
ibu mengambilkan kopi ke ruang keluarga "bak apa mereka akan bahagia klo semisalnya mereka menikah tidak dengan cinta,?? ibu sebenarnya tidak setuju kalo ghina menikah dengan anaknya tuan karsono"
"Emang bapak setuju bu"menatap ibu dengan sinis , cuman kita bisa apa lagi bu kita sudah banyak berhutang budi pada keluarga tuan karsono "
ibu terdiam...
ya emang keluarga karsono memberi mereka pekerjaan dan memberikan kebutuhan ghina dan adik adiknya.
"pak klo jadinya seperti ini ibu meninggal tinggal dengan hidup seperti dulu"
"sudah lah bu anggap saja ini sebagai takdir untuk kita semua"
"pak ini bukan takdir, ini nasib kita bisa berusaha untuk membatalkan perjodohan ini, kasihan pak ghina, bapak kan tau dia ingin kuliah ingin melanjutkan sekolah "
tok... tok.. tok....
bapak dan ibu terdiam ibu membukakan pintu
"eh.. tuan selamat malam, ada apa tuan datang ke rumah kami selarut ini"senyum di lontarkan dengan untuk menyambut tuan aldi anak dari karsono
aldi masuk ke ruang tamu dan duduk tanpa di suruh "apakah anda keberatan?? tatapannya sinis
"tidak tuan bukan seperti itu"jawab bapak sambil tersenyum.
"bagaimna dengan ghina, kapan dia akan pulang?? " bangun dari tempat duduk melihat lihat foto ghina yang terpajang di dingding "ternyata dia cantik dan pintar yah, apa piala ini milik dia?? "tersenyum menatap kedua Wanita tua itu
"ghina seperti ini berkat kebaikan tuan "bapak tersenyum menjelaskan.
"yahh memang benar .."duduk kembali ke kursi duduknya "kapan dia akan pulang??
"besok dia akan pulang tuan "
__ADS_1
"bagus apa dia sudah tau akan rencana perjodohan ini??"
"iya tuan "
ibu hanya terdiam dan hanya bapak yang menjawab pertanyaan pertanyaan tuan ya itu
"tuan aldi mau minum apa??
" tak usah repot repot aku kesini hanya ingin menanyakan ghina saja "
bapak dan ibu hanya terdiam sambil saling menatap fikirannya sama tertuju pada tuannya ini tak seperti biasanya dia bersikap sopan seperti ini .
" baiklah aku pulang "meninggalkan rumah dan masuk ke dalam mobil mewahnya.
"besok ada perayaan perusahaan aku akan undang ghina untuk menghadiri acara fan akan menjemputnya besok malam"
"iya tuan kami akan beritahu ghina"
"ya bagus"
dua orang di rumah bertanya tanya mengapa tuannya itu bersikap sanggat aneh.
##############
"aduh aku kesiangan udah adzan subuh lagi aku ketinggalan tahajud " bergegas memakai mukena dan pergi mengambil wudhu. padahal waktu menunjukan jam 05.00 yah begitu di pondok para santri dan santriah di wajibkan untuk solat tahajud dan solat berjamaah "aku sudah terbiasa bangun jam 3 tapi kenapa aku sekarang kesiangan begini sih " fikir ghina.
"assalamualaikum warohmatulloh"imam mengakhiri solatnya di lanjutkan dengan wirid
"ghina kamu mau langsung pulang"
"hmmm"sambil merapihkan kerudungnya di cermin"kenapa??"
__ADS_1
"kamu gak mau nemenin aku di sini"nurul memeluk ghina di ikuti laela dan nia
"aku pasti akan merindukan mu"nia menunjukan raut muka tak tersedih"
"aku juga pasti akan merindukan kalian,kalian jangan lupakan persahabatan kita oke" ghina memeluk ke 3 temannya.
"di antara kalian siapa yang mau mengabdi di sini?? nanti klo misalnya aku senggang aku akan ke sini "
"hanya akulah ghina, sejujurnya aku mau kuliah saja cuman abi ku bilang mening di sini saja sampai menemukan jodoh "semua tersenyum
"Nurul kamu kan cita cita mau jadi ustadzah "menghibur nurul.
memang di antara mereka 4 hanya nurullah yang mengabdi.
"ghina bukannya kamu juga harus mengabdi di sini setahun kan kamu termasuk 3 besar"laila mengeluarkan suara
ghina berfikir sebentar sambil mengeluarkan napas besar"ya tapi ibu dan ayah ku menyuruhku pulang"menatap teman temannya.
"terus kamu nia dan laila kapan mau pulang?? "nanti siang ibuku mau menjemput ku"
"klo kamu nia? "
"aku kan deket ghin di sebelah kampung "nia tersenyum
nurul masih terdiam bahkan akan menangis,
"hzzzzz"
"eh nurul kenapa " laila memeluk nurul
"aku pasti akan merindukan kalian "mereka berpelukan.
__ADS_1
di gerbang utama ghina menatap tiap bangunan bangunan yang di sekitarnya mesjid besar dengan kubah berwarna hijau di sanalah ghina bertemu dengan nia, nurul dan laila, air matanya tak terasa jatuh "aku pasti akan rindu suasana dimna aku di sini ketika aku di hukum ketika aku menangis ketika aku tertawa bersama mereka. suasana hatinya bercampur aduk antara sedih karna meninggalkan tempat yang indah dan senang karna dia akan kuliah dan mencari jati diri yang sebenarnya mungkin walau kesempatan untuk itu minim sekali.
"**selamat tinggal kalian sampai bertemu lagi terima kasih telah mengukir sejarah bersama ku aku akan rindu dimna kumandang adzan memanggilku untuk melaksanakan solat berjamaah, iya aku akan rindu dimna suara tertawa langkah kaki menujuku aku akan rindu dimna air mata ini mengalir aku akan rindu di sela sela waktu bersama kalian hidup adalah perjalanan harus meninggalkan dan ada juga yang di tinggalkan " menghapus airmata dan meninggalkan semua keindahan yang di depan mata**.