Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Lusi Ditangkap


__ADS_3

Lanjut ya Readersss 😘😘


happy reading 😘


***___***


"maaf kak, jujur saya saat ini aku tidak memiliki perasaan suka ataupun cinta sama kak Baim, rasa yang aku miliki untuk kakak itu gak lebih dari sekedar pertemanan kalaupun lebih aku anggap kak Baim seperti kakak buat ku. Maaf kak bukannya aku mau buat kak Baim down, kita kan gak pernah tau kedepannya. Jadi aku minta untuk saat ini dan entah sampai kapan biarlah berjalan seperti ini aja dulu dan jangan membahas soal hati." jawab Alin.


"baiklah, kalau kamu belum siap. Aku cuma mau kamu tau kalau aku memiliki perasaan sama kamu. Aku tidak memaksa kamu menerima atau menolak, cukup dengan kamu tau aku sayang sama kamu."


Keduanya pun diam dan sejak saat itu Alin malah menjaga jarak dan jarang main ke rumah Ulan.


Flashback off


**


Di bandara Lusi sudah bersiap masuk tapi dia ditahan oleh seorang pria berpakaian polisi. "mba Lusi bisa ikut saya sebentar?"


"aaahhh,,, siapa kamu tolongggg...!!! penculik tolonggggg...!!!" teriak Lusi kaget spontan berteriak.


"mbak,,,mbak Lusi bisa tolong tenang. Saya dari kepolisian diminta untuk membawa mbak ke kantor karena mbak di duga sudah melakukan rencana pembunuhan kepada mbak Alin dan malah salah mengenai mbak Ulan." ucap polisi tegas.


"gak,, gak saya gak salah. Bukan saya pak, saya gak mau di tangkap.!!" Lusi makin histeris.


Beberapa anggota polisi lain mulai berdatangan karena sebelumnya polisi lainnya berpencar disekitar bandara.


"maaf Dan kami telat." beberapa polisi membawa paksa Lusi ke mobil sambil berontak menolak. Pengunjung bandara semakin melihat proses penangkapan Lusi yang terus meronta-ronta.


Lusi di bawa masuk kedalam mobil polisi, pria yang di panggil komandan oleh anak buahnya mencoba menghubungi Alex.


"selamat sore pak Alex, saya ingin menginfokan bahwa wanita yang bapak minta untuk kami intai sudah kami temukan dan kami amankan. Wanita itu berhasil kami tangkap di bandara, sepertinya dia ingin pergi dari Jakarta."


Di kantor Alex dengan raut wajah kaget mendengar cerita temannya yang seorang polisi mengenai Lusi.


"benar-benar keterlaluan itu orang, bukannya mempertanggung jawabkan perbuatannya malah mau kabur." (Alex)

__ADS_1


"jadi mau diapakan wanita ini pak?" (polisi)


"tolong dijaga jangan sampai lepas sampai hasil lab keluar dan benar kalau makanan yang dia bawa beracun." (Alex)


"baiklah kalau begitu pak, saya tunggu hasil lab nya. Selamat sore." (polisi)


"terimakasih pak, akan saya kabarin jika sudah ada hasil dari rumah sakit. selamat sore kembali." (Alex)


Alex memutuskan sambungan telepon dengan kepala polisi. Alin sudah tiba di kantor dan segera masuk ke pantry menuang air ke gelas dan meminumnya.


"bagaimana keadaan Ulan, Lin?" tanya Bu Siska


"eh Bu Siska, maaf Bu saya haus."


"iya keliatan ko he-he-he datang-datang langsung minum. Bagaimana Ulan?"


"Alhamdulillah Bu, Ulan sudah ditemani keluarga nya dan sudah bisa bicara walaupun masih lemas. Kata dokter Ulan harus istirahat tiga harian gitu."


"oh Alhamdulillah syukurlah kalau begitu,"


Tak lama telepon pantry berdering,


"Alin, kamu diminta ke ruangan pak Alex sekarang."


"kenapa Bu?"


