas ke sana bentar ya Bu."
kesempatan buat minta maaf sama Alin nih, semoga dia mau maaf gue deh.
Bagas mengambil plastik dengan dua bungkus nasi yang akan dia bawa ke toko kedua.
Tapi begitu sampai di toko dia tidak melihat Alin disana. "Alin mana Li?" tanya Bagas
"baru aja keluar beli makan siang kak, apa tuh kak nasi ya? yah kak Alin makan siang di luar dia, jatah Lia mana kak?" ucap Lia
Bagas menyerahkan plastik ke Lia. "makan siang diluar tumben sendiri?"
"gak berdua sama cowok ganteng deh kak, tadi kesini jemput kak Alin. kak Bagas telat datangnya, wah jangan-jangan cinta kak Bagas juga bakal telat nih he-he-he..!" ledek Lia
"malah ngeledek, mending kamu tutup mulut kamu sama nasi gih sana. aku temenin jaga toko,"
"wah asikkk,,, oke Lia makan dengan tenang dulu ya kak, kalau ada pembeli tolong dilayanin dulu."
"bawel, udah sana cepet makannya."
Sebenarnya Bagas disana bukan hanya menggantikan tugas jaga Lia sementara Lia makan, tapi lebih ke rasa penasaran nya dengan siapa Alin makan siang.
Dan benar tak lama ada beberapa pembeli biasa dan reseller datang untuk mengambil barang keep mereka yang sudah mereka transfer sebelum nya.
***
"mau makan disini apa di bawa ke toko?"
"disini aja, ribet kalau kamu juga ikutan makan di toko gak enak kalau ada pembeli belanja."
Mereka makan di warteg dekat toko. Alin sengaja membawa Putra makan di warteg langganan nya hanya karena ingin tahu apakah Putra yang anak orang kaya bisa makan di warteg.
"Bu saya mau nasi pake orek tempe, tumis kacang panjang sama kikil nya ya Bu kasih sambel dikit." ucap Alin
Putra sebenarnya sempet kaget dan gak nyangka ketika Alin menolak pergi pakai mobil karena dia bilang tempat makannya dekat ternyata warteg dekat toko. Putra bingung melihat berbagai menu masakan didalam etalase begitu menggugah selera.
"saya mau nasi pakai ayam kecap sama mie goreng aja Bu" ucap nya
Makanan sudah ada didepan mereka.
"gak pesen minum nya?"
"gak usah nanti juga dikasih gratis." jawab Alin
Dan benar dua gelas besar air putih.
Alin membaca doa sebelum makan, Putra sempat melirik nya.
"sumpah nih cewek santai amat ya, ngajak gue makan di warteg pula, gue makin penasaran sama ni cewek." batin Putra.
__ADS_1