Takdir Berkata Lain

Takdir Berkata Lain
(TBL Season 2) Pantai


__ADS_3

Keesokan harinya...


Di sebuah restoran yang ada di dekat pantai mama dan papa Alex sudah duduk di dalam metting room menunggu klien mereka dan Alex tentunya.


"Alex pasti belum bangun! emang bener-bener itu anak. pah coba telepon Alex.!" perintah mama


Suara panggilan tersambung beberapa kali terabaikan. "gak ada jawaban mah."


Mama Alex gemas dia mencari nomor kontak Alin dan tersambung "selamat pagi Alin. Ini Tante mama nya Alex, kamu ada di hotel kan?"


"iya Tante ada apa ya?"


"Tante minta tolong kamu gedor-gedor pintu kamar Alex ya, itu anak hari ini harus ketemu klien tapi kayanya dia belum bangun deh. tolong ya Alin."


"saya Tante,,"


"iya kamu, karena Tante cuma kamu yang kepikiran di kepala Tante he-he-he tolong ya."


"iya Tante."


Alin dengan rasa malas pergi keluar, "kamarnya nomor berapa lagi?" Alin berbalik kekamar menelepon mama Alex "Tante kamar Alex nomor berapa?"


"oiya lupa bilang nomor 207"


"oke" Alin menyudahi telepon nya dan keluar. "kamarnya deket ini mah alamat sial mulu deh."


Tok Tok Tok


"Alex..!!!" Alin berteriak diiringi dengan ketukan di pintu yang tidak berhenti terus menerus.


Pintu terbuka seorang pria kusut dengan mata masih ngantuk berdiri di depan pintu. "siapa Lo.?"


"buruan mandi, udah di tunggu mama kamu di restoran buat ketemu klien." jawab Alin datar.


Seperti diingatkan "Astaga iya gue lupa, gue harus ketemu klien. Makasih ya udah bangunin gue." ucap Alex. Alin sempat kaget mendengar Alex bisa dengan cepat mengucapkan terimakasih.


Alin pun berbalik meninggalkan kamar Alex.


***


Di restoran tempat metting klien sudah menunggu bersama kedua orang tua Alex menunggu Alex dengan wajah masam. Alex masuk dengan terburu-buru.


"maaf saya terlambat" ucapnya lalu duduk.


"oke karena yang ditunggu sudah datang mari kita mulai metting kita, Alex silahkan kamu mulai."


Alex berdiri dan mulai mempresentasikan apa yang sudah dia baca semalaman sampai ia bangun kesiangan.


***

__ADS_1


"kak Alin, kita main ke pantai yuk!" ajak Lia.


"iya yuk, kita pamit dulu sama Bu Tiara." Mereka bertiga keluar dan mengetuk pintu kamar Tiara yang ada disebelah kamar mereka.


"ada apa anak-anak?"


"ijin ya Bu, mau jalan-jalan di pantai sebentar."


"okey hati-hati ya."


"beres Bu." Alin dan kedua temannya berjalan keluar lobby hotel.


"waaahhhh pantai,,, kak banyak bule he-he-he" seru Lia.


"iya kak, disini banyak banget bule nya, tapi paklek nya ada gak ya ha-ha-ha?" tanya Tuti


"kalian ini ada-ada aja, kak Alin mau duduk di kursi sana aja sambil minum es kelapa kalau kalian mau jalan-jalan silahkan aja tapi jangan jauh-jauh." ucap Alin.


"okey kak siap."


Alin melihat seorang laki-laki duduk sendiri karena merasa mengenali dia berjalan menghampiri. "Putra!" panggilnya


Laki-laki yang bernama Putra menoleh senang "Alin,, ini kamu Alin beneran?" jawab nya senang sekaligus kaget.


"iyalah, ini aku. kamu ngapain disini?"


"iya aku dan yang lain diajak jalan-jalan sama Bu Tiara, liburan gitu!"


"wah asik dong, pantesan kemarin aku ke toko eh tutup, ternyata disini. jodoh emang gak kemana ya he-he-he"


"maksudnya jodoh emang gak kemana itu apa?"