"ibu juga gak tau, udah kamu naik sana nanti cerita ke ibu ya he-he-he"


"Alin ke atas ya Bu"


Dia mengetuk pintu ruangan dan suara dari dalam mempersilahkan dia masuk.


"permisi pak, bapak manggil saya?"


"iya Alin, duduk lah. Bagaimana Ulan?"

__ADS_1


Alin duduk di hadapan Alex "Ulan Alhamdulillah sudah lebih baik dan dia sudah di tunggu oleh keluarganya. Lalu bagaimana dengan Lusi pak, dia gak datang ke rumah sakit loh."


"iya Lusi gak pernah kerumah sakit tapi dia ke Bandara. Tapi dia sudah di tangkap oleh polisi, untuk belum sempat kabur dia." cerita Alex.


"astagfirullah jadi dia berniat kabur, tapi syukurlah Lusi berhasil di tangkap, oiya pak hasil lab nya belum keluar pak, kata dokter besok."


"iya, memang sehari hasilnya baru bisa dilihat, dan saya minta kamu besok kembali ke rumah sakit untuk mengambil laporan hasil uji lab itu dan berikan kepada saya. Nanti saya akan berikan pada polisi beserta rekaman cctv supaya Lusi bisa di penjara."


"apa gak berlebihan sampai di penjara pak?"


"Alin, kamu sadar gak tindakan Lusi itu sudah masuk dalam tindak kriminal, dan kamu target utamanya hanya saja saya bersyukur bukan kamu yang ada di rumah sakit. Saya gak bisa kalau sampai kamu yang menderita, akan saya usut masalah ini sampai tuntas."


Alex berdiri berjalan memutar ke arah Alin memegang tangan Alin "saya gak mau lihat kamu terluka atau menderita Alin, saya akan melindungi kamu semampu saya." ucapnya


Alin reflex menarik tangan nya kaget dan berdiri begitu kursi di geser kebelakang.


"pak Alex, bapak harus jaga image. Jangan terlalu akrab dan dekat dengan saya nanti banyak yang iri, ujung-ujungnya saya juga nanti yang di incar."


"Alin, sampai kapan kamu terus mengabaikan saya seperti tak peduli dengan perasaan saya ke kamu?"


"aduh pak Alex, apaan sih perasaan segala inget pak saya cuma cleaning servis disini, gak akan pernah pantas jadi kekasih apalagi istri bapak." jawab Alin


"kamu selalu bawa-bawa pekerjaan, aku gak peduli profesi kamu seperti apa, aku ingin kamu jadi istri ku Alin."


"udah ah, sudah waktunya pulang nih. Jam kerja sudah habis saya pamit ya pak, besok saya akan ke rumah sakit pak. Bapak juga pulang ya, jangan keseringan lembur" Alin menghindar dan berjalan ke pintu.


"maafkan aku Lex, aku belum bisa membuka hati setelah kejadian Bagas. Aku harus memulihkan hatiku supaya siap menerima laki-laki lagi, kalau kamu bisa bersabar akan aku perhitungkan." batin Alin lalu pergi.


Sepeninggalan Alin dari ruangan nya, Alex duduk merenung.


"Alin, betapa susah nya aku mendapatkan kamu. Apa yang kurang dari ku? kenapa kamu selalu mempermasalahkan profesi mu yang kamu bilang gak cocok dengan ku. Ini soal hati Alin bukan soal kerjaan."


"tapi aku gak akan nyerah Alin, kebaikan kamu, ketulusan kamu saat aku drop, semangat kamu yang kamu berikan padaku untuk bangkit sudah cukup untuk membuatku yakin kalau memilih mu tidak akan salah." pikir nya.


**

__ADS_1


Di pantry Alin mengambil tas nya di loker berjalan ke bagian absen jari lalu pulang, berjalan kaki terasa lama sore itu selalu seperti itu jika Alex mengungkapkan perasaannya. Ini yang kedua kali nya Alin menolak dengan gurauan.


**


__ADS_2