Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
Berbohong


__ADS_3

"Seperti nya aku harus mengirim pesan ke atasan"


Selamat pagi pak, saya mohon ijin cuti beberapa hari karena ingin ke rumah sakit.


Menunggu balasan sebentar


oke, kirim from cuti mu di aplikasi ya,!


Aku langsung membuka aplikasi di ponsel ku membuat cuti dadakan.


****


Akhirnya dengan berat hati memberanikan diri menelepon Bagas.


"assalamualaikum mas Bagas,,!" Tiara mencoba bicara se biasa mungkin


"waalaikumsalam Tiara sayang, kamu berangkat duluan ya, makasih ya sayang kamu masih sempat buatkan aku sarapan dan siapin bekal.!"


"mungkin itu bekal terakhir yang bisa aku siapkan untuk mu mas,,


"iya mas, ehmm gini mas aku cuma mau kasih tahu kalau hari ini aku harus pergi ke kantor pusat kedua di Surabaya mas.!"


"ko mendadak sekali,,!"


"iya mas, bos ku menyuruh begitu. ini aja aku sudah harus berangkat ke Bandara.!"


"ya udah kamu tunggu ya, aku anter kamu ke bandara.!"


"gak usah mas, aku bisa ko sendiri, lagian kan aku juga bareng sama yang lain mas.!"


"iya tapi masa, kamu gak mau pamitan sama suami mu dulu, aku jemput ya. biar aku yang anter kamu ke bandara,,!" Bagas kekeh


"gak usah mas, aku gak bisa nunggu lama, ini mobil nya juga udah mau berangkat. udah ya mas aku pergi ya.!" sebutir air bening mulai mengalir


"ya udah, kamu hati-hati ya. kalau udah sampai Surabaya langsung kabarin aku ya.!"


"iya mas,, aku pergi ya.. assalamualaikum!"


"waalaikumsalam,,!"


"maafkan aku mas terpaksa berbohong,,!". batin Tiara


Begitu ponsel dimatikan, tak lama (ku menangis membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku. kau dua kan cinta ini kau pergi bersamanya,,ko)


"iya dokter,,!"


"Bu Tiara, kamar sudah siap, silahkan ke ruangan saya, nanti akan diantar suster ke kamar ibu dan kita langsung melakukan cuci darah.!"


"baik dok.!"

__ADS_1


****


"permisi pak Bagas, oh lagi makan siang ya,,?" Vera mencoba usahanya


"iya hari ini istriku menyiapkan bekal untuk ku.!"


"ya sudah kalau begitu aku permisi.!" Vera pergi agak sedikit kesal


****


Keesokan harinya Bagas kembali bekerja tanpa sarapan dan tanpa membawa bekal, Bagas hanya pergi untuk bekerja dan pulang untuk istirahat, rumah semakin tidak terurus begitu juga dengan dirinya.


Pagi ini Bagas menyuruh OB untuk membelikan nya sarapan, dan itu di lihat oleh Vera. "Bagas beli sarapan, berati dia juga gak bawa makan siang dong. oke nanti aku akan mengajaknya makan siang.!"


Siangnya


"permisi pak Bagas, aku mau ngajak bapak makan siang. apa hari ini bapak bawa bekal,?" tanya basa-basi


"kebetulan hari ini aku gak bawa bekal, yuk kita cari makan siang.!"


Pergi ke sebuah cafe di dekat kantor.


"pak Bagas kenapa, seperti ada sesuatu yang sedang bapak pikiran..?"


"iya Vera, aku merasa istri ku sikap nya agak aneh belakang ini.!"


"aneh gimana pak,,?"


"ya udah pak Bagas, tenang aja semua akan baik-baik aja ko. lagian Vera siap ko kalau harus memasak untuk mas Bagas.!"


"eh,, bukan gitu maksudnya Vera, gak usah itu malah akan merepotkan kamu nanti.!"


"sama sekali gak ko pak,,! oiya boleh gak kalau di luar seperti ini saya panggil nya bukan pak Bagas, tapi mas Bagas..?"


