
Tiga hari dua malam sudah menikmati udara villa yang sejuk dan tenang, kini waktu nya kembali ke Jakarta karena besok hari sibuk di mulai kembali. Mereka semua sudah siap di meja makan untuk sarapan, karena selesai sarapan mereka akan langsung pulang.
"mas Bagas Tante, Terimakasih ya sudah mengajak ku liburan ke villa, aku senang sekali."
"iya Vera, sama-sama. Tante juga seneng ko ngajak kamu, iya kan Gas,,!"
"hemmm,,!" jawab Bagas
Tiara hanya diam menikmati sarapan nya, "bi Inah, Terimakasih ya sudah masakin makanan yang enak banget, kalau pulang ke Jakarta pasti bakal rindu masakan bi Inah lagi deh."
"mungkin ini akan jadi liburan terakhir ku, dan mungkin aku gak akan bisa lagi menikmati masakan bi Inah lagi." batin Tiara sedih
"sama-sama mba Tiara, kalau mas Bagas cuti ya kan bisa ke sini lagi.!" jawab bi Inah
Setelah sarapan dan sedikit berbincang Bagas dan mang Ujang membawa barang-barang ke bagasi mobil.
"bi Inah , mang Ujang , sampai jumpa lagi," teriak Tiara tak lupa melambaikan tangan.
"hati-hati di jalan!" teriak bi Inah dan mang Ujang juga melambaikan tangannya
Di perjalanan...
Bagas fokus menyetir mobil, Tiara asik dengan lamunan nya sendiri menatap kearah jendela melihat kebun teh yang hijau.
"Vera seneng banget deh Tante,, bisa jalan-jalan.!"
"iya Tante juga senang bisa ajak kamu.!"
Vera dan ibu Bagas asik ngobrol yang awalnya hanya ungkapan terimakasih sampai ungkapan hati ibu Bagas membujuk Bagas untuk mempertimbangkan Vera menjadi istri kedua Bagas.
Bagas yang risih, mendengar obrolan penumpang di kursi belakang, melirik istri nya ternyata Tiara sedang tidur dengan nyenyak.
"syukurlah Tiara tidur, jadi dia gak perlu dengar ocehan ibu dan Vera.!" batin Bagas
****
Sampai di rumah...
"akhirnya sampai juga, aduh ibu lelah banget. Vera kamu nginep sini aja ya, besok berangkat kerja bareng sama Bagas.!"
"gak usah Tante, aku pulang aja.!"
"ini udah malam Vera, gak baik pergi sendirian malam-malam, lagian Bagas juga gak mungkin antar kamu pulang, dia juga capek."
"iya Vera, nginep sini aja. besok baru sekalian berangkat kerja sama mas Bagas.!" kata Tiara
"tuh Tiara juga gak keberatan. jadi ayo masuk, kita makan malam lalu istirahat.!" jawab ibu
__ADS_1
"sayang, jangan lupa pesan makanan online ya,!" ucap Tiara.
"kamu aja yang pesan, aku mau bersih-bersih,!" jawab Bagas
"okey,,!" Bagas membawa koper dan menggandeng Tiara masuk.
Didalam kamar Bagas bersih-bersih, sementara Tiara sudah dengan ponselnya memesan makanan online.
****
Keesokan harinya
"mas Bagas, bangun udah siang kamu kerja kan mas.?!" Tiara membangunkan Bagas
"ehmm,, iya sayang." Bagas bangun dan segera ke kamar mandi.
Sementara di luar Vera sudah sibuk di dapur, menyiapkan sarapan. Tiara membuka pintu kamar mencium aroma harum dari arah dapur. Setelah menyiapkan pakaian kerja Bagas dia pun keluar berjalan pelan.
"untung ada Vera, kita semua bisa sarapan. kamu gimana sih, udah gak kerja bangun masih juga siang.!" omel ibu
"maaf Bu biar aku membantu Vera,!"
