
Jangan lupa selesai baca di Like ya..
**__**
"Alinnn, Alex..!!" teriak suara dari belakang dan mereka pun segera menoleh.
Putra berlari mengejar mereka dan berhenti ketika sampai diantara mereka. "kalian ko bisa barengan?" tanyanya dengan napas yang ngos-ngosan.
"Lo kenal Alin juga?" tanya Alex
"Kalian saling kenal?" akhirnya Alin ikutan bertanya juga.
"iya gue sama Putra ini udah lama temenan, kalau kalian gimana bisa kenal?"
"itu waktu anaknya Bu Tiara si Bagas, diundang ulang tahun adiknya Putra nah aku ikut, jadi deh kita kenal disitu."
"jangan-jangan si Alin lagi cewek yang dibilang Putra, cewek yang lagi dia deketin." batin Alex.
Tiba-tiba terdengar suara lagu dari kantong celana Alin "eh ada yang nelepon deh, bentar ya." Alin menjauh.
"Assalamualaikum Tante Linda ada apa ya?" (Alin)
"Alin kamu sedang sama Alex gak sekarang?" (Tante Linda)
"Iya nih, sama Alex sama Putra juga memang ada apa ya Tante?" (Alin)
"Dari kemarin, Tante hubungi nomor nya Alex gak bisa, boleh Tante bicara sama dia?" (Tante Linda)
"oh iya Tante, boleh bentar ya." Alin berjalan ke Alex "ini mama kamu mau bicara." ucapnya sambil menyodorkan Hp nya ke Alex.
"halo mah."
"Alex, mama sudah di Jakarta, kamu hari ini harus pulang ke Jakarta, dan temui mama di kantor."
"oke." jawab Alex lalu mengembalikan ponsel milik Alin.
"sejak kapan Alin sama mama suka teleponan?"
"haloo Tante, gimana sudah?"
"iya sudah Alin makasih ya, oiya Tante ada tawaran menarik buat kamu. Apa kamu bersedia?"
"tawaran apa Tante?"
"kerja di perusahaan Tante."
"akan saya pikirkan Tante."
"ya sudah kalau gitu, kalian hati-hati. assalamualaikum"
"waalaikumsalam." Telepon dimatikan.
"jadi begitu rupanya." kata Alex.
"kenapa?" Alin bingung.
"karena Putra, Lo kenal sama nyokap gue."
__ADS_1
"oh itu, ya kira-kira gitu deh. Yuk cari sarapan beli oleh-oleh sebentar terus balik ke hotel. Aku belum packing soalnya."
"Lo flight jam berapa?"
"jam 3 sore"
"jadi kalian belum sarapan, yuk kesini. Tempat makan ini murah meriah.,," ucap Putra.
Selesai sarapan mereka mengantar Alin berbelanja barang khas Bali. Di hotel Bagas mencari Alin mengetuk pintu kamar nya.
"Alin mana Li..?"
"tadi sih di jemput sama cowok yang kemaren rebutan koper sama kak Alin diajak cari sarapan gitu sih katanya."
"ko bisa sih, mereka jadi pergi berdua? kenapa kalian biarin aja sih, cowok itu cowok gak bener tau, kalau Alin kenapa-napa kalian mau tanggung jawab?" Bagas kesal dan marah.
"yeee kak Bagas, gak usah lebai deh. kak Alin udah gede kali, lagian kalau cemburu susulin aja, kenapa jadi marah-marah disini." jawab Lia
Bagas mendengus lalu pergi.
"Aneh banget sih, makanya jadi cowok itu gercep kalau udah keduluan aja esmosi." gumam Lia
"iya kak Bagas itu kalau suka bilang tunjukkin, ini malah sok sok jual mahal." timpal Tuti
***
Bagas pergi mencari Alin menyusuri pantai terus berjalan mencari diantara toko yang berjajar dan dia melihat Alin didalam toko bersama dua orang cowok yang dia kenal Putra dan Alex, Bagas masuk kedalam toko.
"Alin,, kamu kemana aja sih?" tegur Bagas menepuk bahunya.