"gak bukan apa-apa ko, udah sini temenin aku nunggu temen ku yah, bete juga sendirian."


"okey, tapi bentar ya aku pesen kelapa muda dulu." Alin memesan kelapa muda dan memintanya diantar ke tempat mereka.


"kamu nginep dimana?"


"kita nginep di hotel Kencana, kamu juga nginep disana?"


"gak kebetulan ada vila di sini, aku nginep di situ."


"oh." iya lupa Putra kan orang kaya pasti dia punya rumah di sini.


Alin meminum kelapa yang sudah ada didepannya. "Putri mana gak diajak?"


"aku sendiri, tapi paling nanti aku bilang ke dia supaya nyusul dia pasti seneng bisa ketemu Bagas."


Alin nyengir.

__ADS_1


Dari kejauhan Alex sudah melihat Putra tapi dia heran ada wanita didepan Putra dan sepertinya akrab karena mereka terlihat ngobrol santai sambil sesekali tertawa.


"itu si Putra baru juga nyampe udah nemu cewek aja, siapa tuh?" Alex saat ini malas bertemu siapapun.


Flashback saat metting


"maaf saya terlambat."


"ayo cepat uraikan proposal perusahaan kalian, karena waktu saya tidak banyak!" jawab klien.


Alex merasa aura didalam room metting itu sangat horor mama dan papa dengan wajah kesal sementara klien pun tak jauh beda berekspresi datar dan tanpa senyum.


Alex berusaha mempresentasikan apa yang sudah dia baca semalaman sampai dia kesiangan hingga selesai. Tapi sayang nya klien hanya diam seperti tak tertarik.


"jadi bagaimana pak, apakah kita bisa menandatangani kontrak kerjasama ini?" tanya Alex


"apa tanda tangan, kamu itu gak liat wajah saya dari tadi seperti apa? saya tidak tertarik untuk kerjasama dengan perusahaan kalian. permisi!!" jawab klien lalu pergi.


Alex melongo diam dikepalanya bayangan miskin, tak punya uang, mobil, kartu, apartemen semua perlahan hilang dari bayangannya.


"Alex..Alex.. kamu diberi tanggungjawab menangani satu klien saja sudah gak berhasil, gimana kamu mau menangani satu perusahaan dengan begitu banyak karyawan yang bergantung padamu..!!" seru mama


"Alex,,mama dan papa semakin lama semakin tua sementara kamu yang kami tunjuk sebagai penerus perusahaan malah malas-malasan seperti ini. mau jadi apa perusahaan nanti nya?" tanya papa


"pah,, mah,, Alex itu tidak ada minat dengan perusahaan."


"terus kamu minat nya apa? apa minat kamu bisa menghasilkan uang dan bisa membantu orang lain atau minimal keluarga kamu nanti jika kamu menikah?!" tanya mama ketus.


Alex diam.


"Pokok nya mama gak mau tau, semua fasilitas akan mama ambil sesuai kesepakatan kita."


"tapi mah,,"


"mah kasian Alex." ucap papa.


"mama akan mengembalikan semua fasilitas asalkan kamu bisa buktikan kamu bisa berubah dan bisa menjadi orang yang berguna, bukan hanya makan, tidur, senang-senang aja.!" jawab mama tegas.


"baik,, kasih Alex waktu mah. Alex akan buktikan sama mama Alex akan berubah dan bisa menghasilkan sesuatu dan membantu orang lain dengan pekerjaan yang Alex suka."


"okey,,, buktikan aja dulu. selama belum terbukti jangan harap minta apapun sama kami. Ayo pah,, mama mau cari orang yang tepat untuk perusahaan kita."


Flashback off


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....!!!!!" teriak Alex didepan laut meluapkan emosi dan kemarahan nya hingga dia lelah dan terduduk lesu.


"Kenapaaaaa kalian gak pernah bisa ngertiin gue.. gue ini anak kalian apa bukan sehhhhhh!!!" teriak nya lagi.


**

__ADS_1


__ADS_2