"gak usah mba,, udah selesai ko, tinggal makan dan aku juga sudah menyiapkan bekal mas Bagas.!" jawab Vera
"tuh kamu lihat kan, betapa beruntungnya Bagas kalau bisa bersanding dengan Vera." ucap ibu
"pagi sayang, pagi Bu,,!" sapa Bagas
"apa aku gak terlihat oleh mu mas,, sampai kamu tidak menyapa ku.!" batin Vera sedih
"pagi Bagas, ayo sarapan!" jawab ibu
"pagi mas,, sarapan nya yang masak Vera loh,!" aku mencoba mencairkan suasana begitu melihat wajah sedih Vera tak di sapa
"Vera,,?" Bagas mendongak menatap
"pagi Vera, terimakasih sudah repot-repot memasak untuk kami, ayo kita sarapan karena aku juga harus segera pergi kerja.!" ucap Bagas lagi
"iya mas, gak pa pa. anggap aja sebagai ucapan terimakasih ku, selalu menginap disini. mau aku ambilkan mas,,?!" tanya Vera
"ya boleh lah, jangan terlalu banyak.!" jawab Bagas santai
"mas Bagas, tumben membalas perlakuan Vera, biasanya selalu ketus. apa mas Bagas sudah membuka hatinya untuk Vera,,?" pikir Tiara
"Hah,, ini nyata kan. mas Bagas gak nolak aku mengambil makanan untuk nya.!" batin Vera senang
"bagus ada kemajuan,," pikir ibu
__ADS_1
"Vera masakan kamu enak deh Tante suka, andai aja kamu bisa jadi menantu tante, pasti kamu akan masak tiap hari deh.!" puji ibu Bagas
"ha-ha-ha,, Tante udah jangan ngomong gitu. mumpung aku masak jadi nikmatin aja.!" jawab Vera berusaha biasa dan merendah.
"sayang aku berangkat kerja dulu ya,, kamu baik-baik di rumah ya.!" ucap Bagas mencium kening Tiara
"Bu Bagas berangkat ya,!"
"iya Vera sekalian bareng sama kamu kan Gas,,?"
"oke,!"
"oiya pak Bagas, ini bekal makan siang bapak nanti,!" Vera menyodorkan kotak bekal
"oke terimakasih,!" Bagas menerima nya
"mas Bagas, menerima bekal itu."
"Tante kami berangkat dulu ya. mba Tiara kami berangkat ya.!" pamit Vera
"iya hati-hati di jalan,!" jawab Tiara melihat Vera menyusul suami nya berjalan ke depan, pelan-pelan Tiara juga mengikuti dari belakang.
Di depan mobil, sebelum masuk
"pak Bagas maaf pak sebentar,,!"
"ada apa,,?"
Vera merapihkan dasi Bagas "dasi bapak agak miring sedikit.!"
"oke terimakasih!"
"ya Allah berilah aku kekuatan hati, aku ikhlas ya Allah,, ku ikhlas,,!" Tiara berbalik
"ibu mau kemana,,?"
"ibu mau pergi dengan teman arisan ibu, bosan dirumah sendirian.!" jawab ibu
"ya udah hati-hati Bu,!" Tiara berjalan melewati ibu mertua nya
"bahkan ibu mertuaku pun sudah tidak peduli lagi padaku, ya Allah kali ini dari pada mengikhlaskan melihat mas Bagas dengan Vera, aku ikhlas kalau Kau mengambil nyawa ku ya Allah,,!" air mata tak mampu lagi di bendung.
Bertepatan dengan kesedihan Tiara, teman kerja nya menelepon hingga suara dering ponsel nya semakin membuat air matanya mengalir deras.
(ku menangis,, membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku, kau duakan cinta ini, kau pergi bersamanya... Ku menangis melepaskan kepergian dirimu dari sisi hidupku harus slalu kau tahu akulah hati yang telah kau sakiti..)
Ponsel terus dibiarkan berdering berulang kali, karena kali ini hatinya benar-benar sakit. disaat dia ikhlas mas Bagas begitu tak peduli dengan Vera. tapi begitu dia merasa tak ikhlas mas Bagas malah berubah jadi peduli dan baik pada Vera.
__ADS_1
"ambil nyawaku Ya Allah,,,!!" gumam Tiara sedih