"di luar ya,,, oke lah.!"


Tak lama dering ponsel Vera berbunyi "pak eh mas permisi bentar ya aku mau angkat telepon dulu, sekalian mau ke toilet,!"


"silahkan,,!"


****


Sorenya begitu tiba dirumah,,, mendapati ibu yang sudah duduk di ruang tamu.


"ibu,, ko ibu kesini gak bilang-bilang,,?"


"emang harus ya, ibu datang mengunjungi anak ibu membuat laporan dulu. mana istri kamu? ko belum pulang,,?"


"Tiara sedang tugas ke Surabaya Bu,,!"

__ADS_1


"ke Surabaya, apa dia gak bisa bilang gak kepada atasan nya. dan kenapa juga kamu ijinkan. terus apa dia sudah mengabari kamu,,?"


"itu juga mendadak ko Bu,, Tiara belum kasih kabar Bu. tadi aku coba hubungi ponsel nya gak aktif.!"


"wah,, bahaya ini Bagas. kamu begitu percaya nya sama istri kamu, sampai kamu gak sadar kalau telah di permainkan. kamu sama sekali gak curiga,,?"


"curiga,,,!! ya gak lah Bu, ngapain juga aku curiga.!"


"Bagas Bagas, kamu dibutakan oleh cinta. bisa aja kan dia sengaja ke Surabaya dan mematikan ponselnya karena dia sedang bersama selingkuhan nya.!" ibu berkata tajam


"astagfirullah ibu,, ko ngomongnya gitu sih.?"


"terus apa lagi pemikiran yang tepat untuk situasi istri kamu. harus nya dia bisa menolak pada bos nya karena tidak diijinkan oleh suami. dan kamy lihat Bagas,,,!!" ibu mulai nyerocos sambil berjalan ke dapur berkeliling rumah.


"karena istrimu pergi, lihat kamu lihat rumah sama-sama gak ke urus. ibu heran deh kenapa dulu ibu restu ini kalian menikah, kalau sekarang kamu malah di sia-sia seperti ini, nyesel ibu.!"


"Bu,, Bagas gak merasa di sia-sia kan ko. kalau soal rumah nanti Bagas panggil tetangga sebelah buat bersih-bersih Bagas bayar tiap hari. gampang ko Bu,,!"


"ya itulah kamu selalu membela istri mu.! sudah mulai hari ini ibu akan tinggal disini untuk mengawasi pembantu harian kamu itu.!"


"terserah ibu aja, Bagas mau mandi.!" sejak turun dari mobil Bagas sudah diajak ibu berdebat dan berkeliling rumah, kali ini begitu selesai mandi Bagas langsung tidur.


Malamnya...


Ting Tong


"eh Vera,, kebetulan banget kamu kesini. ayo masuk!"


"makasih Tante,,!"


"gas,,Bagas,, ada Vera nih..!!" teriak ibu


Menunggu setengah jam Bagas keluar


"Vera ngapain kamu disini,,?!"


"ini Tante Vera bawakan makan malam, tadi Vera masak lumayan banyak, Vera inget mas Bagas kan istrinya pergi, jadi Vera mau bagi makanan ini.!"


"wah kamu perhatian sekali Vera, lihat Bagas Vera kesini bela-belain kamu membawa makan malam. kamu harusnya terimakasih.!"


"makasih ya, tapi kamu gak perlu repot-repot sampai antar ke rumah segala.!"


"biarin aja sih,, ayo Vera ikut Tante kita tata makanan kamu di meja makan.!"


"iya Tante.!"


Disela makan malam


"Vera kamu keberatan gak kalau besok dan seterusnya kamu masak untuk Bagas.?"

__ADS_1


"Bu,, apaan sih. gak usah Vera,,!"


"gak pa pa ko mas, iya Tante Vera gak keberatan ko, makan bareng kaya gini lebih enak dari pada makan sendiri.!"


__ADS_2