Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Hamil dan Bertemu


__ADS_3

Siapa yang belum ngasih Like dan Vote hayoooo....


***___***


Putri mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mulai serius mengetikkan pesan rahasia.


"Sil,,, Lo masih kerja di rumah sakit bersalin Sejahtera kan?" kirim.


Tak menunggu lama balasan pun diterima.


"iya Put, masih kenapa? hari ini gue praktek nih, Lo mau kesini?"


Putri tersenyum membaca pesan balasan Sisil dia pun segera mengirimkan pesan lagi.


"Sil, gue otw ke tempat kerja Lo, gue mau cek kandungan dan gue minta tolong sama Lo usahakan kalau gue hamil ya, karena kalau gak gue bakal di cerai sama suami gue." kirim.


Balasan pesan Putri adalah emoticon kaget.


"😱😱 Aduh gue gak janji, itu bakal nyalahin kode etik gue Put."


"*Lo tenang aja gak akan ada yang bakal nanya detail nya, dan Lo bakal dapet bonus dari gue."


"gue hanya berdoa kalau Lo beneran hamil. Gue tunggu ya*."


"chat sama siapa?" tanya Bagas curiga


"ini aku chat sama mama, dia bilang udah sampai dirumah kamu. Nanya kita dimana?"


"oh."


Mobil terus berjalan dan masuk ke area parkir rumah sakit, dan berhenti disamping beberapa mobil yang juga parkir disana. Turun dari mobil Putri berjalan menggandeng lengan Bagas mesra, tapi Bagas hanya cuek dan risih.


"bisa gak biasa aja jalannya, gak usah lendotan gitu. Kamu gak lumpuh kan!"


"Bagas apaan sih, ko kamu ngomong nya kasar gitu sama aku istri kamu mana lagi hamil gini."


Di ruang pendaftaran Putri menerangkan ingin ke bagian kandungan karena ingin periksa kehamilan. Setelah diarahkan oleh suster jaga mereka sampai di depan Poli kandungan.


Didepan ruangan ada meja dan seorang suster yang duduk memeriksa tensi seorang ibu hamil, Putri duduk mengantri setelah sebelumnya mengambil nomor antrian.


"baru mendaftar pertama kali ya Bu?" tanya suster ketika Putri dipanggil.


"iya sus, betul saya mau periksa apakah saya hamil atau tidak karena telat haid."


"oh begitu baiklah, kita tensi dulu ya Bu." Suster melakukan tensi darah pada Putri dan menyuruhnya menaiki timbangan badan.


"sudah Bu, silahkan masuk kedalam."


"iya sus, makasih"


"ayo sayang kita kedalam" Putri menarik tangan Bagas.

__ADS_1


"Putri, ayo duduk antri lama ya?"


"gak ko, oiya kenalin ini suami ku Bagas."


Saling bersalaman dan berkenalan.


"jadi kamu telat haid, sudah berapa hari?"


"aku lupa, tapi bisa di cek kan?" ucap Putri dengan kedipan mata yang tak terlihat oleh Bagas.


"bisa, mari silahkan berbaring. Suster tolong bantu."


Putri merebahkan tubuhnya diatas kasur pasien, suster memberikan gel diatas perut nya "silahkan dok."


Dokter mulai memeriksa perut Putri mencari janin didalam sana, alat USG di putar-putar dan nampak bulatan tak terlalu besar juga tidak terlalu kecil.


"apakah hasil nya mau di cetak? buat kenang-kenangan gitu."


"ya boleh.' jawab Putri.


"jadi gimana dok?" tanya Bagas.


"istri pak Bagas betul sedang hamil, selamat ya pak sebentar lagi akan menyadi ayah, selamat ya Put kamu akan jadi ibu."


Bagas diam dan agak kaget.


"iya makasih, tapi kandungan gak bermasalah kan?"


"baik, kalau begitu makasih ya dok. kami permisi." Putri kembali membawa Bagas keluar dari sana.