Alin menoleh "eh,, kamu mau belanja juga?"
"nyari aku ada apa?" tanya Alin diikuti Alex dan Putra berdiri di samping Alin.
"ko bisa sih, kamu pergi sama dua cowok ini. Kamu kan belum kenal dekat sama mereka?"
"aku disini mau belanja, bukan mau debat kusir ya." jawab Alin berbalik badan melanjutkan memilih barang.
Setelah selesai belanja hari sudah hampir siang, "gimana kalau kita makan siang dulu." ajak Putra
"tapi aku belum packing?"
"mending makan dulu sekarang, karena kalau udah packing pasti lupa waktu deh, yuk aku yang traktir." ucapnya Putra lagi.
"iya bener tuh Lin, mumpung ada yang traktir." Alex menimpali
"ya udah deh, kamu ikut juga kan Gas?"
"ikutlah, kamu kan pergi kesini sama keluarga aku, aku bertanggungjawab sama kamu." jawab Bagas.
Kedua cowok lainnya hanya mengeddikkan bahu mereka.
Putra mengajak mereka ke salah satu Cafe dan duduk memutar, seorang waiters datang ke meja mereka membawa buku meni, dan berdiri disamping meja. Mereka memesan menu pilihan mereka dan waiters itu mencatatnya.
"baik tunggu sebentar." waiters pun pergi.
"Lo kapan balik Jakarta?" tanya Alex pada Putra.
__ADS_1
"belum tau, mungkin lusa lah."
Tak lama kemudian makanan pesanan mereka datang, dan mereka menikmati makan siang.
**
Pukul 3 sore waktu Bali seluruh keluarga Bagas sudah masuk kedalam kabin pesawat untuk segera meninggalkan Bali.
**
Malam nya mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta rasa lelah mengikuti mereka sampai ke rumah Bu Tiara. Malam ini mereka kembali menginap di rumah Bagas, esoknya meraka baru kembali ke kostan.
"haduh cape banget ya gak sih," ucap Tiara
"iya Bu, tapi seneng banget bisa jalan-jalan ke Bali ya. Makasih pak Andi Bu Tiara sudah mengajak kami liburan." jawab Alin
"iya kak Alin bener kita seneng ko Bu, kalau soal capek mah biasa." kata Lia
"tapi maaf ya, ibu gak ikut kalian jalan-jalan he-he-he." jawab Tiara
"gak pa pa ko Bu, ibu kan lagi honeymoon he-he-he jadi wajar lah kalau dia di kamar aja" jawab Alin senyam senyum.
"si Alin kalau ngomong suka bener." jawab pak Andi
"Untung nya kita tadi udah makan malam ya, ya udah kalian cuci muka, lalu istirahat. besok diantar bapak ke kostan, besok masih libur toko sehari ya." ucap Tiara.
"iya Bu, malam Bu Tiara, malam pak Andi." jawab mereka lalu pergi ke kamar.
***
"pah, tadi mama nawarin Alin untuk kerja di kantor menurut papah gimana?"
"sebaiknya mama jangan asal menawari orang pekerjaan, apalagi ini pekerjaan kantor."
"kenapa? mama liat dia anak yang smart ko"
"apa mama tau dia itu lulusan apa? gak bisa sembarangan gitu mah."
"pah, kita kan bisa mulai menawari nya dari office girl dulu pah."
"terserah mama aja deh. Oiya mama beneran blokir semua fasilitas Alex?"
"iyalah, mama kapan ngomong boong pah?"
"mama gak kasian sama Alex?"
"kasian kenapa? dia cowok pah. Udah waktunya kita ajarin dia supaya mandiri."
"ya tapi masa dengan blokir kartu dia sih mah,"
"biarin aja. Mama mau liat bagaimana dia bertahan hidup mandiri."
"Mama mau cari putri mama yang dibuang. papa gak usah ganggu."
"mah, putri kita mungkin sudah meninggal mah. mama harus bisa mengikhlaskan dan harus lebih mencintai Alex."
"papa gak ngerti apa yang mama rasain." bentak mama dan pergi.
__ADS_1
**