"Bagas gak boleh banyak tanya soal kehamilan gue ini, nanti ketauan lagi kalau gue udah hamil sebelum menikah sama dia. gue harus tenang, jangan sampai dia curiga kalau usia kehamilan gue lebih tua dari usia pernikahan gue, bisa gawat." batin Putri.


"tuh kan sekarang kamu percaya kan, dokter sendiri yang bilang kalau aku hamil. Sebentar lagi kita akan punya anak sayang, aku seneng banget deh."


"ko tadi kamu gak nanya sih, udah berapa usia kehamilan kamu sama dokter nya, malah ngajak aku buru-buru keluar?!"


"oiya aku lupa, besok atau lusa aku cek lagi ya. Kamu mau ikut lagi kan?" pancing Putri.


"gak usah kamu aja sendiri, aku sibuk."


"ya udah, kamu gak usah terlalu banyak mikir. Cukup kamu percaya kalau aku hamil dan ini anak kita."


"kenapa hati gue nolak ya mengakui itu anak gue." batin Bagas.


Putri ikut diam, tak ingin Bagas bertanya dia memilih pura-pura tidur.


**


Di rumah Bagas kedua orang tua Putri sudah tiba sejak mereka dalam perjalanan ke rumah sakit.


"assalamualaikum" suara salam dari luar terdengar.

__ADS_1


Tiara berjalan ke depan membuka pintu dan dia terkejut melihat tamu nya.


"maaf mengganggu, kami orang tua Putri, apa benar ini rumah Bagas menantu saya?" ucap mama Putri.


Tiara yang sedari tadi diam melihat laki-laki yang berdiri disebelah mama Putri tersadar dan menjadi kikuk.


"oh maaf, iya betul saya ibu nya Bagas. Mari silahkan masuk, silahkan duduk."


"Tiara, kamu tidak banyak berubah. aku tak sangka akan bertemu kamu dalam kondisi seperti ini."


"sebentar ya pak, Bu, saya buatkan minum dulu." Tiara masuk kedalam menuju dapur.


"Mah, sebentar ya papah ko rasanya kepengen pipis deh, papah mau numpang ke kamar mandi dulu ya." ucap papa Putri.


"ya udah sana, jangan ditahan."


Segera pak Bayu papa Putri berdiri berjalan mencari kamar mandi dia melewati dapur dan berbelok kesana begitu melihat Tiara.


"halo Ara,," panggil pak Bayu pelan tepat di samping kuping Tiara.


"astaga,, maaf mau apa ya?" jawab Tiara kaget


"aku cari kamar mandi, tapi begitu melihat mu, aku datang kesini. Kamu masih ingat sama aku kan Ra?"


"kamar mandi nya sebelah sana pak,"


"Ra,, aku minta maaf waktu dulu. Aku tidak bermaksud meninggalkan mu, aku tahu kamu masih cinta sama aku, aku pun masih selalu ingat padamu."


"maaf pak, permisi saya mau membawa teh ini ke depan. Kalau bapak mau ke kamar mandi silahkan."


Bayu memegang tangan Tiara bertepatan dengan suara pak Andi keluar dari kamar. "Bu,, kamu dimana?"


"iya yah, ibu di dapur lagi buat minum ada besan yah di depan." teriak Tiara berharap suaminya datang menolong nya.


"loh bapak siapa? sedang apa di sini?!" tanya pak Andi heran.


"saya tanya pada Bu Tiara dimana kamar mandi nya, saya kebelet pak."


"ooohhh, kamar mandi nya di sebelah sana silahkan pak."


"iya, Terimakasih" Pak Bayu berjalan menuju kamar mandi.


Tiara sendiri membawa baki teh dan camilan ke depan, 'kamu gak pa pa sayang? ko pucat?" tanya suaminya.


"gak pa pa Yah, ibu kecapean deh kayanya abis acara pernikahan Bagas."


"saya minta maaf ya Bu, baru sempat datang. Dimana anak-anak?"


"tadi mereka keluar, coba ibu tanya Putri." usul Tiara.


Mama Putri mengirim pesan pada anaknya dan memberitahu bahwa sedang perjalanan ke rumah sakit.

__ADS_1


**


__ADS_2